Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Donor Mata dari Mereka yang Dipandang Sebelah Mata

Kelompok Ahmadiyah masih konsisten melakukan gerakan amal di tengah persekusi yang ditujukan kepada mereka

adri kristianto  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Stigma negatif kerap melekat pada beberapa kelompok kepercayaan di Indonesia salah satunya adalah Ahmadiyah. Untuk menjawab beberapa stigma terhadap mereka, saya mendatangi Ustadz Rahmat, seorang mubaligh Ahmadiyah bertempat tinggal di Jagakarsa Jakarta Selatan. Pertemuan ini sekaligus sebagai salah satu upaya tabayyun dan melatih kepekaan "agree to disagree" dalam menerima pandangan dari kelompok yang dianggap berbeda jauh oleh masyarakat.

Saya membuka obrolan pertama dengan Ustadz Rahmat dengan menanyakan pengalaman persekusi atau intimidasi yang beliau dapat. Salah satu yang cukup membekas di ingatan beliau adalah insiden pembakaran masjid Ahmadiyah yang dilakukan oknum masyarakat di kampung halamannya, Sukabumi. Belum lagi cerita dari rekan sesama pengikut Ahmadiyah yang bekerja di sektor pemerintahan atau kepolisian. Konon, bagi pengikut Ahmadiyah dari dua golongan ini, sulit mendapatkan promosi kenaikan jabatan karena panji Ahmadiyah yang mereka usung. Alergi terhadap kata "Ahmadiyah" pun tentu saja bergulir di kalangan masyarakat bawah, khususnya saat Ahmadiyah mengadakan kegiatan sosial seperti donor darah. Bahkan, menurut Ustadz Rahmat, ada salah seorang warga yang menghembuskan isu bahwa darah hasil donor akan dijual oleh Ahmadiyah. Ustadz Rahmat dan pengikut lain sepertinya sudah kenyang dengan perlakuan seperti diatas.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation