Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Hak Bebas Polusi Warga Jakarta Belum Terpenuhi

Dalam merayakan hari lingkungan hidup sedunia, hak rakyat atas bebas polusi belum terpenuhi.

Irene Lintin  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Polusi udara telah menjadi permasalahan lingkungan serius bagi warga Jakarta dalam waktu yang cukup lama. Bukan hal yang aneh karena Jakarta adalah kota metropolitan dengan sekitar 10,56 juta jiwa didalamnya. Penggunaan moda transportasi pribadi, kurangnya lahan hijau, dan masyarakat yang acuh terhadap lingkungan terus memperburuk kualitas udara bersih di Jakarta. Manusia dengan segala aktifitasnya sangat mempengaruhi kualitas udara yang mereka hirup, sehingga bebas polusi merupakan hal yang bisa tercapai jika manusia turut bekerja sama mengupayakan kota dengan udara yang bersih.

Dilansir dari Kompas (04/2021), Iqair.com merilis DKI Jakarta sebagai kota peringkat keempat dengan kualitas udara terburuk di dunia, dengan urutan pertama dan kedua adalah India dan Wuhan. Koalisi Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Koalisi Ibukota) telah melakukan tindakan dengan membantu warga negara yang menggugat Presiden Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Banten pada 4 Juli 2019 ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan gugatan agar pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat memperbaiki kualitas udara dan hak warga atas udara bersih dan sehat sesuai dengan standar World Health Organization terpenuhi. Ketujuh pejabat negara tersebut juga dinilai tidak menanggapi dan membahas tuntutan dari 32 warga negara yang telah mengirimkan notifikasi sejak 5 Desember 2018 silam.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation