Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Apa Risiko Anak-anak Berada di Jalanan?

Anak jalanan dihadapkan pada banyak masalah. Bahkan, tumbuh di lingkungan yang umumnya dianggap berbahaya

Akbarfaris81  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Anak jalanan bisa dikatakan sebagai anak tersisih, marjinal, dan teralienasi dari perlakuan kasih sayang di usia yang sangat dini yang seharusnya masih mendapatkan kasih sayang. Seringkali mereka mendapatkan perlakuan yang tidak adil secara ekonomi dan dalam hal pekerjaan. Anak jalanan mudah dieksploitasi oknum-oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari mereka. Bahkan mereka juga seringkali dimanfaatkan tenaga, fisik bahkan seksualnya oleh kaum yang stratanya sama dengan anak jalanan. Fenomena anak jalanan memang beragam. Kombinasi faktor keluarga, ekonomi, sosial, dan politik memainkan peran penting dalam situasi mereka.

Melansir dari www.humanium.org, diperkirakan ada sekitar 120 juta anak yang hidup di jalanan di dunia (30 juta di Afrika, 30 juta di Asia, dan 60 juta di Amerika Selatan). Kemudian mengutip dari www.kemenkopmk.go.id, berdasarkan data kementerian sosial yang diambil dari Dashbord Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) SIKS-NG per-15 Desember 2020, jumlah anak terlantar di Indonesia sebanyak 67.368 orang. Banyak masalah utama yang dihadapi anak-anak di Indonesia, kembali melansir dari www.humanium.org, diperkirakan 7.500 anak jalanan tinggal di wilayah metropolitan Jakarta. Jumlah ini saja sudah mengejutkan dan membingungkan, terlebih lagi bila kita mempertimbangkan berapa banyak anak yang mungkin terkena dampak masalah ini di seluruh wilayah Indonesia. Lantas apa risiko anak-anak berada di jalanan?

Baca Selengkapnya
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation