Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Ghibah adalah Budaya Kami

Budaya membicarakan orang lain merupakan sebuah fenomena yang sudah ada sejak dulu.

azmi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Masyarakat dunia mengenal Indonesia akan keramah-tamahannya. Dari SD saya sudah mendapat doktrin akan hal tersebut, dan saya mengilhaminya. Saking lekatnya budaya ramah tamah, Pakdhe-pakdhe yang memakai caping dan membawa cangkul saja terkadang masih ditanya “mau ke sawah pakdhe?” padahal itu merupakan pertanyaan retoris karena tidak mungkin pergi ke bank memakai caping dan membawa cangkul, atau seorang gadis yang hanya sekadar mengantar oleh-oleh ke tetangga seringkali mendapat tawaran untuk mampir dulu, dan jawaban templatenya adalah “makasih Tante tawarannya, tapi mungkin lain kali saja”.

Budaya ini seolah-olah mengharuskan kita untuk selalu ada topik obrolan ketika berkumpul dengan orang lain, tentu saja untuk menunjukkan kesan ramah. Durasi obrolan terkadang menentukan topik pembicaraan. Dalam kasus orang yang sudah saling kenal, di lima menit awal biasanya masih membicarakan seputar kesibukan masing-masing, menuju sepuluh menit seiring habisnya topik obrolan, biasanya muncul insting untuk membicarakan orang lain. Hal ini merupakan sebuah perpaduan antara ramah dan sifat dasar manusia yaitu ingin tahu atau kepo.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation