Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Penyakit Ain Menurut Islam, Benarkah Biasa Menyerang Pasangan yang Suka Pamer?

Penyakit ain menjadi buah bibir akhir-akhir ini. Lantas, apa bahaya dan definisi penyakit ain menurut Islam?

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Penyakit ain menjadi buah bibir masyarakat di media sosial maupun di pembicaraan keluarga terdekat dalam beberapa pekan terakhir. Lantas apa definisi penyakit ain menurut Islam dan benarkah dapat menyerang pasangan yang suka pamer?

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Saat melihat dunia maya yang diramaikan oleh sejumlah netizen yang orang menyebutkan bahaya serius penyakit ain dalam agama Islam, perlu adanya penjelasan yang detail dan komprehensif agar menjawab rasa penasaran dalam benak kita masing-masing.

Bahkan tak sedikit di antara mereka yang bilang bahwa penyakit ini merupakan penyakit hati yang bisa saja sangat merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekelilingnya.

Pada dasarnya, penyakit ain adalah penyakit yang bisa menimpa seseorang karena menjadikan orang lain memiliki kecemburuan yang sangat besar kepada dirinya. Penyakit ain lebih familiar disebut dengan gangguan yang disebabkan oleh pandangan mata.

Photo by Tommy van Kessel 🤙 on Unsplash
Photo by Tommy van Kessel 🤙 on Unsplash

Hal ini menjadi bahaya karena berasal dari mata jahat yang melihat orang lain. Orang yang memiliki penyakit ain biasanya akan dipenuhi perasaan iri dan dengki karena menaruh kekaguman yang berlebihan terhadap apa atau siapa yang orang tersebut lihat.

Sebagaimana yang terdapat dalam Hadist Riwayat Muslim, yang berbunyi:

“Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa” (HR. Muslim no. 2188).

Penyakit Hati Karena Dengki dan Rasa Kagum Berlebihan

Bahaya dari penyakit ain bahkan pernah disaksikan sendiri oleh Rasulullah. Menurut Hadist Riwayat Muslim, Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata:

“Dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan ‘ain” (HR. Muslim)

Lantas apa arti penyakit ain secara harfiah?

Dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah, ‘Ain berasal dari kata ‘aana – ya’iinu yang artinya: Terkena sesuatu hal dari mata. Hal ini berasal dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan mata sebagai indera pengelihatan untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut,” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).

Photo by Olga Kononenko on Unsplash
Photo by Olga Kononenko on Unsplash

Bentuk gangguan dari penyakit ain bisa berupa penyakit, kerusakan, bahkan sampai kematian. Penyakit ini disebutkan sangat mudah untuk dideteksi. Misalnya anak (bayi) suka menangis, rewel dan tiba-tiba panas demam. Atau seseorang yang mengalami demam, sakit perut, sakit kepala.

Situasi konkretnya seperti saat orang tua memarahi dan memelototi anaknya yang rewel atau bandel. Saat itulah setan akan datang memasukkan penyakit ain itu kepada sang anak, sehingga menjadi sakit.

Intinya, penyakit ain adalah penyakit yang dipanas-panasi oleh setan akibat kedengkian manusia kepada manusia yang lain.

Tidak hanya dapat menimpa sang anak, penyakit ain juga bisa menimpa istri atau suami yang mudah marah, emosi, enggan menerima nasihat, malas shalat atau berat untuk membaca Al-Qur’an.

Pada zaman Rasulullah, penyakit ain juga pernah terjadi. Saat itu, sahabat Amir bin Rabiah tengah mandi bersama sahabat Sahl bin Hanif. Amir bin Rabiah terkagum-kagum saat melihat badan Sahl bin Hanif yang memiliki kulit putih dan bersih, seketika itu Sahl bin Hanif pingsan, para sahabat yang lain akhirnya memanggil Rasulullah SAW.

Setelah itu Sahl bin Hanif di-ruqyah, dan Rasulullah SAW bersabda:

“Ketika salah satu di antara kalian kagum saat melihat dirinya sendiri, barang miliknya atau saat melihat saudaranya, maka doakanlah dia dengan keberkahan, karena ‘ain itu nyata” (HR Nasa’i dan Hakim).

Cara Terhindar dari Penyakit Ain

Ada sejumlah cara agar kita terhindar dari penyakit ain. Salah satunya dapat kita lihat dari isi doa Rasulullah tentang permohonan perlindungan Allah atas penyakit ain dalam doa berikut:

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun dan ‘ain yang menyakitkan,” (HR al-Bukhari).

Membaca doa di atas dapat dilakukan sebagai bentuk ikhtiar agar terhindar dari penyakit ain.

Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash
Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash

Allah SWT juga telah menjelaskan penyakit ain lewat firman-Nya pada QS. Al-Falaq. Meskipun tidak mendefinisikan arti ain secara langsung, namun Allah dalam firmannya tersebut memberikan pemahaman dan cara menghindari penyakit hati seperti iri dan dengki. Berikut bunyinya:

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (QS. Al Falaq: 1-5).

Intinya, Islam memerintahkan umatnya agar menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan penyakit hati, seperti: Memamerkan kekayaan, kesuksesan usaha, kebahagiaan keluarga, ataupun memamerkan foto diri, pasangan, anak, dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan perasaan iri orang yang melihatnya.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation