Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Suntik Vaksin Kebanyakan di Lengan Sebelah Kiri, Apa Alasannya?

Vaksinasi sudah bergulir beberapa bulan terakhir. Namun, ada yang tahu alasan kenapa orang disuntik vaksin kebanyakan di lengan sebelah kiri?

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Vaksinasi sudah dilakukan beberapa bulan terakhir. Namun, pernah gak mikir kenapa orang yang suntik vaksin kebanyakan di lengan sebelah kiri?

Sebenarnya, petunjuk teknis vaksinasi sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan, sehingga proses penyuntikan tidak sembarangan dilakukan. Menurut Kepala Bidang Pencegahan Penyakit, Nurul AR, semua masyarakat yang akan divaksinasi COVID-19 harus dalam kondisi sehat, baik itu jasmani atau rohani.

Tenaga pengajar non-PNS mengikuti vaksinasi COVID-19 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Banten di Serang, Selasa (25/6/2021). Pemprov Banten mempercepat pelaksanaan vaksinasi terhadap 46.560 tenaga pengajar PNS dan non-PNS untuk menghadapi kemungkinan pelaksanaan belajar tatap muka tahun ajaran baru 2021/2022. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/rwa.
Tenaga pengajar non-PNS mengikuti vaksinasi COVID-19 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Banten di Serang, Selasa (25/6/2021). Pemprov Banten mempercepat pelaksanaan vaksinasi terhadap 46.560 tenaga pengajar PNS dan non-PNS untuk menghadapi kemungkinan pelaksanaan belajar tatap muka tahun ajaran baru 2021/2022. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/rwa.

“Makanya kita imbau tidak begadang dan wajib sarapan terlebih dahulu. Nantinya mereka juga akan melalui screening terlebih dahulu. Termasuk pemeriksaan darah dan rapid test,” kata Nurul, Selasa (12/1).

Begadang atau tidur larut bisa mempengaruhi tekanan darah, baik itu rendah maupun tinggi (hipertensi).

Pilih Lengan Kanan atau Kiri?

Umumnya, bagi masyarakat yang mendapatkan vaksin jenis Sinovac, maka penyuntikan akan dilakukan di lengan sebelah kiri. Alasannya, waktu kecil masyarakat sudah pernah disuntik vaksin di tangan kanan dan sudah aturan dari Kemenkes.

Nantinya, penerima akan disuntik dua kali dengan jeda waktu hingga 14 hari.

Sejak awal vaksinasi dimulai, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Petunjuk Teknis (Juknis) penyutikan vaksin COVID-19.

Petugas kesehatan melakukan skrining kesehatan sebelum penyuntikkan vaksin COVID-19 Sinopharm di PT Gajah Tunggal Tbk, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Senin (24/5/2021). Sebanyak 1.000 karyawan di perusahaan tersebut mengikuti vaksinasi dari total target sebanyak 5.000 karyawan pada program Vaksinasi Gotong Royong guna mendukung program percepatan vaksinasi nasional. ANTARA FOTO/Fauzan/hp.
Petugas kesehatan melakukan skrining kesehatan sebelum penyuntikkan vaksin COVID-19 Sinopharm di PT Gajah Tunggal Tbk, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Senin (24/5/2021). Sebanyak 1.000 karyawan di perusahaan tersebut mengikuti vaksinasi dari total target sebanyak 5.000 karyawan pada program Vaksinasi Gotong Royong guna mendukung program percepatan vaksinasi nasional. ANTARA FOTO/Fauzan/hp.

Berdasarkan Juknis tersebut, vaksin COVID-19 tidak disuntikkan secara sembarangan di tubuh. Tempat penyuntikkannya sudah ditentukan, yakni melalui suntikan intramuscular (di bagian lengan kiri atas) dengan menggunakan alat suntik sekali pakai atau auto disable syringes (ADS).

Setelah vaksinasi, peserta juga diminta agar tidak langsung pulang dan tetap di tempat pelayanan vaksinasi selama 30 menit untuk observasi.Observasi dilakukan untuk memantau ada atau tidaknya KIPI atau efek dari setiap kejadian medis yang tidak diinginkan.

Efek samping paling umum dialami adalah nyeri otot dan nyeri di tempat suntikan. Beberapa orang mengalami rasa sakit hingga mereka tidak dapat menggerakkan tangan selama berjam-jam atau berhari-hari.Itulah yang menjadi alasan mengapa orang-orang ingin tahu tentang pemilihan lengan untuk diberi suntikan vaksin.

Alasan Lain Mengapa Harus Lengan Kiri

Sebenarnya, Anda dapat memilih sendiri lengan tempat suntikan. Tidak ada pilihan benar atau salah dalam memilih lengan.

Tetapi karena rasa sakit tetap ada selama satu atau dua hari setelah vaksinasi, yang terbaik adalah memilih lengan yang tidak dominan, yang merupakan lengan kiri bagi kebanyakan orang. Jika Anda kidal, Anda bisa mendapatkan vaksin di lengan kanan.

“Jika Anda khawatir tentang hal itu dan tangan Anda yang lebih dominan, ya tidak ada salahnya meletakkannya di lengan yang lain, untuk berjaga-jaga,” kata Presiden Asosiasi Medis Arizona, Dr Ross Goldberg, dikutip dari ABC15.

Sebaliknya, ada beberapa orang yang merasa nyeri di lengan berkurang dengan gerakan sehingga mereka memilih lengan dominan untuk mendapatkan vaksin dan meredakan nyeri dengan cepat.

Petugas medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kopelma Darussalam mempersiapkan vaksin COVID-19 untuk warga di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (22/5/2021). Pemerintah menargetkan 70 juta dari 181,5 juta jiwa penduduk Indonesia sudah mendapatkan vaksin COVID-19 pada September 2021. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/foc.
Petugas medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kopelma Darussalam mempersiapkan vaksin COVID-19 untuk warga di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (22/5/2021). Pemerintah menargetkan 70 juta dari 181,5 juta jiwa penduduk Indonesia sudah mendapatkan vaksin COVID-19 pada September 2021. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/foc.

Gerakan lengan yang terus menerus dapat meningkatkan aliran darah di area yang terkena dan membantu meredakan nyeri dan nyeri setelah vaksinasi.

Sebetulnya lengan kiri atau kanan, tidak ada yang benar atau pun salah. Tetapi karena rasa sakit akan tetap ada selama satu atau dua hari setelah vaksinasi, yang terbaik adalah memilih lengan yang tidak dominan digunakan, yakni bagi kebanyakan orang adalah lengan kiri.

Sementara, bagi yang kidal, maka silakan pilih lengan kanan untuk disuntik. Presiden Asosiasi Medis Arizona, Dr Ross Goldberg mengatakan pada ABC15, “Jika Anda khawatir tentang pemilihan lengan, tidak ada salahnya memilih lengan yang tidak dominan digunakan, untuk berjaga-jaga.”

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation