Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Mengembangkan UMKM Indonesia dengan Startup Model

UMKM Indonesia memiliki uniqueness yang berbeda dengan negara lain, karena itu dalam mengembangkan UMKM diperlukan breakthrough.

Henri Setiawan  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar di Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia (2019) sekitar 88,8% bentuk usaha di Indonesia adalah usaha mikro, kecil dan menengah dan menyerap sekitar antara 51,7-97,2% tenaga kerja. Bisnis ini memiliki proporsi hampir sebesar 99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia atau sebanyak 56,54 juta unit.

Salah satu case study yang dilakukan di Yogyakarta, data sensus ekonomi BPS tahun (2017) jumlah UMKM di DIY mencapai 524,9 ribu usaha atau 98,36 persen dari total usaha non-pertanian dan menyerap tenaga kerja lebih dari 1.044,5 ribu orang atau sekitar 78,98% dari total tenaga kerja non pertanian. Secara umum UMKM yang ada di DIY dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu livelihood activities ialah UKM
yang dimanfaatkan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, atau dikenal sebagai sektor informal misalnya adalah pedagang kaki lima, micro enterprise yaitu UKM yang punya sifat pengrajin namun belum punya sifat kewirausahaan, small dynamic enterprise yaitu UKM yang telah memiliki jiwa entrepreneurship dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor, dan fast moving enterprise yaitu UKM yang punya jiwa kewirausahaan dan akan bertransformasi menjadi usaha besar.

Baca Selengkapnya
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation