Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Soft Diplomacy SBY Terhadap Malaysia

Melihat soft diplomasi SBY terhadap Malaysia dalam insiden petugas KKP di perbatasan perairan Indonesia dan Malaysia.

Nasoha Merte  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kasus polisi maritim Malaysia menangkap tiga pejabat KKP di perairan Pulau Bintan memancing reaksi keras dari masyarakat Indonesia. Demonstrasi aksi tersebut dipicu di depan kedutaan besar Malaysia di Jakarta yang saling mengkritik. Kemarahan publik itu wajar, karena selain memiliki memasukkan wilayah Indonesia untuk melanggar kedaulatan dan mengambil tindakan pejabat Malaysia yang menangkap ketiga pejabat KKP tersebut adalah kekerasan. Mengenai perilaku “tidak sopan” Malaysia, pendapat publik berharap Indonesia tetap teguh. Pernyataan ini adalah emosional dan reaktif. Morgenthau (1978) berpendapat kebijakan luar negeri sering kali tidak sejalan dengan opini publik. Tapi dari sudut normatif, pemerintah Indonesia seharusnya bertindak tegas karena apa yang telah dilakukan Malaysia telah mengancam kepentingan nasional Indonesia, khususnya di kedaulatan dan perlindungan warga negara.

Awalnya, pemerintah SBY mengajukan nota protes sebagai tanggapan pada peristiwa tersebut, tapi protes Indonesia tidak disertai tindakan tegas pemerintah SBY. Pada akhirnya SBY memilih memecahkan masalah tersebut melalui pendekatan diplomatik. Dalam pidatonya di Mabes TNI, SBY menjelaskan alasan memilih pendekatan diplomatik Indonesia. Pertama, faktor sejarah “Indonesia dan Malaysia” Memiliki sejarah, budaya dan hubungan darah yang sangat dekat, dan mungkin yang paling dekat dari semua negara, dan sudah terjalin ratusan tahun” (2010 detik).

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation