Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Pembajakan Film Tak Kunjung Usai

Penyedia dan penonton film bajakan sama-sama tidak menghargai suatu karya.

Desita  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Fenomena pembajakan film di tanah air masih belum usai. Masih ada oknum tidak bertanggung jawab yang berusaha meraup keuntungan dengan cara ilegal. Padahal di era digital saat ini, sudah disediakan berbagai situs streaming film resmi yang mudah diakses dengan harga yang cukup terjangkau. Namun sayangnya, hal itu tidak membuat para penonton film bersedia untuk menghargai karya yang telah dibuat. Mereka lebih memilih menonton film di situs bajakan atau media sosial yang dinilai lebih lengkap dan gratis. Bahkan masyarakat kelas menengah ke atas pun kerap menonton film lewat situs ilegal. Hal itu telah menunjukkan bahwasanya pembajakan bukan masalah keterbatasan biaya atau akses saja, namun juga menjadi budaya yang telah mengakar dalam masyarakat.

Di Indonesia sendiri banyak kasus pembajakan film yang hanya berakhir dengan permohonan maaf saja. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kenapa banyak pembajak yang tidak jera hingga saat ini. Padahal mereka bisa dikenai hukuman yang telah diatur dalam UU Hak Cipta pasal 72 dan UU No. 8 Tahun 1992 tentang perfilman. Namun sayangnya, beberapa kasus pembajakan film tidak ditindak dengan tegas oleh institusi atau lembaga yang berwenang. Mengingat, kinerja lembaga hukum untuk mengusut kasus pembajakan film hanya akan berjalan jika ada aduan. Hal itu membuat para sineas harus mengumpulkan bukti, dokumen, dan saksi ahli agar dapat mengusut pelaku pembajakan.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation