Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Digital Parenting, Tidak Semua Video Game Untuk Anak Anak

Peran aktif orang tua sebagai pengontrol kosusmsi media anak anaknya, termasuk dalam bermain video game.

MaghfiReza Akbari  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Game berasal dari bahasa inggris yang berarti permainan, Video Game muncul pada awal tahun 1950-an lalu terus mengalami perkembangan sampai muncul video game arcade atau lebih dikenal sebagai ding-dong yang hadir pada tahun 70-an dan kemudian menjadi game yang sangat diminati pada masanya.Sedangkan di Indonesia game baru masuk pada akhir tahun 90-an dan langsung digandrungi oleh masyarakat Indonesia khususnya anak-anak dan remaja. Perkembangan dunia game di Indonesia bisa dibilang cukup pesat dan meledak pada tahun 2001 yang membuat game semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, pada masa itu muncul berbagai macam game online yang memikat banyak pecinta game di Indonesia dan terus berkembang sampai sekarang dimana game sudah merambah sampai ke smartphone dan juga konsol.

Lalu mengapa isu video game menjadi sangat penting? Di lansir dari laman resmi NXG Indonesia (nxgindonesia.or.id) yang merupakan komunitas pemantau video game pertama di Indonesia yang berdiri sejak november 2011 di kota Bandung, menyatakan bahwa setidaknya ada 3 masalah pokok dalam video game diantaranya yaitu ; Durasi bermain, Kecanduan, serta konten dalam video game tersebut termasuk di dalamnya yaitu konten kekerasan sampai pornografi. Permasalahan tersebut seharusnya dapat menjadi perhatian dari setiap orang tua yang bertanggungjawab atas pola serta konsumsi media dari anak, karena tugas orang tua sendiri yang menjadi pemantau sekaligus pengontrol bagi anak anak mereka.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation