Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Sejumlah Sanksi Nonton Drakor di Korea Utara. Mulai Kerja Paksa Hingga Dipenjara

Beruntung lah penggemar Drakor di Indonesia. Palingan halangannya hanya omelan emak. Korea Utara menerapkan sanksi yang sangat berat bagi warga nonton Drakor. Hukumannya kerja paksa dan penjara.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Drama Korea (Drakor) sangat digandrungi oleh sejumlah orang Indonesia. alasannya karena alur ceritanya yang menarik, mampu membawa penonton merasakan emosi dalam drama tersebut. Bagi penggemar Drakor di Indonesia, tantangan terbesar saat ingin menonton hanyalah waktu. Menonton Drakor bisa memakan waktu lama, karena biasanya gak cukup 1 episode.

Beruntung lah penggemar Drakor di Indonesia. Palingan halangannya hanya omelan emak, yang menyuruh keluar dari kamar. Korea Utara menerapkan sanksi yang sangat berat bagi warga nonton Drakor. Kalau ketahuan, hukuman kerja paksa dan penjara akan menanti.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan tidak terpapar budaya asing. Apa saja aturannya? Mari simak.

Hukuman Penjara Maksimal 15 Tahun

Pixabay
Pixabay

Korea Utara bakal menghukum rakyatnya yang ketahuan menonton program hiburan dari Korea Selatan seperti serial drama Korea (drakor). Larangan tersebut juga termasuk menirukan cara orang Korea Selatan berbicara sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu (20/1/2021).

Aturan itu diumumkan setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyerukan perang terhadap pengaruh luar dan menyerukan hiburan lokal yang lebih baik. Peraturan tersebut tertuang dalam sebuah undang-undang "pemikiran anti-reaksioner" dan mulai diberlakukan akhir tahun 2020.

Rincian terbaru dari aturan tersebut baru dilaporkan oleh Daily NK, situs web yang berbasis di Seoul, Korea Selatan, yang melaporkan dari sumber-sumber di Korea Utara.

Tonton juga:

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un akan menindak keras warganya yang ketahuan asik nonton drakor. Sanksi yang diberikan mulai dari hukuman penjara, kerja pa

Jika rakyat Korea Utara melanggar aturan itu, maka hukuman maksimal yang menanti para pelanggar adalah 15 tahun penjara. Tak hanya pelanggar yang mendapat hukuman, para orang tua pun juga bisa mendapat hukuman jika anaknya melanggar aturan itu.

Ketakutan 10 Ribu Siswa Serahkan Diri Karena Nonton Drakor

Sedikitnya 10.000 siswa di Korea Utara menyerahkan diri ke petugas setelah menonton drakor (drama Korea Selatan) secara diam-diam.

Menyadur Koreaboo, Senin (3/5/2021) menurut laporan Gukmin Ilbo, 10.000 siswa Korea Utara baru-baru ini menyerahkan diri karena diam-diam menonton drama dan film Korea Selatan.

Puluhan ribu siswa ini menyerahkan diri dengan harapan dapat meringankan hukuman yang diberikan oleh petugas, daripada hukuman saat tertangkap basah.

Menurut seorang informan, sekitar 10.000 siswa telah menyerahkan diri karena telah menonton konten terlarang. Sekitar 5000 pemutar DVD juga diserahkan.

Untuk menerima hukuman yang lebih ringan, seseorang dapat mengakui kesalahan mereka ke Pusat Keamanan Masyarakat atau Kantor Polisi Korea Utara.

Jika seseorang tertangkap saat penggerebekan atau sebaliknya, hukumannya akan jauh lebih berat. Hukuman hingga 15 tahun penjara dapat dijatuhkan bagi mereka yang terpergok menonton konten asal Korea Selatan atau melihat foto dan buku Korea Selatan.

Jika warga Korea Utara nekat menggunakan bahasa Korea Selatan, mereka akan diancam dengan hukuman penjara hingga 2 tahun.

4 Pemuda Dihukum Kerja Paksa 10 Tahun

Empat pemuda di Korea Utara yang tertangkap menonton drama Korea Selatan dikabarkan telah dijatuhi hukuman sepuluh tahun atau lebih di kamp edukasi kerja paksa. Para pemuda Korea Utara itu kepergok sedang menonton berbagai drama Korea Selatan seperti drama populer SBS 'Penthouse.'

Menurut laporan Daily NK, sidang terbuka diadakan di sebuah stadion di Pyongsong, Korea Utara, pada tanggal 3 Juni untuk empat pemuda Korea Utara yang tertangkap menonton drama Korea Selatan.

Mereka dituduh berkumpul bersama menonton drama Korea hingga larut malam untuk merayakan salah satu ulang tahun mereka pada 25 Mei. Harian NK juga melaporkan, persidangan dilakukan dalam suasana yang berat dan menakutkan di mana empat orang muda dibelenggu ke podium.

Dari memory stick yang ditemukan ada lebih dari 30 film dan drama Korea Selatan, bersama dengan video musik. Salah satu drama yang ada di dalam memory stick itu yaitu drama populer 'Penthouse.'

Perilaku mereka ini dianggap melanggar 'Undang-Undang Pengecualian Budaya Ideologi Anti-reaksioner' Korea Utara.

Sehingga pada akhirnya, keempat orang muda itu masing-masing dijatuhi hukuman 10 hingga 12 tahun, dengan individu yang merayakan ulang tahun menjalani hukuman terlama yaitu 12 tahun. 'Undang-Undang Pengecualian Budaya Ideologi Anti-reaksioner' disahkan akhir tahun lalu oleh Korea Utara, yang baru-baru ini mulai mengontrol secara menyeluruh ide-ide anti-sosialis, aliran masuk budaya, dan kegiatan diseminasi.

Meskipun rinciannya tidak diungkapkan, menurut analisis NIS, distributor video eksternal konten dari Korea Selatan, AS, dan Jepang akan diberikan hukuman maksimum kematian, dan mereka yang terlibat akan dihukum 15 tahun kerja jika mereka terbukti bersalah.

 

 

 

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation