Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Ketika ASMR Membuat Pikiran Tenang

Apa itu ASMR sebenarnya, dan bagaimana ASMR membuat hari-hari saya jadi lebih mudah untuk dilalui.

Vella  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Sadar tapi tidak bisa bergerak. Di tahun 2018 saya mengalami sleep paralysis setiap malam. Menyebalkan. Mengerikan. Kata mereka ini terjadi karena badan sudah tertidur tapi otak masih terbangun. Tidak bisa menggerakkan badan tapi kadang mata bisa terbuka dan melihat sekeliling kamar. Kadang takut melihat atau mendengar sesuatu yang tidak seharusnya terlihat atau terdengar, karena banyak cerita yang mengaitkan sleep paralysis dengan ketindihan makhluk halus atau sejenisnya. Kondisi antara sadar dan tidak sadar ini biasanya berlangsung antara 1-2 menit tapi terasa sangat lama.

Saya bukan penderita insomnia. Saya hanya senang tidur larut malam. Mungkin saya senang tidur larut malam karena tidak terima 24 jam yang saya terima di hari itu selesai begitu saja. Saya merasa bisa “mencurangi” waktu saat saya tidur lewat tengah malam, seolah-olah saat tidur jam 1 malam, saya hidup 25 jam di hari itu. Saat tidur jam 2 malam, saya hidup 26 jam, begitu seterusnya. Itu tidak benar-benar terjadi, tentu saja. Tapi entah kenapa saya senang ketika melakukannya. Waktu bukan (atau belum menjadi) hal yang bisa diotak-atik. Dia hanya mengalir begitu saja. Kalau sudah lewat, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengembalikannya. Begitu kaku. Maka saya mencoba mengubahnya jadi elastis dengan cara yang amat bodoh.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation