Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Tentang Timun dan Pikiran yang Terkondisi

Pikiran yang terkondisi dan implikasinya terhadap prasangka dan kemanusiaan.

yulia ratnasari  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Setiap kali disodori buku menu makanan, saya langsung memutuskan menu yang saya suka. Apapun makanannya, saya pasti minta tidak ada timunnya. Seringkali pegawai restoran yang input orderan saya lupa kalau saya minta minus timun, terutama kalau sushi. Alhasil, saya dorong timunnya pakai sumpit dan saya pinggirkan.

Hal tersebut sudah saya lakukan sejak tidak tahu kapan, dan terdengar biasa bagi orang-orang yang kenal saya. Bukannya alergi atau alasan kesehatan, tapi tidak makan timun hanyalah sebuah preferensi. Seolah-olah, 'tidak makan timun' sudah jadi bagian dari saya -- bagian dari identitas saya.

Baca Selengkapnya
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation