Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Mengenal Silent Treatment dan Dampaknya dalam Hubungan Pertemanan

Ketika hubungan renggang, tiap orang punya caranya masing-masing buat menyikapi, salah satunya dengan silent treatment.

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Dalam hubungan pertemanan, seseorang pasti pernah mengalami saat-saat renggang, mulai dari jarang kontakan sampai gak mau ngeliat muka satu sama lain karena satu dan lain hal. Ketika hal ini terjadi, tiap orang punya caranya masing-masing buat menyikapi, salah satunya dengan silent treatment.

Photo by Obie Fernandez on Unsplash
Photo by Obie Fernandez on Unsplash

Silent treatment adalah metode hukuman dan manipulasi psikologis yang pasti pernah kita alami secara sadar atau tidak, dengan cara mengabaikan orang lain. Ini gak cuma berlaku buat pertemanan doang, tapi juuga hubungan lain seperti percintaan, keluarga, rekan kerja, bahkan interaksi dengan orang asing.

Artikel ini bakal ngejelasin mengapa orang menggunakan silent treatment untuk mengabaikan orang dalam suatu hubungan, seberapa serius konsekuensinya, dan bagaimana cara menghadapinya. Ketika sudah lebih memahami alasan mengapa orang melakukan ini, kalian bisa belajar memecahkan masalah dalam hubungan dengan cara yang berbeda dan lebih positif.

Mengapa Orang Melakukan Silent Treatment?

Melansir dari laman Life Hack, ada beberapa alasan mengapa seseorang mengabaikan orang lain. Alasan yang pertama adalah seseorang menyalahkan orang lain atas masalah yang sebenarnya masalah orang itu sendiri.

Seseorang mungkin pernah marah kepada Anda, tapi tidak cukup dewasa untuk membicarakannya langsung di depan Anda. Kemudian orang itu menyalahkan Anda atas suatu masalah yang sebenarnya masalahnya sendiri dan mengabaikan Anda sehingga masalah itu hilang. Ironisnya, hal ini justru bisa memperburuk keadaan.

Alasan yang kedua adalah perasaan ingin menyakiti orang lain. Mereka mungkin sengaja mencoba menyakiti karena tidak peduli dengan perasaan Anda, atau tidak menghormati Anda.

Hal ini memberi mereka kendali atas situasi dan kekuasaan atas Anda. Mereka bahkan bisa mencoba mengubahnya sehingga mereka menjadi korban dan menyangkal bahwa ada masalah, sehingga perasaan Anda menjadi tidak relevan.

Mereka pikir itu hal yang benar atau baik untuk Anda

Ketika seseorang mengabaikan Anda, mereka mungkin tidak menyadari kerugian yang ditimbulkannya. Atau mungkin mereka menyadari namun tidak memberi tahu Anda itu untuk menghindari konfrontasi. Padahal tanpa sadar, mereka telah melakukannya dengan cara yang salah.

Artikel ini tidak mengatakan bahwa orang yang mengabaikan orang lain secara otomatis adalah orang jahat. Setiap orang memiliki masalah mereka sendiri, dan hidup itu sulit, jadi mencari tahu cara yang tepat untuk menghadapi berbagai hal tidak selalu mudah. Terkadang, yang Anda butuhkan hanyalah waktu dan hubungan bisa pulih dengan sendirinya.

Dampak Silent Treatment Bagi Hubungan Sosial

Menyebabkan Trauma Psikologis atau Stres

Ada berbagai macam emosi luar biasa yang datang karena silent treatment. Korban mungkin mengalami depresi, kemarahan, frustrasi, perasaan gelisah, rasa bersalah, kesepian, atau bahkan sampai putus asa.

Ketika keberadaan dan perasaan seseorang diabaikan dan tidak dihargai, mereka merasa tidak dihargai, tidak dicintai, tidak berharga, dan tidak berarti. Seperti benda tua yang dibuang karena tidak ada ruang lagi untuk benda itu.

Kemungkinan Berefek Samping Serius bagi Fisik

Ada bagian dari otak kita yang dirancang khusus untuk mendeteksi berbagai tingkat rasa sakit yang disebut korteks cingulate anterior, dan aktif ketika seseorang menerima silent treatment. Ketika seseorang diabaikan, otak mereka memberi tahu mereka bahwa mereka kesakitan secara fisik.

Photo by Damir Spanic on Unsplash
Photo by Damir Spanic on Unsplash

Gejalanya bisa berupa apa saja mulai dari sakit kepala, sakit perut, insomnia, kecemasan, dan kelelahan. Keadaan stres emosional yang berbeda dapat menyebabkan risiko kesehatan yang lebih serius, seperti gangguan makan, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, pembekuan darah, masalah saluran kemih dan usus, disfungsi ereksi, dan kanker.

Dapat Merusak Hubungan

Seringkali masalah di sini adalah komunikasi. Dalam suatu hubungan, salah satu pihak mungkin mengabaikan atau menjauhkan diri dari yang lain tanpa peduli reaksi pihak lainnya. Masing-masing pihak mungkin merasa masalahnya ada pada yang lain, dan alih-alih berkomunikasi satu sama lain, mereka menunggu yang lain untuk mengakui bahwa mereka salah dan meminta maaf.

Tapi dalam situasi ini, masing-masing lebih peduli tentang kebenaran daripada hubungan mereka. Atau salah satu atau kedua pihak mungkin merasa menjadi orang yang lebih besar dengan tidak berinteraksi dengan yang lain, padahal kenyataannya yang terjadi adalah sebaliknya. Tanpa disadari, hal ini bisa mengurangi kerekatan hubungan, mengurangi kepercayaan antara satu pihak dan pihak lainnya, dan juga memicu perilaku agresif.

Silent treatment bisa jadi pola yang menghambat kemampuan berkomunikasi secara efektif. Banyak orang tidak menyadari bahayanya yang hanya menambah masalah.

Cara Menghadapi Silent Treatment

Hal pertama yang harus dilakukan ketika merasa diperlakukan silent treatment adalah tenang, lupakan kemarahan dan ego Anda, kemudian minta maaf saja. Lakukan percakapan seperti orang dewasa. Tidak ada gunanya tetap diam.

Jika Anda yang diabaikan, lakukan yang terbaik untuk mencari tahu apa yang salah; bukannya malah balik mengabaikan. Jika salah satu atau kedua pihak butuh ruang, buatlah karena komunikasi sering menjadi masalah, coba untuk mendiskusikan dan memahami situasinya. Pemahaman adalah kunci pada situasi seperti ini.

  Photo by Damir Spanic on Unsplash
Photo by Damir Spanic on Unsplash

Sebagian alasan mengapa orang yang mengabaikan mungkin merasa kesal adalah karena mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan gak nemu alasan mengerti mengapa mereka harus berkompromi. Bergantung pada situasinya, mereka mungkin tidak melihat seberapa besar mereka menyakiti Anda. Pastikan orang lain tahu bahwa Anda peduli padanya, dan bahwa Anda akan siap untuk mendengarkan ketika mereka siap untuk berbicara.

Jika seseorang dengan sengaja mencoba menyakiti Anda melalui silent treatment dan bertindak atas dasar kebencian, maka sangat mungkin mereka menikmati reaksi negatif Anda. Jangan terus meminta mereka untuk berbicara dengan Anda, karena bagi mereka, permintaan itu hanya membuat mereka merasa semakin benar. Mungkin saja hubungan itu tidak sehat, dan harus diakhiri sama sekali.

Singkatnya, jangan abaikan orang, terutama orang-orang terdekat Anda. Percayalah, semua orang akan merasa lebih baik jika Anda meluangkan waktu untuk memilah-milah situasi untuk memahami dan kembali berkomunikasi.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation