Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Marah Dahulu, Diviralin, Baru Deh Minta Maaf. Ini Penyebabnya

Marah memang naluri dasar manusia. Bagi yang tidak bisa mengontrol, maka bisa meledak-ledak dan berdampak negatif ke depannya.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Belakangan ini banyak beredar video di media sosial, sejumlah orang marah-marah. Penyebabnya banyak hal. Ada yang tersinggung, ada yang kesal, dan ada yang merasa jagoan. Tapi endingnya setelah diciduk aparat berwajib, barulah timbul rasa penyesalan.

Mereka lakukan klarifikasi, bahwa hal tersebut adalah reaksi spontan. Biasanya diiringi dengan permohon maaf yang diliput media. Wajah garang saat marah tak terlihat. Hanya penyesalan dan memelas meminta permohonan maaf masyarakat.

Marah memang naluri dasar manusia. Bagi yang tidak bisa mengontrol, maka bisa meledak-ledak dan berdampak negatif ke depannya. Tapi sebenarnya jika kita bisa mengendalikan emosi, berpikir dahulu sebelum bertindak, maka semuanya akan baik-baik saja. Berikut sejumlah kasus marah berujung permohonan maaf.

Unsplash
Unsplash

Aniaya Perawat

Jason Tjakrawinata terpaksa harus berurusan dengan hukum dan dijerat pasal berlapis akibatnya aksinya menganiaya seorang perawat RS Siloam Brawijaya, Palembang, Sumatera Selatan.

Perawat bernama Christina Ramauli S yang menjadi Adapun sebab penganiayaan itu berawal ketika Jason tak terima tangan anaknya berdarah usai jarum infusnya dicabut.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka lebam di bagian wajah dan perut. Korban juga disebut mengalami trauma psikis dan saat ini sedang menjalani perawatan.

Jason sendiri mengaku saat itu emosinya meledak lantaran kelelahan usai berhari-hari merawat anaknya yang masih berusia balita itu.

"Saya mohon maaf karena ini emosi sesaat. Saya mohon maaf ke seluruh pihak yang merasa dirugikan oleh saya, terutama korban. Juga pihak rumah sakit. Ini tindakan di luar kendali karena kelelahan," kata Jason di Mapolrestabes Palembang, Sabtu (17/4).

Amuk Pengguna Masker Di Mesjid

Pengurus masjid yang melarang seorang jemaah mengenakan masker di dalam masjid dan videonya viral di media sosial disebut telah meminta maaf atas perbuatannya.

Pengurus masjid itu adalah Ketua DKM Abdul Rahman, sedangkan jemaah yang diusir karena menggunakan masker bernama Roni Oktavianto. Baca juga: Video Viral Warga Diusir dari Masjid karena Pakai Masker, Pemkot Bekasi: Berakhir Damai Peristiwa itu diketahui terjadi di Masjid Al Amanah, Jalan Kp Tanah Apit RT 002 RW 009, Medan Satria, Kota Bekasi.

Tonton juga:

Pegawai Kemenhub bernama James ngamuk saat mobilnya kena derek. Lha kok malah ngamuk padahal itu kebijakan instansinya sendiri untuk memberantas parkir liar. Untungnya James langsung minta maaf.

"Ustaz Abdul Rahman menyampaikan permohonan maafnya kepada Bapak Roni atas kejadian pengusiran dan ia menilai tindakannya tersebut bukan bermaksud kasar," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Bekasi Sajekti Rubiyah melalui keterangan resmi, Senin (3/5/2021). Permasalahan ini telah berakhir dengan mediasi yang berujung damai antara Roni dan Abdul, dihadiri oleh Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat dan jajaran serta Camat Medan Satria Lia Erliani.

Ngamuk Karena Disekat Saat Mudik

Pengendara mobil plat B yang sempat viral karena ngegas hingga memaki petugas penyekatan akhirnya mengaku khilaf dan meminta maaf. Mereka sengaja menyambangi Mapolres Sukabumi di Palabuhanratu untuk mengklarifikasi perbuatan mereka.

Dua orang yang diketahui berstatus ayah dan anak bernama Raminto dan Hesti itu kemudian meminta maaf secara terbuka di hadapan awak media didampingi Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif dan Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila. Terlihat juga Briptu Febio Marcelino, personel yang berjaga dan mendapat makian dari keduanya.

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya khususnya kepada institusi Polri yang saya sudah berkata kasar kepada anggotanya, Insya Allah Briptu Fabio (petugas penyekatan) memaafkan saya," kata Hesti, di ruang Presisi Polres Sukabumi, Minggu (16/5/2021).

Ngamuk Ke Mini Market karena Anak Top Up Voucher Game

Orang tua yang viral di media sosial gegara memarahi kasir Indomaret karena membiarkan anaknya top up voucher game online Rp 800 ribu akhirnya minta maaf. Persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam video yang diperoleh detikcom, Kamis (13/5/2021), dalam video tampak bapak yang bernama Azhar Efendi membacakan pernyataan lewat secarik kertas. Di situ juga ada perwakilan pihak Indomaret, termasuk kasir pria yang dia marahi di Indomaret Simpang Mayang Perdagangan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Hal ini murni karena ketidaktahuan saya atas sistem pembelian voucher game online yang telah dibeli oleh anak saya sehingga saya larut dalam emosi," ujarnya.

Azhar Efendi mengatakan, dirinya dan pihak Indomaret sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Mereka juga sepakat tidak memperpanjang persoalan ini.

"Di sini saya dengan pihak Indomaret sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Mohon maaf kepada pihak Indomaret dan semua, atau seluruh pihak yang mungkin tidak berkenan dalam video tersebut. Dengan ini permasalahan dalam video tersebut sudah selesai secara baik dan tidak diperpanjang," ucapnya.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Kenapa Kita Cepat Marah?

Kenapa Kita Cepat Marah?

Unsplash
Unsplash

Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah mencari tahu apa yang menyebabkan Anda marah sepanjang waktu. Dilansir dari thehealthsite, berikut beberapa alasan mengapa orang mudah marah.

1. Ketakutan

Kemarahan tidak selalu tanda marah tentang sesuatu, melainkan bisa juga merupakan ekspresi rasa takut.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal SAGE Publishing, seseorang akan menunjukkan kemarahan jika ada yang mengusik citra, keberadaan, dan egonya.

Orang tersebut juga bisa mengungkapkan ketakutannya melalui kemarahan, jika ia merasa khawatir tentang kesejahteraan seseorang yang dia pedulikan.

Anda bisa mengendalikan ketakutan dengan cara membicarakannya pada keluarga atau teman-teman.

2. Memiliki masa lalu yang traumatis

Peristiwa traumatis seperti kekerasan, menyaksikan kematian brutal, kecelakaan, atau jika Anda mengalami masalah kesehatan yang serius, bisa menyebabkan gangguan stres pascatrauma.

Orang yang mengalami kondisi ini tidak dapat melupakan insiden traumatis di masa lalu yang dialaminya, hingga menyebabkan perasaan segala macam emosi termasuk kemarahan. Bahkan, setiap kali mereka berpikir tentang kejadian tersebut.

3. Merasa tak berdaya

Anda bisa merasa tidak berdaya jika tidak merasa hal-hal berjalan seperti yang Anda inginkan atau merasa tidak memiliki kendali atas apa yang Anda miliki, seperti menderita masalah kesehatan tertentu yang membuat Anda tidak bisa melakukan apapun untuk diri sendiri. Hal ini akan membuat Anda frustasi.

Kuncinya adalah menerima situasi tersebut dan mencoba menemukan perasaan berkuasa di tempat lain.

4. Mengalami gangguan kecamasan

Gangguan kecemasan bisa memicu semua emosi, termasuk kemarahan. Ketakutan yang bersifat sementara, menghilang setelah menyelesaikan masalah atau situasi, tetapi kecemasan adalah rasa takut tanpa alasan, yang sulit untuk dihadapi.

Sulit bagi orang yang menderita gangguan kecemasan untuk memahami apa yang menyebabkan gejala-gejala mental dan fisik seperti stres yang bisa membuatnya marah.

5. Kebiasaan buruk

Beberapa orang murah marah dengan orang lain daripada bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Hal ini kemudian menjadi kebiasaan dan reaksi seseorang ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya.

 

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation