Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Ternyata Gak Hanya Dari LN, Virus Corona Ada dari Indonesia. Ini Variannya

Ternyata virus Corona gak hanya dari luar negeri saja. Ada juga yang berasal dari Indonesia. Variannya adalah B14662 dan B1470

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

2020 Indonesia mulai dilanda COVID-19. Sudah setahuan lebih pergerakan kita jadi terbatas karena Corona. Seperti yang umum diketahui virus tersebut datang dari luar negeri. Variannya pun terus bermutasi. Seperti B.117 asal Inggris, kemudian B.1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B. 1617.

Tapi ternyata virus Corona gak hanya dari luar negeri saja. Ada juga yang berasal dari Indonesia. Variannya adalah B14662 dan B1470. Sebenarnya ada 2 varian lagi, tetapi sebentar lagi akan musnah. Lantas apakah varian ini memiliki perbedaan dengan varian lainnya mari kita bahas.

Mengenal Varian Lokal B14662 dan B1470

Petugas medis menyiapkan tabung berisi sampel lendir saat tes usap antigen kepada santri pondok pesantren Lirboyo di Puskesmas Pagu, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (22/5/2021). Pondok pesantren besar di Jawa Timur tersebut mewajibkan santri melakukan tes usap antigen sebelum memasuki kawasan pondok usai libur Ramadhan dan Idul Fitri guna menangkal penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/foc.
Petugas medis menyiapkan tabung berisi sampel lendir saat tes usap antigen kepada santri pondok pesantren Lirboyo di Puskesmas Pagu, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (22/5/2021). Pondok pesantren besar di Jawa Timur tersebut mewajibkan santri melakukan tes usap antigen sebelum memasuki kawasan pondok usai libur Ramadhan dan Idul Fitri guna menangkal penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/foc.

Peneliti genomik molekuler dan anggota Konsorsium COVID-19 Genomics UK Riza Arief Putranto menjelaskan varian virus Corona tak hanya berasal dari Inggris, India, hingga Afrika Selatan. Indonesia diam-diam juga memiliki empat varian lokal, salah satunya sudah muncul sejak April 2020 lalu.

"Di Indonesia kita punya empat varian lokal, kenapa saya sebut lokal, karena varian ini nggak ditemukan banyak di tempat lain," bebernya dalam diskusi bersama Kawalcovid19 seperti dilansir Detik.com.

"Tingkat kemunculan varian yang tinggi itu biasanya ada di daerah endemiknya, jadi ada empat varian, dua di antaranya B14662 dan B1470, dua varian lainnya sepertinya sebentar lagi musnah," sebut Riza.

Adapun varian Corona B1470 yang menyebar sejak April 2020 hingga kini, prevalensinya mencapai 16 hingga 40 persen. Sementara varian Corona B14662 muncul di akhir Desember 2020, dilihat cenderung akan menggantikan varian Corona B1470.

Sejauh ini vaksin COVID-19 dinilai masih efektif melawan varian baru Corona
- Anggota Konsorsium COVID-19 Genomics UK Riza Arief Putranto

Tonton juga:

Wisma Atlet di Kemayoran kini telah berubah fungsi menjadi Rumah Sakit Darurat Corona. Lantas siapa saja yang bisa berobat ke sana dan bagaimana caranya?

"Kalau di Indonesia total secara akumulatif varian itu dihitung, kita punya 48 persenan itu dari varian B14662," sambungnya.

Varian Corona lokal Indonesia B14662 dan B1470 disebut Riza sudah menyebar ke 15 negara. Namun, kasusnya cenderung sedikit di negara lain.

"Di negara lain ditemukan sedikit sekali prevalensinya, di bawah 0,5 dan 0,1 persen, dan kenapa disebut lokal Indonesia ya karena munculnya di sini, secara karakteristiknya mutasinya juga tidak ditemukan di negara lain

Meski begitu, Riza menegaskan sejauh ini, seluruh varian baru Corona tidak menimbulkan gejala COVID-19 yang berbeda. Begitu juga dengan efektivitas vaksin COVID-19, sejauh ini dinilai masih efektif melawan varian baru Corona.

Varian Baru yang Masuk ke Indonesia

Anggota Satlantas Polresta Banyuwangi melakukan aksi teaterikal bahaya COVID-19 di Pos Check Point Penyekatan Antar Provinsi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (22/5/2021). Aksi teaterikal itu sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol COVID-19. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.
Anggota Satlantas Polresta Banyuwangi melakukan aksi teaterikal bahaya COVID-19 di Pos Check Point Penyekatan Antar Provinsi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (22/5/2021). Aksi teaterikal itu sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol COVID-19. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.

Virus Corona varian jenis baru sudah masuk ke Indonesia. Varian baru tersebut antara lain B117, B1351, dan B1617.

Jubir vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan di beberapa negara saat ini sedang terjadi lonjakan kasus COVID-19. Beberapa faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus di negara-negara tersebut adalah mobilitas pergerakan masyarakat adanya varian baru virus COVID-19 yaitu B.117 asal Inggris, kemudian B.1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B. 1617.

“Varian yang digolongkan dengan Varian of Concern atau VoC yang diwaspadai itu ada tiga jenis yaitu B.117, B.1351, dan varian B1617. Varian B.117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai 75% dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya,” katanya.

Varian B.117 saat ini merupakan varian yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara. WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49% varian B.117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

Terkait mutasi atau varian baru di Indonesia, lanjut Nadia, masih terus diteliti dan melakukan pengujian pada 786 laboratorium. Laboratorium-laboratorium ini juga yang memeriksa COVID-19.

Sebaran kasus varian baru di Indonesia antara lain varian jenis B. 1617 ada di Kepulauan Riau 1 kasus, dan DKI Jakarta 1 kasus. Varian B.117 ada di Sumatera Utara 2 kasus, Sumatera Selatan 1 kasus, Banten 1 kasus, Jawa Barat 5 kasus, Jawa Timur 1 kasus, Bali 1 kasus, Kalimantan Timur 1 kasus. Sementara untuk varian B. 1351 ada di Bali 1 kasus.

“Jadi dengan surveilans kita mewaspadai penambahan kasus B. 117 dan B.1351, serta B. 1617 yang sudah masuk ke Indonesia. Hasil akhir ini sudah kita dapatkan dari hasil pemeriksaan per tanggal 30 April,” ucap Nadia.

Untuk mencegah penularan lebih meluas, Nadia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas. Situasi yang ada di Indonesia mengharuskan masyarakat untuk mematuhi betul apa yang sudah dianjurkan atau dilarang oleh pemerintah.

“Tidak ada yang menjamin bahwa dengan membawa hasil pemeriksaan laboratorium yang negatif selama dalam perjalanan ataupun selama dalam proses kita menuju kampung halaman misalnya, kita tidak terpapar COVID-19,” tutur Nadia.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation