Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Permainan Kekuasaan Gak Pernah Berhenti, Perlu Belajar dari ICAC

Para penguasa selalu memiliki banyak cara untuk mempertahankan kekuasannya. Maka dari itu Indonesia perlu belajar dari ICAC

An Nisa Khudd Runnada  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Fenomena korupsi sayangnya merupakan sebuah fenomena yang cukup lazim ditemukan di Indonesia. Bahkan, Indonesia dinyatakan sebagai salah satu negara dengan indeks kasus korupsi terbesar di dunia. Ternyata fenomena itu sudah ditemukan bahkan di masa lampau. Karenanya, sangat menarik untuk menilik lebih dalam mengenai fenomena ini di tengah masyarakat Indonesia. Perilaku korupsi sudah memberikan kerugian besar bagi negara sehingga urgensi untuk memahami fenomena ini menjadi sangat tinggi. Dibutuhkan pemahaman hingga ke akar untuk memberantas perilaku tidak terpuji tersebut.

Apabila menilik sejarah masa lampau, perilaku korupsi seperti penyuapan atau pencucian uang merupakan sebuah cara bagi seseorang yang mempunyai kekuasaan untuk mempertahankan kekuasaannya tersebut. Orang tersebut akan memberikan hadiah maupun upeti bagi orang lain. Ada berbagai macam alasan yang mendasari tindakan tersebut, alasan pertama adalah meraih simpati dari orang lain. Perasaan simpti bisa menjadi sebuah hal yang sifatnya transaksional. Seseorang menerima sesuatu yang dianggapnya bernilai dari orang lain. Karena mendapatkan hal tersebut, muncul rasa simpati pada diri orang tersebut terhadap pemberinya. Rasa simpati ini dimanfaatkan oleh pemberi hadiah guna memantapkan kekuasaannya terhadap sekelompok orang atau institusi tertentu. Seseorang yang berkuasa tidak akan mungkin mempertahankan kuasanya tanpa adanya pendukung atau simpatisan.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation