Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Narsisme Ala Sobat Gen Z

Narisisme telah berkembang pesat di media sosial. Narsisme tidak hanya soal wajah, kini juga melibatkan kondisi ekonomi.

Zulfikar Hardiansyah  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Sejak kehadiran Facebook sekitar tahun 2008, sobat Gen Y di Indonesia saat itu banyak dilanda narsisme. Secara sederhana, narsisme dapat dipahami sebagai perilaku seseorang yang mengejar kepuasan dan kekaguman dari menunjukkan kesombongan atas atribut diri. Sobat Gen Y ini biasanya menunjukkan atribut diri, seperti ketampanan atau kecantikan wajah melalui foto yang diunggah di Facebook.

Meskipun terkadang foto itu tidak sesuai realita wajah, sobat Gen Y saat itu gemar saja membagikan foto diri di Facebook. Foto diri sobat Gen Y itu disebut sebagai selfie atau swafoto. Saking banyaknya orang yang gemar selfie untuk naris di media sosial, dulu bahkan dijual alat untuk selfie yang disebut tongsis (tongkat narsis). Respon netizen atas perilaku ini pun masih teringat jelas di benak kita, seperti alay, lebay, atau narsis. Fenomena narsisme sobat Gen Y ini tampaknya mengalami perkembangan di sobat Gen Z.

Baca Selengkapnya
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation