Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Daftar 5 Isu Pilihan yang Cocok Dikritik Bli Jerinx Sehabis Bebas

Drummer favorit kita semua, I Gede Ari Astina alias Bli Jerinx akhirnya bebas. Kira-kira, ditambah dengan adanya RKUHP, blio masih bisa kritik sana-sini gak ya?

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Drummer favorit kita semua, I Gede Ari Astina alias Jerinx akhirnya bisa menghirup udara bebas. Pemandangan indah terjadi di Lapas Kelas II A Kerobokan pada Selasa (8/6). Saat itu, Nora Alexandra sang istri tercinta ditemani dua personel band Superman Is Dead menjemput Bli Jerinx.

Kritik keras Bli Jerinx terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan menyebut organisasi tersebut adalah “kacung WHO” membuatnya harus mendekam di balik jeruji besi selama 10 bulan dan denda Rp10 juta subsider satu bulan. Namun ketika bebas, Bli Jerinx yang sebelumnya aktif mengampanyekan gerakan anti-masker, justru terlihat menggunakan masker saat keluar lapas.

Penabuh drum Superman is Dead I Gede Ari Astina alias Jerinx (tengah) berjalan meninggalkan Lapas Kerobokan, Bali, Selasa (8/6/2021). Jerinx bebas murni dari Lapas Kerobokan setelah menjalani hukuman pidana penjara karena kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. ANTARA FOTO/Rani Rachmania/nym/wsj.
Penabuh drum Superman is Dead I Gede Ari Astina alias Jerinx (tengah) berjalan meninggalkan Lapas Kerobokan, Bali, Selasa (8/6/2021). Jerinx bebas murni dari Lapas Kerobokan setelah menjalani hukuman pidana penjara karena kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. ANTARA FOTO/Rani Rachmania/nym/wsj.

Sebelum masuk bui, Bli Jerinx terkenal sama gerakan-gerakannya yang diyakininya benar. Banyak di antaranya ia lakukan di media sosial miliknya. Jemarinya tak jarang menuai kontroversi, bahkan kontra dengan pemerintah.

Tapi dinginnya lantai penjara gak boleh melunturkan semangat—atau personal branding—Bli Jerinx dan bikin doi jadi takut buat melontarkan kritik sana-sini. Jujur, kami rindu sosok blio yang dulu.

Maka dari itu, tulisan ini akan membantu Bli Jerinx untuk menemukan “taringnya” kembali. Kami udah bikin daftar isu-isu yang sekiranya bisa dipertimbangkan Bli Jerinx untuk dikritik. Yok, langsung aja.

Perintah Kim Jong Un Bunuh Kucing

Kim Jong Un kabarnya baru-baru ini memerintahkan pembantaian kucing di wilayah perbatasan karena dianggap bisa nularin virus COVID-19. Gak cuma kucing, titah tak berperikehewanan itu juga menyasar hewan jenis lain, yakni burung merpati.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan dengan pejabat senior dari Komite Pusat Partai Pekerja Korea (WPK) dan Komite Partai Provinsi di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada Selasa (8/6/2021). ANTARA FOTO/KCNA/via REUTERS/WSJ/sa.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan dengan pejabat senior dari Komite Pusat Partai Pekerja Korea (WPK) dan Komite Partai Provinsi di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada Selasa (8/6/2021). ANTARA FOTO/KCNA/via REUTERS/WSJ/sa.

Dikutip dari Express, masyarakat setempat dilaporkan terlihat menembaki burung yang terbang di atas perbatasan. Masyarakat juga menyasar kucing, baik itu yang liar maupun yang pake kalung alias sudah punya majikan.

Belum jelas apa alasan spesifik di balik dua jenis hewan yang diperintahkan untuk dihabisi itu. Mengapa harus merpati yang berperan dalam sejarah peradaban manusia saat jadi alat bertukar surat ketika belum ada tukang pos? Dan mengapa harus kucing yang… ah sudahlah, kalian tau kenapa.

Tapi bukan itu masalah utamanya. Mau apa pun hewannya, kalau dihabisi tentunya bakal mengganggu rantai makanan dan ekosistem lingkungan setempat, bukan? Mungkin Bli Jerinx bisa membantu agar perintah ini bisa segera dihentikan.

COVID-19 di India Disebabkan oleh Sinyal 5G

Sebagai seseorang yang pernah menganut teori konspirasi, mungkin Bli Jerinx punya pendapat pribadi soal apa yang tengah terjadi di India: Masyarakat di sana percaya kalau sinyal 5G adalah penyebab Covid-19.

Kerabat seorang pria yang meninggal dunia akibat penyakit virus korona (COVID-19) berduka saat kremasinya di sebuah krematorium di Srinagar, India, Selasa (25/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Ismail/rwa/cfo
Kerabat seorang pria yang meninggal dunia akibat penyakit virus korona (COVID-19) berduka saat kremasinya di sebuah krematorium di Srinagar, India, Selasa (25/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Ismail/rwa/cfo

Emang sih, pemerintah India udah minta warganya buat gak percaya sama isu geblek itu. Lagian kalau emang iya, gimana bisa jadi penyebab coba? Wong jaringannya aja belum dibangun dan masih dalam rencana beberapa bulan mendatang.

Mungkin udah ada beberapa upaya yang dilakuin sama pemerintah India. Tapi kami yakin ada satu yang otoritas India gak punya: Influencer berjiwa ksatria yang berani speak up menyatakan bahwa teori itu gak berdasar dan salah. Dan sosok itu jelas ada dalam diri Bli Jerinx. Kami yakin sekali Bli Jerinx angkat suara, publik India otomatis jadi gak gampang terhasut isu miring dan gak penting tadi.

Aksi Penamparan Emmanuel Macron

Insiden pahit dialami Emmanuel Macron saat blusukan ke daerah bernama Tain-l'Hermitage. Wajah Presiden Prancis itu ditampar laki-laki tak dikenal saat hendak menyapa dan bersalaman dengan warga setempat. Sontak, petugas keamanan langsung mengamankan laki-laki tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron berjalan untuk menandatangani buku memorial setelah meletakkan karangan bunga pada pemakaman masal korban genosida Rwanda tahun 1994 di Kigali Genocide Memorial Center di Gisozi di Kigali, Rwanda, Kamis (27/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jean Bizimana/aww/cfo
Presiden Prancis Emmanuel Macron berjalan untuk menandatangani buku memorial setelah meletakkan karangan bunga pada pemakaman masal korban genosida Rwanda tahun 1994 di Kigali Genocide Memorial Center di Gisozi di Kigali, Rwanda, Kamis (27/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jean Bizimana/aww/cfo

Kalau dilihat dari polanya, insiden ini mirip-mirip sama penyerangan terhadap Wiranto yang kala itu tengah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Jika pada saat itu Bli Jerinx mengomentari insiden tersebut dengan kalimat: “Kalau niatnya memang membunuh, kenapa pisaunya kecil ya?”

Mungkin pada insiden Macron kali ini Bli Jerinx juga bisa ikut berkomentar, contohnya bisa kayak gini: “Positive thinking aja, mungkin maksud rakyatnya baik mau nabokin nyamuk di muka presidennya.”

Pemblokiran Twitter di Nigeria

Warga Nigeria kompak menggunakan VPN sebagai respons usai pemerintah ngeblokir Twitter. Dikutip Al Jazeera, Jaksa Agung Nigeria Abubakar Malami bahkan ngancem bakal memidana siapa pun yang “mencurangi” kebijakan pemerintah.

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari. Foto: Wikimedia Commons.
Presiden Nigeria Muhammadu Buhari. Foto: Wikimedia Commons.

Pemblokiran ini berawal dari cuitan Presiden Muhammadu Buhari yang ngancem bakalan nyerang oposisi-oposisi yang ia anggap sudah keterlaluan di Twitter. Banyak warga Nigeria yang report tweet Buhari dengan tuduhan “tindakan semena-mena”. Twitter langsung merespons dengan ngapus tweet Buhari yang kemudian direspon balik oleh pemerintah Nigeria dengan pemblokiran.

Melihat kondisi di Nigeria, Bli Jerinx bisa ambil peran dalam menyuarakan pendapat bahwa media sosial merupakan ruang bebas untuk berekspresi, seperti yang sebelumnya Bli lakukan. Kalau ada yang kontra, langsung bikin “twitwar” aja Bli, kami siap bantu lawan “buzzeRp” Nigeria.

El Salvador Sahkan Bitcoin sebagai Alat Pembayaran

Hal ini sekaligus jadikan El Salvador negara pertama di dunia yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah setelah kongres setempat menyetujui proposal Presiden Nayib Bukele.

Photo by Dmitry Demidko on Unsplash
Photo by Dmitry Demidko on Unsplash

Bukele menggembar-gemborkan penggunaan bitcoin karena blio pikir bitcoin punya potensi membantu orang-orang Salvador yang tinggal di luar negeri ngirim uang ke dalam negeri. Blio juga bilang kalo dollar AS juga segera menjadi alat pembayaran yang sah pula.

Emang sih kebijakan ini bisa buka peluang investasi, pariwisata, dan ujung-ujungnya ke pembangunan ekonomi. Tapi kayaknya pemerintah El Salvador gak follow-followan nih sama Elon Musk yang jelas-jelas bilang penggunaan bitcoin gak ramah lingkungan. Siapa tau, momen ini bisa jadi kesempatan Bli Jerinx buat menjembatani informasi dari Mas Elon ke Presiden Bukele.

Gimana, Bli? Isunya menarik sekali untuk dikritik, bukan? Isu-isu ini bisa jadi modal Bli Jerinx buat tetep kritis tapi tetap “aman”. Yha, daripada extend di hotel prodeo selama 4,5 tahun gara-gara pasal yang ada di RKUHP, kan? Xixixi.

Informasi Tambahan Soal RKUHP

Penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden tertuang dalam Pasal 218 hingga 220 draf Rancangan KUHP. Berikut bunyi pasal-pasal tersebut.

Pasal 218

1. Setiap orang yang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV.

2. Tidak merupakan penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jika perbuatan dilakukan untuk kepentingan umum atau pembelaan diri.

Pasal 219

Setiap orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempatkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi yang berisi penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat terhadap Presiden atau Wakil Presiden dengan maksud agar isinya diketahui atau lebih diketahui umum dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV.

Pasal 220

1. Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218 dan Pasal 219 hanya dapat dituntut berdasarkan aduan.

2. Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara tertulis oleh Presiden atau Wakil Presiden.

Kuta Rock City!

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation