Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Benarkah Urutan Saat Mandi Pengaruhi Risiko Stroke? Ini Faktanya

Banyak orang yang menyarankan mandi dengan membasahi area kaki terlebih dahulu. Benarkah urutan saat mandi pengaruhi risiko stroke?

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Selama ini, banyak orang yang menganggap mandi dengan langsung mengguyur air ke kepala dapat menyebabkan stroke. Oleh karenanya, banyak pula di antara orang-orang yang menyarankan mandi dengan membasahi area kaki terlebih dahulu. Benarkah urutan saat mandi pengaruhi risiko stroke?

Photo by Usman Yousaf on Unsplash
Photo by Usman Yousaf on Unsplash

Faktor risiko terbesar stroke adalah hipertensi. Jadi, urutan mandi seseorang tidak akan memicu stroke. Penyakit mematikan ini bisa terjadi dimana saja, tidak selalu di kamar mandi, terutama kalau seseorang memiliki sejumlah faktor risikonya.

Faktor Risiko Stroke

Faktor risiko stroke secara umum:
  • Faktor keturunan
  • Usia
  • Jenis kelamin (perempuan lebih berisiko daripada laki-laki)
  • Perubahan hormon
  • Penggunaan pil KB atau terapi hormon yang mengandung estrogen

Jika seorang individu atau keluarganya memiliki faktor-faktor risiko hipertensi tersebut, ada baiknya mempelajari dan memahami deteksi dini serta gejala stroke melalui FAST atau segera dilarikan ke rumah sakit supaya cepat mendapatkan penanganan dan memperbesar peluang bertahan hidup.

Perlu diketahui, salah satu cara untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan adalah dengan cara mengontrol pola makan dan gaya hidup sehat.

Jangan Mandi Air Dingin Saat Suhu Tubuh Panas dan Sebaliknya

Menurut pakar saraf Departemen Neurologi FKUI-RSCM Prof dr Teguh Ranakusuma, SpS (K), anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bagi sebagian orang, anggapan itu bisa jadi benar saat udara terlalu dingin namun suhu tubuh sedang dalam kondisi panas, begitu pun sebaliknya.

Maka dari itu, jika Anda sedang kepanasan atau kedinginan, sangat disarankan untuk tidak mengguyur air langsung ke kepala saat mandi. Bagi sebagian orang, mengguyur air langsung ke kepala dengan suhu yang berlawanan bisa jadi pemicu stroke.

Jika seseorang yang tubuhnya sedang kepanasan lalu langsung diguyur kepalanya dengan air dingin, bisa menyebabkan saraf kaget atau bahkan stroke bila terjadi pada orang yang tidak sehat
- Pakar Saraf UI Teguh Ranakusuma

Semua titik dan suhu dalam tubuh manusia baik yang berada di dalam maupun di luar berpengaruh pada aktivitas otak. Fungsi otak yang memonitor tubuh agar berfungsi secara normal, bisa sensitif terhadap sesuatu yang ganjil pada tubuh dan kemudian mempengaruhinya.

Photo by Jakayla Toney on Unsplash
Photo by Jakayla Toney on Unsplash

Selanjutnya, Prof Teguh menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki thermo regulator atau pengatur suhu di dalam otak. Ketika suhu tubuh panas, otak akan memerintahkan pembuluh darah untuk melebar supaya terjadi penguapan dan penurunan suhu. Begitu pula sebaliknya, otak akan memerintahkan pembuluh darah untuk menyusut jika tubuh kedinginan.

Jika pembuluh darah yang melebar karena kepanasan tiba-tiba disiram air dingin, maka pembuluh darah bisa pecah. Jika hal tersebut terjadi di pembuluh darah otak, bukan tidak mungkin seseorang akan terserang stroke. Hal yang sama terjadi pula saat pembuluh darah yang menyusut diguyur dengan air panas.

Kondisi ini sering terjadi pada orang yang suka mandi uap. Jika seseorang baru selesai mandi uap dan kemudian langsung masuk ruangan dingin, orang tersebut bisa pingsan. Intinya, perubahan suhu yang tiba-tiba bisa membahayakan pembuluh darah.

“Jadi orang yang memiliki penyakit jantung, hipertensi, ada masalah dengan pembuluh darah atau isi darahnya sendiri, harus hati-hati dengan perubahan suhu yang tiba-tiba. Kalau mau mandi sebaiknya diusap-usap dulu, jangan langsung diguyur ke kepala jadi biar beradaptasi dulu,” jelas Prof Teguh.

Lebih jauh lagi, Prof Teguh menyebutkan bahwa perubahan suhu yang tiba-tiba bisa menyebabkan stroke bila terjadi pada orang-orang yang mengidap penyakit tertentu, seperti:

  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan pembuluh darah (kardiovaskuler)
  • Gangguan darah

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation