Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Soekarno Tua dan Pemikirannya terhadap Demokrasi

Soekarno dan pemikirannya hendak memperbaiki keadaan, namun dengan idealismenya keadaan negara malah bertambah kacau.

Dion Faisol Romadhon  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Bertepatan dengan hari lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni kemarin, Bupati Karangasem Gede Dana meresmikan perayaan Bulan Bung Karno. Mengutip portal balipost.com, Perayaan Bulan Bung Karno merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Nomor 19 Tahun 2019. Tujuan dari perayaan ini adalah untuk meneladani ajaran-ajaran Bung Karno seperti Trisakti. Berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Tujuan dari acara seperti itu sangatlah baik namun jangan lupakan gagasan Soekarno lainnya seperti demokrasi terpimpin. Hal ini berguna agar kita dapat mempelajari sepak terjang pemikiran sang putra fajar secara menyeluruh.

Pada awal bangsa ini berdiri sistem demokrasi yang digunakan adalah sistem presidensial. Namun tak lama sistem presidensial digantikan oleh sistem liberal ditandai dengan Maklumat Nomor X yang dikeluarkan oleh Mohammad Hatta. Demokrasi liberal identik dengan sistem perwakilan parlementer dan terdapat banyak partai. Merujuk kepada jurnal berjudul Demokrasi Terpimpin Dalam Pemikiran dan Praktik Politik yang terbit tahun 2018. Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa pergantian sistem tersebut menempatkan Soekarno hanya sebagai kepala negara.Selain itu ketika demokrasi liberal berlangsung banyak bermunculan pemberontakan berdasar kesamaan agama atau daerah. Permasalahan tidak berhenti sampai disitu, banyaknya partai yang bermunculan hanya mengutamakan kepentingan kelompoknya saja.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation