Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Ironi 'Grammar' buat Minder yang Lagi Belajar Bahasa Inggris

Grammar, sebagai salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa asing, kerap jadi alibi yang malah menurunkan minat belajar.

Izef Puspadani Damanik  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Mungkin hampir dari semua pembaca sudah terbiasa dengan istilah grammar yang pada dasarnya merupakan salah satu pondasi awal yang amat sangat ditekankan dalam proses pembelajaran bahasa asing. Akan tetapi, saya akan menekankan pembahasan grammar dalam konteks bahasa asing dalam tulisan ini mengacu kepada Bahasa Inggris demi kenyamanan pembahasan dan tetap berada dalam koridor. Selain disamping Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang paling dekat dengan keseharian hidup kita, Bahasa Inggris juga salah satu mata pelajaran bahasa asing yang sampai sekarang masih diperkenankan dalam kurikulum sekolah pada umumnya.

Grammar, atau yang akrab dirujuk sebagai tata bahasa dalam Bahasa Indonesia, merupakan salah satu kajian dasar yang menjadi icon wajib dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Akan tetapi, alih-alih menjadi pondasi yang mampu menopang kemampuan bahasa seseorang ketika belajar bahasa asing, baik dalam pendidikan formal atau non-formal, grammar malah lebih sering dianggap sebagai "musuh dalam selimut" yang secara diam-diam mampu membuat seseorang kehilangan motivasi (demotivated) untuk melanjutkan niat mereka untuk belajar Bahasa Inggris. Setidaknya, hal ini merupakan pandangan reflektif personal saya setelah memutuskan ingin mampu berbicara menggunakan Bahasa Inggris buah dari mendengarkan musik dan menonton film berbasis Bahasa Inggris.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation