Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Polemik Pinangki Kebal Kasasi

Masyarakat menunggu komitmen pemberantasan korupsi

Rama Fatahillah Yulianto  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Jaksa Pinangki, siapa yang tak kenal dia? Pinangki Sirna Kumalasari merupakan seorang jaksa yang menurut pengakuannya telah dlantik sejak tahun 2007, tak berhenti disitu, ia mendapatkan gelar doktor ilmu hukum pada tahun 2011. Sayangnya perjalanan hidup yang terkesan mulus harus kandas dan ternodai karena dia telah ‘mencicipi’ sedapnya korupsi. Jika kita menganalisa, sebenarnya ia memiliki background pendidikan yang bukan main-main, materi atau pelajaran yang ia dapat selama menempuh pendidikan seharusnya dapat ‘membentuk’ karakter aparat penegak hukum yang baik pula, terlebih ia merupakan seorang akademisi dan praktisi hukum, terbukti ia mendapatkan gelar doktor dan merupakan seorang jaksa.

Baru-baru ini, masyarakat kembali dibuat bingung oleh penegakkan hukum di Indonesia, kembali mencuat apakah benar sistem hukum di Indonesia ini tumpul ke atas dan tajam ke bawah? Jangan salahkan masyarakat, karena kebebasan berpendapat merupakan salah satu hak masyarakat Indonesia. Kebebasan berpendapat (Freedom of speech) telah diatur pada Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945 khususnya Pasal 28I ayat (4). Kasus Jaksa Pinangki membuat masyarakat kian marah dan saat ini masyarakat memiliki perasaan desperado, artinya pandangan masyarakat atas sistem hukum di Indonesia, diataranya karena kejahatan terus berulang yang tak kunjung usai, kemudian masyarakat menjadi putus asa, yang akhirnya memilih cara yang praktis, singkat, dan cepat. Maka tidak heran saat ini masyarakat kembali bersuara, bahkan ada yang menyuarakan untuk menghukum mati.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation