Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Pemerintah Pakai Novavax dan Pfizer untuk Vaksinasi Mulai Juni, Ini Fakta Lengkapnya

Kabar terkini lanjutan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, pemerintah berencana menggunakan vaksin jenis Novavax dan Pfizer. Ini informasi selengkapnya.

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kabar terkini lanjutan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, pemerintah berencana menggunakan vaksin Novavax dan Pfizer. DKI Jakarta menjadi lokasi “pilot project” gelombang ketiga tersebut. Selanjutnya, vaksinasi akan memprioritaskan wilayah dengan angka kasus COVID-19 yang tinggi dan kelompok masyarakat rentan, termasuk disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ketua KADIN Rosan P Roeslani (tengah) meninjau pelaksanaan perdana program vaksinasi gotong-royong di Pabrik PT Unilever Indonesia Tbk, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). Presiden berharap pelaku industri dan dunia usaha lebih produktif untuk mendongkrak perekonomian setelah pemerintah dan swasta bekerja sama melaksanakan program vaksinasi gotong royong. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas/wpa/foc.
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ketua KADIN Rosan P Roeslani (tengah) meninjau pelaksanaan perdana program vaksinasi gotong-royong di Pabrik PT Unilever Indonesia Tbk, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). Presiden berharap pelaku industri dan dunia usaha lebih produktif untuk mendongkrak perekonomian setelah pemerintah dan swasta bekerja sama melaksanakan program vaksinasi gotong royong. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas/wpa/foc.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan pilih-pilih vaksin. Pasalnya, meskipun varian vaksin yang digunakan berbeda-beda, namun semuanya dipastikan sudah lolos uji klinis dan punya izin edar darurat sehingga aman digunakan.

“WHO sendiri mengatakan jangan memilih vaksin karena semua vaksin itu sama baiknya. Artinya, vaksin yang sudah lolos uji klinis tahap 3 dan WHO sudah list vaksin yang bisa digunakan ini tentunya sama kualitasnya, keamanan, dan tentu manfaatnya. Ini tidak kita bedakan pada saat ini kita menggunakan vaksin A atau vaksin B,” kata dr Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dalam diskusi daring, Selasa (18/5/2021).

Pekerja sektor pariwisata menjalani vaksinasi COVID-19 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (20/5/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap dua kepada 8.671 orang pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di dalam kawasan The Nusa Dua itu dilakukan untuk mewujudkan kawasan tersebut sebagai salah satu dari tiga zona hijau COVID-19 yang disiapkan di Provinsi Bali yang rencananya akan dibuka kembali untuk pariwisata. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Pekerja sektor pariwisata menjalani vaksinasi COVID-19 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (20/5/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap dua kepada 8.671 orang pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di dalam kawasan The Nusa Dua itu dilakukan untuk mewujudkan kawasan tersebut sebagai salah satu dari tiga zona hijau COVID-19 yang disiapkan di Provinsi Bali yang rencananya akan dibuka kembali untuk pariwisata. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.

Selama program vaksinasi berlangsung, vaksin yang digunakan menyesuaikan ketersediaan jenis vaksin tertentu. Misalnya, gelombang pertama yang menyasar tenaga kesehatan menggunakan vaksin Sinovac. Kemudian disusul oleh vaksin AstraZeneca yang menyasar petugas layanan publik dan kelompok lansia.

Nantinya, menurut dr Nadia, Indonesia akan kedatangan vaksin Novavax dan Pfizer pada Juni dan Juli. Kedua merek vaksin ini yang akan digunakan dalam program vaksinasi COVID-19 selanjutnya.

“Nanti di bulan Juni dan Juli ada merk vaksin lain, yaitu vaksin Novavax dan Pfizer, itu juga akan kita gunakan,” lanjut dr Nadia.

Penjelasan Lengkap tentang Vaksin Novavax

Vaksin Novavax merupakan salah satu vaksin newcomer yang akan digunakan program vaksinasi di Indonesia. Vaksin ini diproduksi oleh Novavax Inc, salah satu perusahaan farmasi asal Amerika Serikat.

Vaksin ini mengandung protein yang dibuat menyerupai protein alami pada virus COVID-19. Usai disuntikkan ke dalam tubuh, protein tersebut akan memicu tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan virus COVID-19.

Ilustrasi vaksin Novavax. Foto: flickr.
Ilustrasi vaksin Novavax. Foto: flickr.

Meski belum mendapat izin darurat pakai oleh WHO atau BPOM, vaksin Novavax telah menjalani uji klinis fase 3 di Inggris dan fase 2b di Afrika Selatan. Nilai efikasi atau tingkat perlindungan terhadap virusnya mencapai 89,3%.

Vaksin Novavax bisa digunakan dengan cara disuntikkan ke otot intramuskular oleh dokter atau tenaga kesehatan di bawah pengawasan dokter. Dosis vaksin Novavax dalam sekali suntik adalah 0,5 ml, disuntikkan sebanyak 2 kali dengan jarak 21 hari.

Sejumlah efek samping ringan yang mungkin terjadi usai vaksinasi menggunakan vaksin Novavax, antara lain adalah kemerahan, bengkak, atau nyeri pada tempat suntikan, demam, meriang, sakit kepala, mual, bahkan muntah.

Fakta lain tentang vaksin Novavax:
  • Berasal dari nama perusahaan yang mengembangkan vaksin ini, Novavax.
  • Sudah berkecimpung dalam bidang vaksin lebih dari 10 tahun.
  • Beberapa vaksin yang sudah diproduksi: Vaksin Ebola, Mers, dan Sars.

Profil Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer adalah vaksin COVID-19 yang diproduksi perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Amerika, Pfizer.

Vaksin Pfizer termasuk ke dalam vaksin jenis mRNA (messenger RNA). Jenis vaksin tersebut akan memicu sistem kekebalan tubuh membentuk spike protein, yang nantinya akan membantu tubuh membentuk antibodi yang dapat melawan virus Corona.

Ilustrasi vaksin Pfizer. Foto: flickr.
Ilustrasi vaksin Pfizer. Foto: flickr.

Berdasarkan uji klinis tahap 3 yang dilakukan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Turki, Afrika Selatan, Brazil, dan Argentina, vaksin Pfizer memiliki nilai efikasi sebesar 95%.

Dosis vaksin Pfizer dalam sekali suntik adalah 0,3 ml, disuntikan sebanyak 2 kali dengan jarak 21 hari. Adapun efek samping yang mungkin terjadi setelah divaksin antara lain adalah kemerahan atau bengkak di tempat bekas suntikan, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, demam ringan, mual, atau bengkak di kelenjar getah bening.

Update Program Vaksinasi di Indonesia

Berdasarkan laporan perkembangan data penerima vaksin COVID-19 di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 15.535.998 orang sudah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama hingga Rabu (26/5/2021).

Petugas medis memberikan suntikan vaksin COVID-19 kepada warga di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (22/5/2021). Pemerintah menargetkan 70 juta dari 181,5 juta jiwa penduduk Indonesia sudah mendapatkan vaksin COVID-19 pada September 2021. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/foc.
Petugas medis memberikan suntikan vaksin COVID-19 kepada warga di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (22/5/2021). Pemerintah menargetkan 70 juta dari 181,5 juta jiwa penduduk Indonesia sudah mendapatkan vaksin COVID-19 pada September 2021. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/foc.

Jumlah tersebut bertambah 205.692 dari data satu hari sebelumnya (25/5/2021) yang tercatat masih berjumlah 15.330.306 orang.

Selain penerima vaksin COVID-19 dosis pertama, penerima vaksin dosis kedua juga meningkat. Hal ini dilihat dari data yang sebelumnya masih berjumlah 10.125.480 orang, bertambah 99.353 sehingga naik menjadi 10.224.833 penerima.

Ada empat kelompok yang telah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama dan kedua, di antaranya adalah tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik, lansia di atas 60 tahun, serta tenaga pendidik.

Berikut rinciannya:
  • Tenaga kesehatan penerima vaksin COVID-19 dosis pertama: 1.513.104, dosis kedua: 1.381.501 orang.
  • Petugas pelayanan publik penerima vaksin COVID-19 dosis pertama: 10.847.764, dosis kedua: 6.743.753 orang.
  • Lansia di atas 60 tahun penerima vaksin COVID-19 dosis pertama: 3.153.442, dosis kedua: 2.098.872 orang.
  • Tenaga pendidik penerima vaksin COVID-19 dosis pertama: 1.494.327, dosis kedua: 930.679 orang.

Data: kemkes.go.id, diakses pada Rabu (26/5/2021), pukul 12.00 WIB.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation