Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

“Apa Namanya” Kalimat yang Sering Terlontar Saat Meeting. Ini Cara Menghindarinya

"Apa Namanya,” sebuah kalimat yang sering dilontar seseorang saat berpendapat di muka umum. Bisa terjadi saat meeting, berpidato, atau memberikan kata sambutan secara spontan.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

"Apa Namanya,” sebuah kalimat yang sering dilontar seseorang saat berpendapat di muka umum. Bisa terjadi saat rapat (meeting), berpidato, atau memberikan kata sambutan secara spontan.

Biasanya hal tersebut terjadi lantaran gugup. Sehingga untuk mengulur waktu ketika memberi jeda sembari mikir kalimat selanjutnya.

Apalagi saat pandemi seperti ini. Meeting virtual membuat kita jadi sering berbicara di muka umum. Bagi orang yang sudah sering berbicara mungking tidak menjadi masalah. Namun bagi yang jarang tampil, hal ini menjadi sebuah masalah. Lantas bagaimana cara mengatasi hal ini. Mari kita bahas.

 1. Mencatat poin-poin penting yang Ingin Disampaikan

Biasanya hal yang membuat gugup adalah kita lupa hal apa yang selanjutnya akan disampaikan ketika berbicara. Dalam teknik pidadoto ada yang disebut dengan metode ekstemporan. Dalam metode ini anda mencatat poin-poin penting yang akan disampaikan.

Ketika mengeksekusinya anda hanya perlu melakukan eksplorasi dari poin-poin tersebut. Kekurangan yang mungkin terjadi adalah melebarnya pidato dari poin-poin yang sudah ditentukan. Meskipun begitu poin-poin yang dicatat juga bisa menjadi batasan dari pidatomu.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
2. Melatih public speaking

2. Melatih public speaking

Unsplash
Unsplash

Mungkin Anda menemukan banyak masalah saat melakukan rapat virtual. Selain masalah teknologi, kendala lainnya seperti sulit menafsirkan gerak tubuh seseorang, sulit memusatkan perhatian audiens, hingga sulit bicara di hadapan banyak orang.

Kecemasan Anda juga mungkin banyak berasal dari kesulitan bicara di depan umum. Jika masalah ada pada kesulitan bicara di depan umum, maka Anda perlu melatih kemampuan public speaking.

Tonton juga:

Pandemi bukan masalah bagi perkembangan dunia digital. Banyak hal nyata yang tergantikan, tak terkecuali influencer.

Mengutip Healthline, meluangkan waktu untuk berlatih bicara dengan jelas dan keras bisa jadi cara melatih kemampuan public speaking.

Selain itu, latih lah kepercayaan diri dengan percaya bahwa Anda punya hal yang dibutuhkan orang lain. Hal itu akan membuat Anda lebih percaya diri saat presentasi.

3. Sambil berdiri

Virtual meeting biasanya dilakukan sambil duduk, menghadap layar komputer, dibantu dengan layar presentasi. Namun, tak ada salahnya untuk presentasi sambil berdiri, seperti rapat langsung pada umumnya.

Menurut Forbes, ketika berdiri, Anda jadi lebih menonjol dalam sebuah rapat. Hal itu akan membantu Anda lebih terpusat, tidak lagi khawatir audiens tak memperhatikan Anda saat sedang presentasi.

4. Memfokuskan perhatian pada meeting

Unsplash
Unsplash

Selayaknya rapat langsung, rapat virtual juga tak lepas dari kemunculan gangguan minor seperti telepon berdering, pesan dari teman, atau anggota keluarga yang memanggil.

Distraksi sedikit bisa mengacaukan momen saat Anda menyampaikan materi. Idealnya, mulai lah rapat dengan kondisi tenang, dan memastikan rapat berjalan tanpa distraksi apa pun.

Anda bisa memberitahu keluarga atau orang di rumah bawah Anda sedang rapat sehingga tidak ada gangguan dari dalam rumah. Mengirimkan pesan pada teman atau kolega bahwa Anda sedang dalam rapat juga bisa dilakukan sehingga tak ada pesan bertumpuk pada ponsel yang bisa mengacaukan konsentrasi.

5. Jadi Diri Sendiri

Rapat virtual tak harus selalu formil. Stres karena pandemi bisa saja dialami oleh rekan kerja sehingga rapat yang formal, kaku, akan menambah beban pikiran.

Anda bisa menjadi diri sendiri ketika rapat virtual. Tambahkan beberapa gurauan singkat untuk menyegarkan suasana sebelum memulai presentasi bisa membawa hal baik.

Suasana rapat virtual jadi lebih kasual, membuat Anda lebih percaya diri saat presentasi. Namun, tanpa kehilangan esensi pekerjaan.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation