Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Rusun Pasar Rumput Jadi Lokasi Cadangan Pasien Covid-19

Rusun Pasar Rumput merupakan lokasi cadangan yang akan difungsikan sebagai area isolasi terpusat apabila lonjakan pasien di RSD Wisma Atlet dan Rusun Nagrak terus meningkat

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, Dirjen Perumahan, Khalawi Abdul Hamid, serta Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa 1, Bisma Staniarto melakukan peninjauan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 di rumah susun (rusun) Pasar Rumput (28/06). Rusun Pasar Rumput merupakan lokasi cadangan yang akan difungsikan sebagai area isolasi terpusat apabila lonjakan pasien di RSD Wisma Atlet dan Rusun Nagrak terus meningkat.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat progress persiapan tempat seperti sarana dan prasarana untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

Untuk saat ini, progressnya telah mencapai pada tahap pemasangan AC, tempat tidur, dan fasilitas kesehatan lainnya. “Saya diminta untuk memberi arahan dari RSD Wisma Atlet Kemayoran karena dengan kenaikan kasus covid ini Kementerian PUPR menyiapkan sarana dan prasarana. Terdapat 3 tower yang kita siapkan, bekerja sama dengan BNPB untuk menyiapkan prasarana nya berupa tempat tidur dan ac untuk 689 kamar” ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

“Untuk fasilitas nakes kita siapkan sendiri, diusahakan supaya tidak mengganggu aktivitas pasar. Pasien yang dapat masuk ke Rusun Pasar Rumput harus sesuai rujukan dari RSD Wisma Atlet Kemayoran” tambahnya.

Tonton juga:

Genap setahun layani COVID-19, RSD Wisma Atlet sudah terima tiga penghargaan bergengsi. Mulai dari penghargaan MURI hingga dari Kementerian PANRB.

Datang juga berkunjung, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol, Listyo Sigit Prabowo bersama Dirjen Perumahan, Khalawi Abdul Hamid dan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa 1, Bisma Staniarto meninjau ke Rusun Pasar Rumput yang merupakan tempat isolasi mandiri kategori OTG pasien Covid-19 (27/06).

Dalam tinjauan ini membahas mengenai persiapan sarana dan prasarana pada Rusun Pasar Rumput.

Karena kasus Covid-19 yang terus meningkat, Panglima TNI menghimbau kepada masyarakat supaya menanamkan rasa kesadaran dengan menggunakan masker, membatasi kegiatan sosial, dan saling mengingatkan jika terjadi kerumunan.

Panglima TNI turut mengutarakan jika terjadi kekurangan pada Tenaga Kesehatan (Nakes), TNI-Polri akan bertindak dengan intervensi dalam menambahkan Nakes.

PUPR: Rusun Bisa Dijadikan Tempat Isolasi

Dok PUPR
Dok PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengizinkan pemanfaatan sejumlah rumah susun sewa (Rusunawa) di beberapa daerah sebagai tempat perawatan karantina atau isolasi bagi masyarakat yang terpapar Covid-19.

"Kami siap memberikan izin bagi pemerintah daerah yang ingin memanfaatkan Rusunawa yang dibangun Kementerian PUPR sebagai tempat perawatan dan karantina bagi masyarakat yang terjangkit Covid-19," kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (7/4).

Khalawi menerangkan, Kementerian PUPR siap berkoordinasi dengan Pemda setempat dalam penanganan Covid-19 di daerah. Ia juga menyatakan, adanya pemanfaatan Rusunawa dinilai tepat mengingat bangunan vertikal tersebut juga telah dilengkapi berbagai fasilitas dan mebel seperti tempat tidur dan lemari pakaian serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan tim paramedis dalam merawat pasien.

Lebih lanjut Khalawi menerangkan, ada mekanisme yang harus dilaksanakan Pemda jika ingin memanfaatkan Rusunawa yang dibangun Kementerian PUPR. Salah satunya, lanjutnya, adalah dengan mengajukan surat permohonan pemanfaatan Rusun sebagai lokasi perawatan pasien Covid-19 serta mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Silakan Pemda ajukan surat permohonan ke Kementerian PUPR dan kami juga telah menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemanfaatan Rusunawa untuk perawatan pasien Covid-19," paparnya. Salah satu hal penting yang harus dilaksanakan antara lain Pemda tidak merombak terlalu banyak ruangan yang ada di Rusunawa. Selain itu, Pemda juga wajib mengembalikan fungsi bangunan vertikal tersebut sebagai hunian masyarakat apabila wabah Covid-19 telah mereda.

“Pemda harus mau mengembalikan fungsi dan tidak merombak ruang di Rusunawa yang ada saat ini. Jika wabah Covid-19 telah mereda maka fungsi Rusunawa sebagai hunian bagi masyarakat juga harus dilaksanakan dengan baik sesuai tujuan pembangunannya," ucapnya.

Khalawi juga meminta para pegawai Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan di daerah untuk berkoordinasi dengan Pemda setempat dalam upaya membantu Gugus Tugas Percepetan Penenganan Covid-19 di daerah.

Untuk itu, mereka juga wajib mengindahkan himbauan dari pemerintah untuk berada di rumah dan sedikit mungkin berinteraksi dengan orang lain dan jaga jarak fisik.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation