Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Fenoma Strawberry Supermoon di Bulan Juni. Yuk Simak Cara Menyaksikannya

Kamis, 24 Juni 2021, fenomena strawberry supermoon atau bulan purnama stroberi akan dapat disaksikan. Bagaimana cara menyaksikannya?

Indra Dahfaldi  |  

Kamis, 24 Juni 2021, fenomena strawberry supermoon atau bulan purnama stroberi akan dapat disaksikan. Ini merupakan yang terakhir pada 2021. Menurut NASA, selama 2021, terjadi empat kali supermoon. Supermoon pertama muncul pada Maret; yang kedua, pada April; yang ketiga, pada Mei lalu; dan yang terakhir, yakni strawberry supermoon, pada 24 Juni 2021.

Komunikator sains NASA, Andrea Jones, kepada Live Science mengatakan selama bulan purnama, matahari, bumi, dan bulan berjejer sepanjang garis 180 derajat. Tetapi karena orbit bulan sedikit berbeda dari Bumi, biasanya bulan sedikit lebih tinggi atau sedikit lebih rendah dari bayangan Bumi, yang memungkinkan cahaya matahari untuk menerangi sepenuhnya sisi bulan yang menghadap ke bumi.

Lalu apa itu strawberry supermoon? Kapan kita dapat menyaksikannya. Mari kita bahas.

Kok Strawberry Supermoon?

Unsplash
Unsplash

Menurut Almanak, istilah 'Strawberry Supermoon' muncul karena pada bulan-bulan ini, masyarakat di timur laut Amerika Serikat dan sebagian Kanada timur memanen stroberi yang matang. Salah satunya suku Algonquin.

Sementara itu, orang Eropa juga menyebut fenomena ini sebagai bulan Mawar, karena bunga tersebut mekar di bulan Juni. Bulan purnama stroberi juga disebut 'bulan panas' karena kerap muncul tepat sekitar awal musim panas.

Dilansir dari USA Today dan Live Science,strawberry supermoon akan menghiasi langit mulai Rabu usai tenggelam matahari hingga Kamis di seluruh dunia. Meski namanya supermoon, sebenarnya bulan purnama yang akan terjadi ini bukanlah yang terbesar pada 2021.

Tonton juga:

Utqiagvik, sebuah kota di Alaska, Amerika Serikat, melihat Matahari untuk terakhir kalinya di tahun ini pada hari Minggu (18/11). Pasalnya pada hari itu kota berpenduduk 4 ribu orang ini mulai merasakan periode 65 hari kegelapan yang dikenal sebagai polar night atau malam kutub.

Sepanjang 2021, super blood moon, yang jatuh pada Mei lalu, merupakan yang terbesar. Bulan purnama ini juga dibarengi gerhana bulan. Istilah 'supermoon' sendiri diciptakan oleh seorang astrolog pada 1979 dengan definisi posisi bulan yang lebih dekat dengan bumi dari biasanya. Supermoon bisa berukuran hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari bulan purnama biasa.

Rata-rata, bulan berada 240.000 mil (386.000 kilometer) dari Bumi. Namun, selama orbit bulanannya saat ini, bulan akan berada paling dekat dengan Bumi (pada perigee) mulai Rabu ini, yakni sekitar 223.600 mil (359.800 km).

Meski dinamakan 'strawberry supermoon', masyarakat yang menyaksikan tak akan menemukan warna merah seperti stroberi pada umumnya. Strawberry supermoon akan tampak berwarna kuning atau oranye.

Bagaimana cara menyaksikan Strawberry Supermoon di Indonesia?

Unplash
Unplash

Wilayah menyaksikan Supermoon Secara umum, Indonesia dapat menyaksikan Strawberry Supermoon ini sejak beberapa menit sebelum terbenam Matahari (24 Juni) dari arah Timur-Tenggara (arah yang sama ketika Matahari terbit saat Solstis Desember).

Kemudian, berkulminasi keesokan harinya (25 Juni) sekitar tengah malam di arah selatan dan terbenam setelah terbit Matahari di arah barat-barat daya. Masyarakat Indonesia tak perlu khawatir, Andi mengungkapkan, fenomena Strawberry Supermoon dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. "Lokasinya di seluruh Indonesia," ujar Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lapan, Andi Pengerang seperti dilansir Kompas.com.

Cara menyaksikan Masyarakat juga dapat menyaksikan secara langsung tanpa bantuan alat optik lain. Mengingat waktu terbit terbenamnya Bulan berbeda-beda bergantung dari lokasi geografis dan zona waktu yang dipakai, maka waktu pengamatannya juga berbeda-beda.

Terkait durasi, fenomena Strawberry Supermoon bisa diamati seperti Bulan Purnama lainnya, yakni dari terbit Bulan saat Matahari terbenam sampai keesokan hari saat Bulan terbenam. Ia menambahkan, jika ingin mengamati fenomena alam ini, sebaiknya obyek pandang kita tidak terhalang oleh apapun, misalnya bukit, gunung ataupun bangunan tinggi di sekeliling kita. "Pastinya semoga cuaca juga cerah," lanjut dia.

Masyarakat juga dapat melihat live streaming Supermoon melalui aplikasi seperti Live Start Chart, Daffmoon, Sun Surveyor dan Stellarium Mobile. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat diakses melalui gawai atau ponsel.

Soal Fase Bulan Purnama Berdasarkan artikel dari Lapan soal Fenomena Astronomis yang Terjadi pada Juni 2021, Indoneisa mengalami Fase Bulan Purnama pada 24-25 Juni 2021. Fase Bulan Purnama atau disebut juga fase oposisi solar Bulan adalah konfigurasi ketika Bulan terletak membelakangi Matahari dan segaris dengan Bumi dan Matahari.

Mengingat orbit Bulan yang membentuk sudut 5,1 derajat terhadap ekliptika, Bulan tidak selalu memasuki bayangan Bumi ketika fase Bulan Purnama. Sehingga setiap fase Bulan Purnama tidak selalu beriringan dengan gerhana Bulan.

 

 

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation