Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Rusun Pasar Rumput akan Dijadikan Alternatif Tempat Isoman Kategori OTG

Kementerian PUPR, Ditjen Perumahan, Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa 1 melakukan kunjungan pada tanggal (19/06) ke Rusun Pasar Rumput.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kementerian PUPR, Ditjen Perumahan, Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa 1 melakukan kunjungan pada tanggal (19/06) ke Rumah Susun atau Rusun Pasar Rumput.

Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan rusun Pasar Rumput yang akan segera dijadikan sebagai alternatif tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG)  yang berada di Jakarta.

Turut hadir Direktur Jenderal Perumahan, Khalawi Abdul Hamid dan Kepala BP2P Jawa 1, Bisma Staniarto dalam kunjungan ke rusun Pasar Rumput.

Tambahan, rusun ini terdapat 3 tower dengan total kapasitas 1.984 unit kamar. Untuk pengoperasian tahap pertama akan menggunakan tower 1 yang dapat diisi 600 unit kamar, dari 25 lantai yang tersedia akan digunakan lantai 4 hingga lantai 25 terlebih dahulu sebagai ruang isolasi mandiri kategori OTG.

“Rusun ini akan segera beroperasi dalam 1 minggu atau 10 hari mendatang. Progress pertama akan ada perhitungan terlebih dahulu karena ada persiapan mengenai pemasangan fasilitas tempat tidur, penyejuk ruangan, dan fasilitas lainnya” ujar Dirjen Perumahan, Khalawi Abdul Hamid dalam kunjungannya.

Dipastikan selama progress persiapan rusun ini berlangsung, tidak akan mengganggu aktivitas pasar yang berada di lantai dasar pada rusun Pasar Rumput.

PUPR: Rusun Bisa Dijadikan Tempat Isolasi

Dok PUPR
Dok PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengizinkan pemanfaatan sejumlah rumah susun sewa (Rusunawa) di beberapa daerah sebagai tempat perawatan karantina atau isolasi bagi masyarakat yang terpapar Covid-19.

 "Kami siap memberikan izin bagi pemerintah daerah yang ingin memanfaatkan Rusunawa yang dibangun Kementerian PUPR  sebagai tempat perawatan dan karantina bagi masyarakat yang terjangkit Covid-19," kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (7/4).

Tonton juga:

Genap setahun layani COVID-19, RSD Wisma Atlet sudah terima tiga penghargaan bergengsi. Mulai dari penghargaan MURI hingga dari Kementerian PANRB.

 Khalawi menerangkan, Kementerian PUPR siap berkoordinasi dengan Pemda setempat dalam penanganan Covid-19 di daerah. Ia juga menyatakan, adanya pemanfaatan Rusunawa dinilai tepat mengingat bangunan vertikal tersebut juga telah dilengkapi berbagai fasilitas dan mebel seperti tempat tidur dan lemari pakaian serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan tim paramedis dalam merawat pasien.

Lebih lanjut Khalawi menerangkan, ada mekanisme yang harus dilaksanakan Pemda jika ingin memanfaatkan Rusunawa yang dibangun Kementerian PUPR. Salah satunya, lanjutnya, adalah dengan mengajukan surat permohonan pemanfaatan Rusun sebagai lokasi perawatan pasien Covid-19 serta mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

 “Silakan Pemda ajukan surat permohonan ke Kementerian PUPR dan kami juga telah menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemanfaatan Rusunawa untuk perawatan pasien Covid-19," paparnya. Salah satu hal penting yang harus dilaksanakan antara lain Pemda tidak merombak terlalu banyak ruangan yang ada di Rusunawa. Selain itu, Pemda juga wajib mengembalikan fungsi bangunan vertikal tersebut sebagai hunian masyarakat apabila wabah Covid-19 telah mereda.

“Pemda harus mau mengembalikan fungsi dan tidak merombak ruang di Rusunawa yang ada saat ini. Jika wabah Covid-19 telah mereda maka fungsi Rusunawa sebagai hunian bagi masyarakat juga harus dilaksanakan dengan baik sesuai tujuan pembangunannya," ucapnya.

 Khalawi juga meminta para pegawai Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan di daerah untuk berkoordinasi dengan Pemda setempat dalam upaya membantu Gugus Tugas Percepetan Penenganan Covid-19 di daerah.

Untuk itu, mereka juga wajib mengindahkan himbauan dari pemerintah untuk berada di rumah dan sedikit mungkin berinteraksi dengan orang lain dan jaga jarak fisik.

 

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation