Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Banyak "Motor dan Mobil Goyang" Saat Isi Bensin, Apa sih Manfaatnya?

Saat sedang mengisi bensin, coba lihat sekitar. Masih adakah motor dan mobil goyang di sekitar Anda?

Edo Juvano  |  

Beberapa dari kalian pasti pernah melihat orang yang menggoyangkan kendaraannya ketika mengisi bensin. Banyak orang belum mengetahui manfaat dari itu, oleh karenanya tulisan ini akan membahas fenomena “motor dan mobil goyang” saat mengisi bensin.

Photo by Visual Karsa on Unsplash
Photo by Visual Karsa on Unsplash

Setidaknya sejumlah orang pernah melakukan hal ini. Kejadiannya bisa terlihat ketika seorang petugas berseragam SPBU sedang mengisi BBM sebuah kendaraan, dan pengemudi kendaraan tersebut berada tepat di samping kendaraan yang tengah diisi bahan bakar sambil menggoyang-goyangkan kendaraan tersebut.

Apa Manfaatnya?

Layak untuk dipertanyakan, apa sesungguhnya manfaat dari menggoyang-goyangkan kendaraan saat sedang mengisi bensin?

Dilansir dari laman Kompas, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Dr Jayan Sentanuhudy mengatakan, menggoyang-goyangkan mobil saat mengisi BBM sama sekali tidak ada manfaatnya. Menurutnya, BBM yang merupakan benda cair secara otomatis dapat mengisi ruang dalam tangki bensin tanpa harus digoyang-goyangkan.

“Orang melakukan seperti itu karena enggak ngerti saja,” kata Jayan kepada Kompas, Selasa (22/6).

Photo by Hanindito Prabandaru on Unsplash
Photo by Hanindito Prabandaru on Unsplash

Menurut Jayan, banyak masyarakat yang salah kaprah dan berpikir dengan menggoyang-goyang kendaraan, udara yang terjebak di dalam tangki bensin bisa keluar dan membuat BBM yang masuk akan semakin banyak. Namun anggapan itu sangatlah keliru. Pasalnya, udara akan naik dengan sendirinya karena massa jenisnya yang lebih ringan.

“Tapi itu (menggoyangkan kendaraan untuk mengeluarkan udara) juga enggak perlu. Massa jenis udara jauh lebih ringan daripada massa jenis BBM, jadi udara akan naik dengan sendirinya,” lanjut Jayan.

Lain halnya ketika kendaraan dogoyangkan karena BBM-nya berbentuk padat atau powder. Itu masih masuk akal guna membuat lebih compact atau pemadatan.

Bahaya! Bisa Menimbulkan Listrik Statis

Meski di kota-kota besar kebiasaan ini sudah jarang ditemukan, namun di pelosok daerah masih sangat sering terjadi. Pelakunya mulai dari sopir kendaraan umum, pribadi, hingga pengendara sepeda motor.

Bahkan ada pula kejadian ketika angkutan umum seperti angkot yang digoyang oleh supirnya saat isi bensin, padahal di dalamnya masih terdapat beberapa penumpang.

Alasan tidak masuk akal selain agar bensin bisa masuk ke seluruh ruang tangki biasanya adalah agar bensin cepat terisi.

Menggoyang-goyangkan kendaraan ketika mengisi BBM justru memiliki dampak negatif, yakni berpotensi menyebabkan kebakaran.

“Kalau digoyang-goyang, nosel pengisi BBM akan bergesekan dengan lubang tangki yang terbuat dari pelat besi. Meski kecil, namun tetap ada kemungkinan bisa memicu percikan api karena bergesekan,” kata Jayan.

Nosel adalah perangkat yang dirancang untuk mengontrol arah atau karakteristik aliran cairan saat keluar sebuah ruang tertutup atau pipa. Sebuah nozzle umumnya berbentuk pipa atau tabung dari berbagai variasi luas penampang, dan dapat digunakan untuk mengarahkan aliran cairan.

Dikhawatirkan, menggoyang-goyangkan kendaraan saat mengisi BBM bisa menimbulkan kebakaran karena ujung nosel jadi bergesekan dan menimbulkan listrik statis. Walaupun potensinya kecil, tapi kemungkinan terbakar tetap ada karena gesekannya terjadi berulang kali.

Terlebih, jika si pengemudi terlampau semangat menggoyang kendaraannya, otomatis gesekannya akan semakin kencang pula.

Hal mengenai listrik statis ini memang terkesan sepele, namun berbahaya ketika mengisi bensin dengan jerigen plastik. Pasalnya, pertemuan antara dua muatan yang berbeda akan terjadi. Nosel terbuat dari besi, dan jerigen yang umumnya terbuat dari plastik.

Itulah mengapa jerigen besi relatif aman untuk membeli bahan bakar di SPBU. Meski demikian, alangkah lebih baik jika tetap dihindari karena semua memiliki potensi terjadinya kebakaran.

Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke sebuah mobil di Pertashop Desa Sibedi, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (23/6/2021). Pertamina menargetkan membangun 10 ribu Pertashop di seluruh Indonesia pada tahun ini dengan melibatkan BUMDes, UMKM dan koperasi yang ada di wilayah pembangunannya. ANTARAFOTO/Basri Marzuki/rwa.
Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke sebuah mobil di Pertashop Desa Sibedi, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (23/6/2021). Pertamina menargetkan membangun 10 ribu Pertashop di seluruh Indonesia pada tahun ini dengan melibatkan BUMDes, UMKM dan koperasi yang ada di wilayah pembangunannya. ANTARAFOTO/Basri Marzuki/rwa.

Ada tiga material yang jangan sampai bergesekan ketika di SPBU, yakni bahan bakar, oksigen, dan percikan. Selain percikan api atau bunga api, panas yang berlebih juga bisa menimbulkan kobaran api.

Itulah alasan mengapa mesin kendaraan harus dimatikan ketika sedang mengisi bahan bakar di SPBU, karena untuk meredam hawa panas dari mesin kendaraan. Bayangkan bahaya yang ditimbulkan jika mesin kendaraan masih hidup dan digoyang saat sedang mengisi bahan bakar.

Lagian selain bahaya, menggoyang-goyangkan kendaraan jelas buang-buang tenaga. Ikuti saja prosedur yang tertera pada SPBU seperti mematikan mesin, tidak menggoyang-goyangkan kendaraan, dan tidak menelepon karena sinyalnya bisa jadi pemantik saat ada uap bensin yang sudah bercampur udara.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation