Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Jangan Nyinyir dengan Perempuan yang Belum Menikah

Perihal jodoh adalah bahasan yang mudah memicu sikap canggung dengan ketidaknyaman situasi. Namun, perlukah kita khawatir?

Anung Anung  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Perihal jodoh, khususnya bagi perempuan single, adalah bahasan yang mudah memicu sikap canggung dengan ketidaknyaman situasi. Menikah adalah verba yang memang seharusnya bekerja seiring kehidupan yang terus berjalan. Ini menjadi wajar jika mengalahkan ego bukanlah solusi pilihan untuk mendapatkan pasangan, terlebih untuk dibawa dalam komitmen sebesar pernikahan. Hal ini mengindikasikan bahwa perempuan yang sampai saat ini melajang adalah persona-persona terpilih yang memandang pernikahan sebagai keputusan penuh pertanggungjawaban sehingga dalam mengambilnya diperlukan kehati-hatian.

Lantas, bagaimana dengan umur yang dianggap “krusial, tidak memenuhi standar, kedaluwarsa” sehingga harus menurunkan harga? Perempuan single, pastikan kalian tidak menempatkan diri sebagai benda-benda pajangan yang bisa dipilah-pilah dengan plang diskon di atasnya. Tidak ada umur krusial, tidak ada keterlambatan atau umur standar untuk menikah, tidak ada kedaluwarsa dalam diri perempuan. Yang ada justru adalah kematian yang melekat pada semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, baik yang belum/ tidak ingin menikah maupun yang sudah menikah. Hanya karena suara mayoritas lebih keras menyuarakan “kapan menikah”, bukan berarti harus diam mendengar paksa diri untuk menikah.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation