Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu, Fresh Graduate Wajib Waspada!

Adanya internet dapat mempermudah akses lowongan pekerjaan. Tapi perlu pula dicatat ciri-ciri lowongan kerja palsu agar Anda tidak mudah tertipu.

Edo Juvano  |  

Masa pandemi tentu cukup menyulitkan para mahasiswa yang ingin mencari pengalaman kerja, maupun para fresh graduate yang ingin mulai berkarier. Namun hal tersebut terbantu dengan adanya internet yang dapat mempermudah akses lowongan pekerjaan. Tapi perlu pula dicatat ciri-ciri lowongan kerja palsu agar Anda tidak mudah tertipu.

Photo by Clem Onojeghuo on Unsplash
Photo by Clem Onojeghuo on Unsplash

Banyaknya orang yang menginginkan pekerjaan di masa pandemi seperti ini, membuat beberapa oknum melakukan tindak kejahatan, salah satunya dengan membuat lowongan kerja palsu. Banyak dari mereka mengatasnamakan perusahaan tertentu, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan secara ilegal.

Mengantisipasi hal ini menimpa Anda, rasa kehati-hatian dan sikap selektif dalam memilih lowongan kerja menjadi hal yang sangat diperlukan karena tak sedikit penipuan berkedok lowongan pekerjaan.

Terkadang, lowongan kerja dibuat menarik dan dibuat seolah-olah resmi, sehingga para pencari kerja tidak sadar bahwa mereka sedang melamar pekerjaan palsu. Untuk menghindari penipuan semacam ini, perlu diketahui ciri-ciri lowongan kerja palsu sebagai berikut.

Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu

1. Mencatut Nama Perusahaan atau BUMN Terkenal

Demi meyakinkan calon korban, banyak lowongan kerja yang mencatut nama perusahaan terkenal. Ada pula modus lowongan kerja yang mengaku sebagai penyalur tenaga kerja untuk perusahaan tertentu.

Terdapat sejumlah cara yang bisa Anda lakukan jika menemukan perusahaan atau BUMN terkenal membuka lowongan pekerjaan, salah satunya ialah dengan memastikan terlebih dahulu di situs resmi perusahaan tersebut. Ingat, situs resmi, bukan situs abal-abal seperti Blogspot.

2. Menawarkan Gaji dengan Angka Menggiurkan

Jika lowongan kerja yang Anda temukan menawarkan gaji dengan angka yang fantastis terlebih di awal, maka Anda patut curiga. Misalnya gaji Rp10-15 juta ditambah bonus dan tunjangan untuk posisi staf.

Gaji yang relatif besar untuk posisi yang tidak terlalu tinggi di dalam perusahaan tentu terlihat sangat menggiurkan. Namun jika Anda perhatikan kembali, hal itu justru sekaligus mencurigakan.

Sebelum kepincut dengan tawaran gaji besar seperti ini, Anda bisa mencari tahu berapa kisaran gaji untuk posisi tersebut terlebih dahulu, sehingga bisa lebih berpikir rasional.

Sebagai gambaran, beberapa perusahaan besar hingga BUMN dalam lowongan kerja resminya jarang mencantumkan besar gaji secara detail. Biasanya, perusahaan hanya menulis penjelasan seperti “gaji di atas UMR”. Perlu diketahui, besaran gaji adalah hasil interview user.

Photo by Cytonn Photography on Unsplash
Photo by Cytonn Photography on Unsplash

3. Membayar Biaya Travel atau Training di Depan

Modus penipuan berkedok lowongan kerja biasanya meminta calon pelamar untuk membayar biaya travel atau akomodasi. Misalnya, Perusahaan X membuka lowongan kerja di Jakarta, lalu di lowongan tersebut Travel A ditunjuk sebagai travel perjalanan yang harus Anda gunakan. Kemudian, Anda diminta membayarkan sejumlah biaya ke travel tersebut dengan jaminan akan diganti jika diterima. Hal seperti ini bisa dipastikan merupakan modus penipuan.

Segala hal yang menyangkut transportasi, penginapan, dan makan calon pelamar tidak akan ditanggung perusahaan. Perusahaan resmi juga tidak akan meminta bayaran kepada para calon pelamar, sehingga patut dicurigai bila harus membayar sejumlah uang padahal belum tentu diterima bekerja.

Tidak hanya akomodasi, ada pula biaya lain yang jadi modus penipuan, contohnya biaya administrasi sampai biaya training atau pelatihan karyawan. Dalam banyak kasus, para pencari kerja sering kali diminta membayar uang dengan alasan-alasan tersebut.

4. Menggunakan E-mail dan Situs Gratisan

Jika perusahaan pemberi lowongan kerja menggunakan alamat email gratisan seperti @gmail atau @yahoo, dan situs yang juga gratisan seperti Blogspot, WordPress, Weebly, dan lainnya, Anda wajib waspada perusahaan tersebut abal-abal.

Perusahaan resmi biasanya menggunakan email dengan domain nama perusahaannya, misalnya budi@namaperusahaan.com.

Perlu diperhatikan pula jika alamat perusahaan pada lowongan kerja berbeda dengan alamat interview atau wawancara. Meskipun ada perusahaan yang memiliki cabang di berbagai kota, dalam iklan lowongan kerja biasanya akan dituliskan lokasi serta prosedur interview (lewat telepon, video call, dsb).

Cara Menghindari Lowongan Kerja Palsu

1. Cek Legalitas dan Jejak Digitalnya

Cara menghindari lowongan kerja palsu bisa dilakukan dengan memeriksa profil perusahaan di portal resmi Ditjen AHU Kementerian Hukum dan HAM. Bila perusahaan sudah resmi terdaftar, maka perusahaan tersebut tidak abal-abal karena punya badan hukum yang legal.

Selain dari portal AHU, kamu juga mencari tahu jejak digital perusahaan tersebut. Contohnya dengan melihat rating atau review perusahaan tersebut di Google. Lebih detailnya, Anda bisa melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “penipuan+nama perusahaan yang ingin kamu cari”. Banyak forum online yang membahas penipuan yang dilakukan beberapa perusahaan palsu.

2. Perhatikan Tata Bahasa yang Digunakan

Lowongan kerja palsu kerap kali menulis dengan tata bahasa yang berantakan, termasuk dalam teknis penulisan seperti penggunaan huruf kapital. Tidak jarang pula banyak typo dan ejaan yang salah ditemukan dalam deskripsi lowongan.

Kecermatan dan ketelitian sangat dibutuhkan saat membaca lowongan kerja. Patut dicurigai jika bahasa yang digunakan terasa aneh.

Waspadai jika panggilan wawancara kerja diberikan melalui pesan singkat. Panggilan interview dari perusahaan biasanya diberikan melalui email atau telepon. Perusahaan biasanya mengumumkan daftar peserta interview melalui website atau sosial media resmi mereka.

Photo by Sebastian Herrmann on Unsplash
Photo by Sebastian Herrmann on Unsplash

3. Cari Tahu dari Mana Lowongan Berasal

Jika informasi lowongan kerja didapat dari sosial media atau WhatsApp, cek terlebih dahulu keasliannya dengan mengunjungi website, email, serta nomor telepon perusahaan. Jika dirasa aneh, bisa dipastikan lowongan kerja tersebut palsu.

Meski sudah ada beberapa platform pencarian lowongan kerja seperti LinkedIn, JobStreet, Kalibrr, dan lain sebagainya, lebih aman lagi jika Anda mencari lowongan kerja dari laman resmi perusahaan. Website perusahaan besar biasanya mencantumkan menu karier atau lowongan kerja. Anda cukup klik menu tersebut dan lihat lowongan kerja yang sedang dibuka.

4. Hubungi Perusahaan Terkait via Email

Jika mendapati lowongan pekerjaan, bisa langsung Anda tanyakan terlebih dahulu ke perusahaan. Apa benar sedang membuka lowongan kerja, cantumkan pula tautan atau link lowongan kerja yang Anda dapatkan.

Menu kontak biasanya terdapat dalam situs resmi perusahaan. Cari bagian “About us”, “Tentang Kami”, “Contact Us” atau “Kontak” yang mencantumkan kontak email atau nomor telepon kantor.

Jika tidak, coba hubungi akun media sosial resmi perusahaan, karena hampir setiap perusahaan sekarang memiliki akun medsos.

Penting untuk Diperhatikan

Dari semua hal di atas, hal yang terpenting yang perlu diketahui adalah pencurian identitas. Selain penipuan, identitasmu di CV, ijazah, bahkan KTP yang kamu kirim, bisa saja disalahgunakan oleh si penipu.

Berhati-hatilah saat mencari atau menemukan lowongan kerja yang mencurigakan. Di situs penyedia lowongan kerja atau LinkedIn sekalipun, banyak kasus lowongan kerja palsu. Jadi sebelum mendaftar lowongan kerja, pastikan lowongan tersebut aman sehingga kamu tidak menyesal dan kecewa nantinya.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation