Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Cuma Bertahan 4 Bulan, Perlukah Jalur Sepeda Rp 28 Miliar Dibongkar?

Anggaran jalur sepeda di Jakarta mahal, loh. Sayang banget kalau mau dibongkar, apalagi cuma gara-gara kepentingan ngebut roadbike.

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Tok! Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo setuju pembongkaran jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin. Eits, tunggu dulu, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria masih mau mengkaji dulu. Dasar pembongkarannya apa, Pak?

Pak Listyo yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI), pengurus olahraga balap sepeda, berpendapat pembongkaran jalur sepeda untuk selesaikan polemik pesepeda vs pemotor .

“Kami setuju, untuk masalah permanen akan dibongkar saja,”

Pihaknya akan studi banding ke luar negeri untuk riset lebih jauh soal pembongkaran jalur sepeda. Yah pake keluar negeri dulu, kan lagi pandemi pak...

Jalur sepeda permanen Jalan Sudirman-Thamrin yang ingin dibongkar Polri/Antara
Jalur sepeda permanen Jalan Sudirman-Thamrin yang ingin dibongkar Polri/Antara

Listyo berusaha mengakomodir pendapat anggota DPR F-Nasdem Ahmad Sahroni yang hobi sepedaan roadbike. Ia gak setuju sama jalur sepeda permanen karena dianggap gak efisien dan gak bisa dipakai roadbike buat ngebut.

Anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP, Gilbert Simanjuntak menambahkan pembuatan jalur sepeda permanen gak ada studinya. Anggaran sebesar Rp 28 miliar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut sia-sia karena gak sesuai kebutuhan masyarakat.

“Sejak awal itu bermasalah, dan gak sesuai kebutuhan masyarakat. Itu keputusan yang baik, bongkar saja,” ungkap Gilbert, dikutip dari Detik.

Riza Patria gak getir begitu saja atas rencana ini. Pihaknya akan mengkaji dan evaluasi terlebih dahulu jalur sepeda yang sudah masuk blueprint pembangunan kota Jakarta hingga tahun 2030. Pemprov ingin semua pesepeda terakomodasi sehingga masyarakat bisa beralih ke sepeda sebagai sarana mobilitas ibukota.

Pesepeda roadbike melintas di jalanan ibukota/Antara
Pesepeda roadbike melintas di jalanan ibukota/Antara

Jangan Dibongkar Hanya Karena Pejabat Hobi Roadbike

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio mempertanyakan dasar keputusan polisi dan DPR membongkar jalur sepeda permanen. Sudah jelas jalur sepeda dipertuntukkan untuk masyarakat sebagai transportasi alternatif di ibu kota.

“Jalur sepeda itu buat transportasi orang supaya kurangi kendaraan pribadi, bukan untuk kebut-kebutan,” ungkapnya kepada Opini.

Ia menduga keputusan ini hanya mengakomodasi kalangan tertentu yang terganggu, terutama mereka yang hobi bermain roadbike kecepatan tinggi. Pasalnya, cara main pesepeda roadbike belakangan menjadi sorotan karena dianggap ugal-ugalan dan gak berada di jalur sepeda.

Gak bisa dipungkiri banyak pejabat dan anggota perwira polisi yang bermain roadbike. Sebut saja Ahmad Sahroni serta kepentingan Pak Listyo sebagai Ketua ISSI. Pejabat terkait dan polisi harusnya bisa menjadi wasit di tengah konflik, bukan terlibat permainan dan memihak golongan tertentu.

“Polisi harusnya bisa berpihak kepada masyarakat. Jangan sampai kebijakan dibentuk hanya karena untuk pamer sepeda mahalnya, harus mengacu kepentingan publik,” tegasnya.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno berpendapat pembongkaran jalur sepeda jangan hanya karena sepeda roadbike. Roadbike disarankan gak bermain di jalur Sudirman-Thamrin jika gak mau masuk jalur sepeda yang menurut mereka sempit.

Harusnya jalur sepeda bisa ditambah sehingga makin luas di jalanan Jakarta. Sangat mubazir kalau beton yang memakan anggaran Rp 28 miliar tersebut dibongkar setelah dipasang 4 bulan. Lebih baik ditambah dan diganti material yang lebih murah supaya jalur sepeda permanen tetap ada.

“Dengan jalur sepeda terlindungi akan menjamin keselamatan pesepeda,” ujar Djoko dikutip dari Kompas.

Polisi Harusnya Tegakkan Aturan

Direktur Institut for Transportation Development Policy region Asia Tenggara, Faela Sufa menyatakan polisi harusnya menegakkan aturan, bukan membongkar. Selain bukan domain polisi memutuskan sebuah kebijakan, pembongkaran juga gak selesaikan masalah.

“Apakah kalau dibongkar selesaikan masalah? Jangan-jangan malah upaya melegalkan sepeda berjalan ke tengah dengan kecepatan 25km/jam. Itu kan bahaya,” kata Faela kepada Opini.

Tonton juga:

Ini baru fans sejati sepakbola. Subscribe di sini: https://www.youtube.com/c/OpiniID untuk ngeliat video lucu/informatif/motivasi lainnya. Simak berbagai opini masyarakat dan berikan opinimu disini: http://opini.id Twitter: https://twitter.com/OPINI_id Instagram: https://www.instagram.com/opiniid/ Facebook: https://www.facebook.com/Opinidotid

Ia menegaskan harusnya pihak kepolisian ikut menegakkan aturan. Menyalahkan fasilitas yang sudah dibangun adalah keputusan keliru. Diperlukan penegakan aturan dari pihak kepolisian.

“Peraturan menteri ada buat ditegakkan bukan ‘Oh, kalau ada yang melanggar maka dihapus saja larangannya’ gitu, kan gak. Aturan dibentuk untuk keselamatan bersama,” ujarnya dikutip dari Kompas.

Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Perhubungan No. 59 tahun 2020 tentang Keselamatan Sepeda di Jalan. Pasal 11 hingga pasal 17 mencantumkan kriteria fasilitas sepeda untuk kebutuhan masyarakat.

ITDP pernah melakukan riset terjadi peningkatan pengguna sepeda sebesar 1000% di jalur Sudirman-Thamrin. Antusias masyarakat ini harusnya difasilitasi oleh pemerintah agar semua orang bisa nyaman bersepeda.

Soal studi kebijakan pembangunan jalur sepeda permanen pemerintah provinsi DKI Jakarta sudah sempat dilakukan. Studi bekerja sama dengan badan riset tata kota dan komunitas sepeda agar tercipta kebijakan yang tepat sasaran.

Hasilnya adalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta 2011-2030 yang telah disempurnakan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Di dalamnya tercantum pengembangan jalur sepeda sepanjang 578 kilometer yang dibangun secara bertahap hingga 2030.

Mobil dan motor sudah makin penuh, sepeda bisa jadi alternatif masyarakat buat hindari macet dan wujudkan udara yang lebih bersih.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation