Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Perploncoan Itu Gak Keren

Sudah banyak sekali korban yang berjatuhan akibat dari adanya senioritas di lingkungan belajar

Wonk Lanang  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Adakah siswa yang pernah ikut organisasi? Atau yang pernah ikut MOS di sekolah ataupun OSPEK di kampus atau universitas? Sungguh pengalaman yang menyenangkan sekali bukan jika diingat kembali. Melalui MOS ataupun OSPEK, kita bisa lebih mengenal culture tempat kita akan menuntut ilmu, dan tentunya lebih memudahkan kita untuk bisa berkenalan dengan teman baru. Namun, di sisi lain, ada hal yang kurang begitu disukai oleh sebagian pelajar ketika masuk ke sebuah organisasi ataupun ketika awal tahun pelajaran baru. Adalah adanya perploncoan yang dilakukan oleh para senior .

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui sejarah tentang awal mula adanya MOS atau OSPEK di Indonesia. Dikutip dari merdeka.com (24/07/2016), masa orientasi ternyata sudah ada semenjak masa kolonial Belanda yaitu pada tahun 1898-1927, tepatnya di School Tot Opleiding Voor Indische Artsen atau yang disingkat STOVIA yang merupakan Sekolah Pendidikan Dokter Hindia. Menurut Arif Rahman Hakim yang seorang pengamat pendidikan, pada saat itu setiap awal masuk sekolah, siswa memperoleh penjelasan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan sekolah ataupun tentang bagaimana cara agar bisa mengembangkan kreativitas. Dalam hal ini, para senior mempunyai peran yang sangat penting.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation