Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Dominasi Ruang Publik untuk Kepentingan Pribadi

Dilema frekuensi milik publik dan kepentingan segelintir pihak.

Rizka Maulia Indriani  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Televisi seyogyanya memiliki fungsi sebagai wadah yang memberikan fasilitas dalam pembentukan opini masyarakat. Idealnya, televisi seharusnya mampu menempatkan diri sebagai pihak yang netral dan bebas dari pengaruh kelompok-kelompok tertentu. Konsep ini merupakan gagasan yang dikenalkan pertama kali oleh Habermas yang kemudian disebut sebagai fungsi ruang publik atau public sphere. Menurut Habermas (dalam Calhoun, 1993), ruang publik adalah tempat dimana warga dapat berunding atau bermusyawarah dalam membahas hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

Selain itu, ruang publik juga berfungsi sebagai media yang menghubungkan antara pemerintah dengan warganya untuk mencapai konsensus publik yang sah. Namun, pada kenyataannya fungsi ini tidak berjalan semestinya di lapangan. Media massa, dalam hal ini televisi yang dimiliki oleh segelintir orang, hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Padahal, televisi menggunakan frekuensi elektromagnetik yang merupakan sumber daya yang terbatas. Bukankah sumber daya terbatas seharusnya digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik? Hal inilah yang kerap kali menimbulkan polemik yang sering kita dengar sebagai penyalahgunaan frekuensi publik.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation