Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

SiPetruk, SiKasep dan SiKumbang, Aplikasi Perumahan Subsidi

SiKasep, SiKumbang, dan SiPetruk. Anda pernah mendengar nama-nama ini? Ini bukan nama tokoh kartun. Melainkan nama aplikasi untuk mendukung pembangunan rumah bersubsidi.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

SiKasep, SiKumbang, dan SiPetruk. Anda pernah mendengar nama-nama ini? Ini bukan nama tokoh kartun. Melainkan nama aplikasi untuk mendukung pembangunan rumah bersubsidi. Singkatan dari . Sistem berbasis aplikasi tersebut adalah Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep), Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk), dan situs Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang). Digagas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ketiga sistem aplikasi dan website perumahan ini dirancang saling terintegrasi satu dengan yang lainnya. Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin mengatakan, SiKumbang disediakan bagi para pengembang untuk menyediakan data huniannya, sedangkan dalam hal pengawasan kualitas digunakan SiPetruk.

"Semua aplikasi tersebut terintegrasi dalam SiKasep. Jadi ibaratkan SiKasep itu adalah rumah yang di dalamnya banyak fasilitas penunjang,” kata Arief seperti dikutip dari laman ppdpp.id, Kamis (18/03/2021).

Berikut fungsi dan manfaat ketiga sistem perumahan milik PPDPP Kementerian PUPR tersebut :

1. SiKasep

SiKasep merupakan sistem aplikasi perumahan pertama yang diluncurkan PPDPP Kementerian PUPR pada Desember tahun 2019 lalu. Aplikasi ini sangat membantu masyarakat terutama dalam mencari informasi tentang KPR subsidi perumahan yang disediakan oleh pemerintah.

Selain itu, masyarakat yang memenuhi persyaratan seperti yang tertara dalam SiKasep juga dapat mengajukan pembelian KPR Subsidi perumahan secara langsung melalui aplikasi tersebut. Untuk bisa mendapatkan informasi dan mengajukan pembeian rumah subsidi, maka masyarakat harus terlebih dahulu melakukan registrasi atau pendaftaran pada aplikasi tersebut.

Registrasi itu meliputi data diri sesuai KTP, pembuatan pasword atau kata sandi, NPWP, penghasilan kerja perbulan, nomor ponsel, hingga foto KTP dan swafoto bersama KTP. Setelah berhasil masuk dan membuka aplikasi tersebut tersedia sejumlah menu utama seperti lokasi rumah idaman, perumahan sekitar rumah idaman, pilihan Bank KPR FLPP, cek status pengajuan KPR.

Tersedia juga menu galeri rumah sejahtera FLPP, kalkulator KPR sejahtera FLPP, Syarat dan Ketentuan hingga tata cara penggunaan aplikasi kontak. Apabila Anda mengajukan pembelian perumahan subsidi maka keterangan status pengajuan terbagi menjadi enam tahap yaitu, status Terdaftar, Proses Pengajuan Subsidi Checking,.

Kemudian Lolos/Tidak Lolos Subsidi Checking, Proses Pengajuan Verifikasi Bank, Lolos/Tidak Lolos pada tahap Verifikasi Bank, dan Proses Pengajuan Dana FLPP oleh Bank.

2. SiPetruk

Sesuai dengan namanya, Aplikasi SiPetruk merupakan sistem yang digunakan untuk melakukan pemantauan konstruksi bangunan rumah subsidi yang dilakukan oleh para pengembang perumahan. Adapun cara kerja SiPetruk adalah dengan memeriksa kelayakan hunian yang dibangun oleh para pengembang. Badan Layanan Umum PPDPP Kementerian PUPR bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dengan konsep kemitraan dari Manajemen Konstruksi (MK), memeriksa langsung di lapangan.

Tonton juga:

Genap setahun layani COVID-19, RSD Wisma Atlet sudah terima tiga penghargaan bergengsi. Mulai dari penghargaan MURI hingga dari Kementerian PANRB.

MK akan berkunjung ke lapangan sesuai dengan pengajuan pemeriksaan dari para pengembang perumahan yang berpedoman dari siteplan digital yang diajukan para pengembang melalui SiKumbang. Dengan begitu, para pengembang tidak perlu lagi menyiapkan tim pengawas bangunanan. Pengembang cukup memberikan notifikasi dalam aplikasi tersebut terkait rumah yang sedang dibangunnya untuk dipantau dalam jangka waktu 3 bulan. Dari pemeriksaan tersebut, MK akan memberikan laporan penilaian yang terhubung langsung secara sistem oleh PPDPP.

Jika dinyatakan layak huni, maka secara otomatis daftar rumah tersebut akan muncul di SiKasep untuk dapat dijual kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dikarenakan pemeriksaan ini bermitra dengan LPJK, para pengembang hanya tinggal memantau saja sebagai pengguna.

"Tidak perlu membutuhkan pelatihan khusus bagi pengembang. Kami menggunakan Artificial Intelligence (AI), jadi tim hanya melakukan pengambilan dokumentasi saja," jelas Arief.

Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa hunian yang dibangun telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.

3. SiKumbang

SiKumbang merupakan sistem yang menyajikan data dan informasi tentang pengembang perumahan yang membangun KPR subsidi perumahan dari pemerintah. Sitem SiKumbang ini menyajikan data secara real time pada masyarakat terkait hunian yang tersedia, hunian yang sedang dibangun, dan hunian yang sudah terjual Peta hunian ini kemudian dibedakan dengan menggunakan sistem warna.

Warna kuning akan menunjukkan rumah yang masih tersedia, hitam untuk perumahan komersial, dan merah untuk yang sudah terjual. Sehingga dipastikan masyarakat yang mengakses aplikasi SiKasep tidak akan kesulitan dalam memilih rumah idamannya.

Arief mengatakan bahwa SiKumbang merupakan salah satu inovasi dalam percepatan kesediaan hunian dalam mempertemukan supply dan demand. PPDPP fokus pada berapa besarnya supply hunian, hingga saat ini potensi dan dukungan aktif para asosiasi pengembang sangat luar biasa dalam memberikan data.

"Saya apresiasi pengembang yang mendaftarkan terus perumahannya ke Sikumbang. Sehari rata-rata lebih dari seribu hunian didaftarkan di aplikasi ini,” ujarnya. Di sisi para pengembang, sistem ini juga menjadi benefit tersendiri sebagai media promosi untuk memasarkan huniannya secara efektif dan efisien.

Keberadaan pemetaan hunian dari para pengembang ini juga dapat sebagai masukkan kepada pemerintah daerah dalam rangka pembangunan infrastruktur pendukung lokasi rumah subsidi.

3 Ribu Tenaga Kerja Dilatih Manajemen Konstruksi untuk Dukung Rumah Subsidi

Kementerian PUPR
Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka pelatihan 3 ribu tenaga kerja manajemen konstruksi bagi pengembang. Pelatihan ini untuk mendukung Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan pelatihan tenaga kerja manajemen konstruksi yang akan diikuti lebih kurang 3.000 peserta di seluruh Indonesia ini baru sebagian dari banyaknya minat masyarakat yang ingin mengikutinya. "Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) masih memiliki peran yang sangat besar dalam mewujudkan rumah berkualitas disamping penggunaan teknologi informasi," kata Basuki dalam keterangannya pada Selasa (18/5/2021).

Basuki menambahkan, program perumahan ini masih tetap menjadi prioritas Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). "Meskipun adanya refocusing anggaran saat pandemi COVID -19, subsidi perumahan tetap ditingkatkan demi mempercepat pemenuhan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia," ujarnya

Gerakan tersebut diwujudkan melalui bantuan pembiayaan perumahan oleh Pusat Pengelolaan dan Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI), Kementerian PUPR. Bantuan tersebut meliputi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

Basuki juga berharap gerakan ini dapat menggairahkan iklim usaha industri perumahan selain konstruksi itu sendiri. Ia mengatakan, persespi rumah subsidi yang berkualitas rendah harus dihilangkan. Saat ini rumah subsidi harus berkualitas dan layak huni, bukan saja bangunan tetapi juga lingkungannya.

 

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation