Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Hari Sepeda Dunia: Sepeda Alat Transportasi Buat Kurangi Kemacetan

Peringatan Hari Sepeda Dunia sadarkan masyarakat sepeda bisa jadi alat mobilitas perkotaan yang bebas kemacetan dan polusi udara.

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Sepeda mempunyai banyak keuntungan gak hanya sekedar gaya-gayaan atau rekreasional. Hari Sepeda Dunia kali ini harus dipahami bahwa sepeda bisa jadi alat transportasi bebas macet, murah dan punya keuntungan untuk lingkungan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengajak masyarakat untuk kembali membudayakan bersepeda di Hari Sepeda Dunia (03/06). Bersama komunitas Bike to Work Indonesia dan duta besar beberapa negara bersepeda menuju kantor. Anies bersepeda sejauh 19 kilometer dari rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan menuju Balai Kota.

Baca Selengkapnya
  1. Menganjurkan kepada pemerintah, pusat maupun daerah, agar mendukung secara konsisten sistem transportasi yang ramah lingkungan, gak menimbulkan kemacetan, melindungi keselamatan penggunanya, dan memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat secara umum dimana konsep mobilitas dan konektivitas yang cerdas diprioritaskan.

  2. Semua pihak bisa berkomitmen mendorong upaya pelaksanaan kebijakan penggunaan sepeda sebagai sarana bermobilitas di perkotaan, diantaranya melalui pengadaan jalur sepeda sebagai mandat dari Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 , PP No. 79/2013 dan Permenhub No 59/2020 tentang Lalu Lintas, Angkutan Jalan, dan Keselamatan Berlalu Lintas melalui instrumen kebijakan operasional di tingkat sub-nasional dan lokal serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut untuk memastikan adanya masukan dan umpan balik yang baik guna peningkatan pelaksanaan kebijakan ke depan.
  3. Mendorong aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, tetap aktif dan lebih kuat mengawal kebijakan pemerintah yang telah mengupayakan pengadaan jalur sepeda dan infrastruktur bersepeda lainnya untuk memastikan prinsip berbagi jalan yang baik dengan pengguna jalan lainnya.
  4. Meminta lembaga legislasi, pusat maupun daerah, untuk mengubah pola pikir dalam isu-isu pembangunan kota dan sistem transportasinya agar bisa melihat, memahami, dan berpendapat selaras dengan Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang berpusat pada manusia dan inklusif.
  5. Mendorong perilaku hidup sehat dalam bersepeda dengan memperhatikan situasi pandemi Covid-19 agar mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan Keppres No 11/2020 tentang kedaruratan Covid-19 dan Inpres No 6/2020 tentang penegakan disiplin dan hukum terkait protokol kesehatan.
  6. Mendorong keterhubungan daerah-daerah di Kawasan kota melalui sistem transportasi terpadu dimana penggunaan sepeda menjadi prioritas dalam mendukung fasilitas transportasi publik yang sudah disediakan serta mendorong kolaborasi multi pihak untuk memastikan adanya lebih banyak akses untuk sepeda dalam fasilitas-fasilitas transportasi publik yang sudah ada seperti kereta dan bus.
  7. Mendorong peluang-peluang pengembangan usaha dan ekonomi lokal yang bertumpu pada penggunaan sepeda di Kawasan perkotaan dan pedesaan dan mengundang inovasi model usaha yang adil dan investasi saling menguntungkan dari banyak pihak dalam memajukan budaya hidup bersepeda.
  8. Selalu menjaga aturan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku serta penegakkan hukumnya, demi upaya kenyamanan dan keamanan seluruh pengguna jalan.
  9. Menjaga peraturan jangan sampai berubah demi kepentingan segelintir kelompok dengan mengorbankan aturan, etika dan keselamatan pesepeda dengan dalih diskresi.
  10. Menegaskan kembali bahwa bersepeda pada ruang publik/bersama diutamakan untuk pola transportasi bukan sarana olahraga,
  11. Menghimbau untuk para pelaku sepeda untuk berolahraga dapat menggunakan fasilitas-fasilitas tertutup khusus olahraga, dengan tidak menggunakan jalanan umum.
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation