Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Megawati dan "Profesor" Masa Kecil

Satire atas jabatan profesor HC yang diberikan kepada Megawati. Saya menghadirkannya semacam "berkisah".

Faozi Sundoyo  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Di zaman itu (1990-an), melalui film-film semacam Kesatria Baja Hitam, Dragon Ball, Doraemon, dan sebangsanya anak-anak membentuk imajinya. Terlepas dari tokoh-tokoh heroik yang direpresentasikan oleh Kotaro Minami sang baja hitam dan Son Goku sang legenda, ada orang-orang jenius yang kerap ditampilkan sebagai bagian tak kalah penting, mereka adalah beberapa “profesor” pencipta kecanggihan teknologi yang hasilnya tak kalah sakti dengan keajaiban sang tokoh utama. Sebut saja makhluk bernama Cell yang sebenarnya adalah ‘robot’, mampu membuat kewalahan Son Goku cs. yang kesaktiannya setingkat para dewa. Atau Doraemon, robot canggih yang bahkan mampu menjelajah waktu, merekayasa cuaca, melalui kantong ajaibnya. Siapa pencipta mereka? Profesor.

Sampai sekarang pun sulit rasanya menggeser citra profesor-profesor ala (fiksi) imajinasi masa kecil itu. Di sana digambarkan seorang profesor adalah manusia ‘cinta ilmu’ yang sampai kelihatan kurus dan tubuhnya tak terawat. Tentu juga dengan dua aksesoris khas mereka: kaca mata tebal dan jubah putih mirip yang dipakai dokter. Profesor-profesor itu menandakan setidaknya satu identitas utama, seorang yang keranjingan pengetahuan dan haus akan cipta-teknologi baru. Merekalah ‘hero’, di dunia mereka sendiri: sains dan penelitian.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation