Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Laser Mainan Berwarna Biru dan Ungu Berbahaya Bagi Anak

Laser mainan gak semuanya cocok bagi tumbuh kembang anak. Ilmuwan sebut mainan laser berwarna biru dan ungu justru berbahaya bagi anak.

KONTRIBUTOR OPINI  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Mainan adalah hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Mainan tak hanya berfungsi sebagai hiburan tapi anak juga bisa belajar banyak hal karena berguna untuk menstimulasi perkembangan fisik, motorik dan psikis anak. Namun, laser mainan gak semuanya cocok bagi tumbuh kembang anak. Bahkan, ilmuwan sebut mainan laser berwarna biru dan ungu berbahaya bagi anak.

Namun para orangtua tetap harus bijak dan hati-hati saat membelikan mainan bagi anak. Lantaran, mainan yang sederhana sekalipun berpotensi berbahaya bagi anak-anak yang memainkannya, kecelakaan bisa terjadi kapanpun juga. Salah satu mainan anak yang berbahaya adalah yang dilengkapi dengan sinar laser.

Beberapa mainan anak-anak yang dilengkapi sinar laser diantaranya seperti senapan mainan yang menggunakan laser untuk membidik, gasing yang menyala saat berputar, pedang yang dilengkapi sinar laser. Maupun laser yang digunakan untuk hiburan hingga menciptakan efek optik di ruang terbuka dan laser pointer untuk kebutuhan presentasi yang seringkali dibuat mainan oleh anak-anak.

Ilustrasi sinar laser. 123rf/petkov.
Ilustrasi sinar laser. 123rf/petkov.

Laser Bisa Merusak Jaringan Mata

Kata laser sebenarnya singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation. Secara umum dapat diartikan bahwa laser adalah cahaya yang dikuatkan kemudian distimulasi untuk memancarkan radiasi elektromagnetik. Umumnya sinar laser tidak dapat terlihat oleh mata meskipun banyak juga jenis laser yang dapat dilihat oleh mata.

Meskipun sekilas tidak berbahaya, namun laser pada mainan anak masih bisa menghantarkan radiasi dan punya energi yang jauh lebih kuat daripada cahaya biasa. Tak hanya itu, efek sinar laser jika terkena pada mata bisa lebih berbahaya dibandingkan dengan menatap matahari secara langsung.

Food and Drug Administration (FDA) sebagai badan POM di Amerika Serikat yang setara dengan BPOM di Indonesia menyatakan bahwa bahaya laser mainan anak-anak yang digunakan sembarangan bisa menyebabkan cedera mata serius, bahkan hingga menyebabkan kebutaan maupun kerusakan pada kulit jika terpapar dalam waktu lama.

Dilansir laman hellosehat.com, menurut Dan Hewett, petugas promosi kesehatan di FDA’s Center for Devices and Radiological Health, bahaya laser mainan yang sinarnya diarahkan langsung ke mata bisa merusak mata hanya dalam sekejap. Terutama jika daya sinarnya cukup kuat.

Selain itu, efeknya juga akan jauh lebih buruk jika dilakukan di malam hari saat pupil mata sedang terbuka lebar. Paparan sinar laser meski dengan taraf ringan dan dalam waktu singkat tetap bisa menyebabkan kehilangan penglihatan sementara. Pasalnya, cahaya sinar laser menghasilkan energi panas yang bisa merusak jaringan mata.

Berbagai kondisi medis atau efek patologis yang disebabkan oleh laser dengan panjang gelombang yang berbeda, tidak termasuk cedera akibat laser yang berdenyut (output laser yang berupa pulsa (tidak kontinyu). (lihat tabel)

Laser Mainan dengan Sinar Biru dan Ungu Lebih Berbahaya

Mengutip dari American Academy of Ophthalmology, laser mainan yang bersinar dengan warna biru dan ungu ternyata efeknya lebih berbahaya dibandingkan dengan laser yang menghasilkan warna merah atau hijau.

Ilustrasi laser mainan. 123rf/Katsiaryna Kulikova.

Hal ini bisa terjadi karena mata manusia sebenarnya kurang sensitif terhadap warna biru dan ungu dibandingkan pada warna merah dan hijau. Maka saat ada paparan sinar biru dan ungu mata kita tidak segera berkedip atau berpaling secepat saat dipapar oleh sinar hijau dan merah.

Nah, karena mata kita merasa lebih "kuat dan tahan banting" terhadap paparan sinar ungu dan biru, maka tanpa disadari mata akan terus menatap sinar tersebut dalam jangka waktu lebih lama. Hingga kemungkinan besar, cedera yang dihasilkan pada mata juga akan lebih berpotensi fatal.

Tonton juga:

Tiap kali bersin, secara otomatis mata akan tertutup. Itu adalah refleks proteksi mata, buat menghindari benda-benda asing yang beresiko masuk ke mata. Tapi apa bisa bersin dengan mata terbuka.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Standar keamanan laser

Standar Keamanan Laser

Sementara itu, klasifikasi keamanan sinar laser secara internasional diuraikan dalam peraturan: International Laser Safety Standardisation-IAEA, dan IEC 60825 (Eye safety classification of some consumer electronic products) maupun dalam peraturan 21 Code of Federal Regulations (CFR) Part 1040 di Amerika Serikat.

Peraturan ini memberlakukan langkah-langkah keamanan yang diwajibkan oleh produsen, seperti memberi label pada laser dengan peringatan khusus, dan mengenakan kacamata pengaman laser saat mengoperasikan laser. Karakteristik dan persyaratan utama untuk sistem klasifikasi laser yang ditentukan oleh IEC 60825-1 standar adalah:

Kelas 1

Laser pada label Kelas 1 berada pada tingkat aman dalam semua kondisi penggunaan normal, karena sinar yang diproduksi berada dalam tempat yang tertutup. Contohnya adalah pemutar CD atau DVD.

Kelas 1M

Laser Kelas 1M aman untuk semua kondisi penggunaan kecuali saat melewati optik pembesar seperti mikroskop dan teleskop.

Kelas 2

Laser pada label kelas ini tingkat aman dalam penggunaan normal. Kedipan mata dapat membatasi pencahayaan hingga tidak lebih dari 0,25 detik. Namun, pencahayaan sengaja secara terus-menerus dapat membuat kerusakan mata.

Kelas 2M

Laser Kelas 2M masih berada pada tingkat aman karena refleks kedip mata selama tidak dilihat melalui instrumen optik pembesar seperti mikroskop dan teleskop.

Kelas 3R

Laser Kelas 3R dianggap aman jika ditangani dengan hati-hati, dengan tampilan sinar terbatas. Penggunaan laser pada label kelas ini bisa dilihat secara kontinyu dibatasi hingga 5 mW.

Kelas 3B

Laser dengan label Kelas 3B merupakan laser berbahaya jika mata terpapar secara langsung. Namun, jika laser masih harus melewati penghalang, seperti kertas, laser kelas ini tidak berbahaya. Saat laser ini difungsikan, maka diperlukan kacamata pelindung. Peralatan dengan laser Kelas 3B akan dilengkapi saklar dan kunci pengaman.

Kelas 4

Laser pada kelas ini dapat membakar kulit dan merusak mata secara permanen jika terpapar langsung. laser kelas ini juga membakar material yang mudah terbakar. Laser kelas 4 harus dilengkapi dengan saklar dan kunci pengaman. Sebagian besar laser di kelas ini digunakan untuk hiburan, industri, sains, militer, dan medis.

Oleh

Vey Kresnawati, Kontributor Opini

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation