Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Ecosystem Restoration: Kisah Ekstraksi Panas Bumi di Indonesia

Pengelolaan lingkungan dengan skema kapitalistik hanya menimbulkan bencana, seperti pemanfaatan panas bumi di Indonesia.

Zulfikar Hardiansyah  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

World Environment Day yang diperingati tanggal 5 Juni lalu, mengusung tema Ecosystem Restoration. Tema ini diusung dengan semangat untuk ajakan pemulihan kondisi lingkungan kita hari ini yang semakin parah. Dalam tema World Environment Day mengusung beberapa agenda penanganan permasalahan lingkungan, salah satunya adalah penanganan climate change. Penanganan tersebut dilakukan dengan mendorong penggunaan energi bersih, antara lain pemanfaatan panas bumi (genevaenvironmentnetwork.org, 2021).

Kita tentu sering mendengar narasi tentang sumber daya panas bumi dapat menghasilkan energi yang bersih dan ramah lingkungan di berbagai platform. Panas bumi sering diekstraksi untuk dapat menghasilkan energi listrik, sama seperti batu bara. Panas bumi dinilai sebagai sumber daya alam yang menghasilkan energi bersih dan ramah lingkungan daripada batu bara. Hal ini karena residu berupa emisi gas karbon yang dihasilkan panas bumi, lebih rendah daripada batu bara ketika diekstraksi untuk memproduksi listrik. Tapi narasi tentang panas bumi tersebut secara faktual tidak berjalan demikian, terdapat residu lain berupa bencana yang terjadi akibat ekstraksi panas bumi.

Baca Selengkapnya
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation