Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Sebelum Gunakan Pinjol, Ketahui Data Pribadi Apa Saja Boleh Diakses Aplikasi

Hati-hati gunakan fasilitas pinjaman online. Pinjol legal hanya bisa mengakses kamera, microphone, dan lokasi dari ponsel kalian.

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kisah jerat utang pinjaman online dengan tagihan hingga puluhan juta marak terjadi. Salah satu masalahnya adalah penyalahgunaan data pribadi dari aplikasi pinjol ilegal.

Guru honorer asal Semarang, Jawa Tengah, Afifah diteror oleh aplikasi pinjol ilegal karena dianggap gak bisa bayar utang. Pihak aplikasi mengancam foto editan telanjang peminjam akan disebar di media sosial dan ke teman-temannya. Ada juga kata-kata ancaman dan fitnah ke peminjam dan kawan-kawannya.

Kok, bisa ya?

Ilustrasi seseorang yang alami kredit gak terkontrol dari pinjaman online/123rf
Ilustrasi seseorang yang alami kredit gak terkontrol dari pinjaman online/123rf

Bukannya gak bisa balikin utang, tapi mendadak tagihan Afifah berbunga hingga Rp204 juta dalam kurun waktu singkat.

Singkat cerita Afifah meminjam uang sebesar Rp3,7 juta untuk beli susu anak di aplikasi dari sebuah iklan. Iklan menunjukkan bunga 0,04 persen dengan tenor 90 hari.

Setelah Afifah mengunggah foto dan KTP ke aplikasi pinjol, dalam waktu kurang 5 menit rekeningnya terisi uang sejumlah yang dipinjam dari 3 rekening anonim. Merasa aneh, peminjam gak tarik uang hingga akhirnya diteror dan ditagihkan pembayaran hingga ratusan persen bunga kurun waktu kurang dari sebulan.

Ilustrasi permintaan akses data dari di aplikasi P2P lending/123rf
Ilustrasi permintaan akses data dari di aplikasi P2P lending/123rf

Aplikasi Pinjol Diizinkan Akses Beberapa Data HP Peminjam

Meski belum diselidiki forensik digital, skenario kasus Afifa bisa jadi penyalahgunaan data pribadi pinjol menggunakan spyware. Dalam hal ini akses data kontak HP peminjam dan galeri foto.

Pakar forensik digital, Ruby Alamsyah mengatakan spyware kerap digunakan pinjol untuk meminta akses daftar kontak, kotak masuk dan data pribadi lain di HP. Pinjol ilegal biasanya menyisipkan spyware saat peminjam mendownload aplikasi.

“Bayangkan, kalau data itu bisa diakses orang dari platform lain, dengan mudahnya orang manfaatkan itu untuk mengajukan pinjaman dengan berpura-pura jadi orang lain,” ungkap Ruby kepada CNBC Indonesia.

Seperti kasus Afifah, data yang didapatkan pinjol ilegal akan disebar ke jaringan pinjol lainnya. Tadinya peminjam yang hanya melakukan pinjaman satu pinjol menjadi lebih dari dua aplikasi.

Tonton juga:

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri memberikan akses data penduduk Indonesia kepada sejumlah aplikasi pinjaman online.

Fintech peer to peer lending atau pinjol legal memang diberikan izin akses data HP peminjam oleh OJK. Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI), Sunu Widyatmoko mengakui fintech merasa perlu akses data pribadi HP peminjam. Namun, hanya sebatas camera, mikrofon, location dan riwayat panggilan masuk dan keluar.

“Kenapa mengakses data kontak, karena kami mau mendapatkan informasi apakah peminjam ada di lingkaran pengemplang pinjaman,” katanya dikutip dari Detik.

Pengemplang pinjol adalah orang yang ‘hobi’ meminjam uang dan sengaja gak bayar.

Sunu mengatakan tujuannya untuk menghitung tingkatan risiko peminjam. Gak ada kepentingan penagihan yang bisa berujung teror dan ancaman.

Ilustrasi penyalahgunaan data pribadi/123rf
Ilustrasi penyalahgunaan data pribadi/123rf

Cara Mengamankan Data dari Aplikasi Pinjol

Berikut ada beberapa cara mengamankan data pribadi dari penyalahgunaan aplikasi pinjol ilegal.

  • Jangan Mendownload Aplikasi Pinjol Ilegal

Karena mereka yang biasanya bermain nakal, termasuk menyisipkan spyware supaya bisa mengoleksi data pribadi dan menyalahgunakannya.

  • Baca Syarat dan Ketentuan

Langkah ini sering peminjam lewatkan padahal sangat penting. Banyak aplikasi pinjol kasih bonus dan iming-iming lainnya. Hingga peminjam gak memerhatikan akses data pribadi apa saja yang mereka inginkan.

P2P Lending akan meminta akses sesuai aturan main OJK seperti yang sudah disebutkan di atas. Jika lebih dari itu berarti langgar aturan main dan kemungkinan pinjol ilegal.

  • Cek Daftar Pinjol di OJK

Peminjam perlu memastikan terlebih dahulu aplikasi pinjol ilegal di OJK. Biasanya dalam periode waktu tertentu OJK akan mengumumkan daftar pinjol ilegal yang potensi melanggar hukum dan penyalahgunaan data.

Jika ingin melakukan pinjaman online, pastikan di fintech P2P Lending yang resmi OJK. Lewat P2P Lending legal peminjam dijamin aman dan gak akan terjadi drama bunga dan penagihan berupa teror.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation