Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Ini Sejumlah Aktivitas yang Dibatasi untuk Warga Jakarta, Dari Mal Hingga Ziarah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat untuk berlebaran di rumah saja. Dia juga meminta warga ibu kota untuk tidak melakukan mudik lokal ke kawasan Bodetabekjur.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat untuk berlebaran di rumah saja. Dia juga meminta warga ibu kota untuk tidak melakukan mudik lokal ke kawasan Bodetabekjur.

Hal itu merupakan hasil kesepakatan rapat koordinasi dengan Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, Kajati, Gubernur Jawa Barat, Pemprov Banten hingga wali kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kota Tangsel, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Hasil rapat itu disepakati sejumlah poin terkait Idul Fitri, salah satunya mudik lokal atau kegiatan saling mengunjungi.

Anies juga menerbitkan surat edaran yang mengatur aktivitas masyarakat selama lebaran. Mulai dari ziarah hingga wisata. Apa saja aturannya? Mari kita simak.

 Petugas membersihkan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta, Selasa (11/5/2021). Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan seluruh TPU di DKI Jakarta pada tanggal 12 hingga 16 Mei 2021 akan ditutup dari pengunjung untuk kegiatan ziarah untuk mengurangi mobilisasi warga selama Lebaran demi mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19, namun kegiatan pemakaman tetap bisa dilaksanakan dan diatur oleh dinas yang mengelola TPU. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Petugas membersihkan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta, Selasa (11/5/2021). Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan seluruh TPU di DKI Jakarta pada tanggal 12 hingga 16 Mei 2021 akan ditutup dari pengunjung untuk kegiatan ziarah untuk mengurangi mobilisasi warga selama Lebaran demi mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19, namun kegiatan pemakaman tetap bisa dilaksanakan dan diatur oleh dinas yang mengelola TPU. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

Aktivitas Ziarah 12-16 Mei 2021 Ditiadakan

Salah satunya terkait peniadaan aktivitas ziarah di TPU Ibu Kota selama libur lebaran.

"Utamanya peniadaan aktivitas ziarah makam tanggal 12 sampai 16 Mei sebagai tindak lanjut dari seruan gubernur yang kemarin disampaikan di media juga," kata Kapusdatin Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Nurcahyo seperti dilansir Detik.com.

Tonton juga:

Percaya gak, kota Jakarta masih berpredikit paling macet se-Indonesia? Kalau kota kamu ada di posisi berapa? Simak berbagai opini masyarakat dan berikan opinimu disini: http://opini.id

Surat edaran ini ditandatangani Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati pada 11 Mei 2021. Ivan memastikan akan memperketat pengawasan di masing-masing TPU demi mencegah kerumunan peziarah. Saat ini, pihaknya berupaya menggencarkan sosialisasi dan imbauan persuasif mencegah masyarakat melakukan ziarah.

"Secara edaran sebenarnya kami sudah larang aktivitas ziarah secara massal, ini kan utamanya untuk memutus rantai COVID yang sudah mulai meningkat. Saya berharap masyarakat bisa paham untuk menghindari kerumunan," jelasnya.

"Kami di sana menyiapkan petugas-petugas pengamanan dalam pangdal secara aktif menginformasikan di setiap akses-akses masuk yang dimungkinkan bisa masuk ke lokasi-lokasi TPU," sambung Ivan.

Berikut isi lengkap surat edaran Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta:

  1. Menghindari kerumunan karena kedatangan peziarah dalam waktu yang bersamaan maka kegiatan ziarah kubur ditiadakan sejak Rabu, 12 Mei 2021 sampai dengan Minggu, 16 Mei 2021. Terkait mekanisme proses pemakaman, tetap dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku;
  2. Proses pemakaman dengan memperhatikan protokol Kesehatan sesuai dengan Surat Edaran Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota nomor 5 tahun 2020 dan Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2007;
  3. Menutup sementara pengurusan rekomendasi izin perpanjangan izin Perpanjangan Tanah Makam (IPTM) kecuali pengurusan administrasi proses pemakaman;
  4. Melakukan penutupan terhadap kios/pedagang bunga di area Taman Pemakaman Umum;
  5. Batasan jam operasional taman, hutan kota dari pukul 09.00 sampai dengan 16.00 WIB dan membatasi jumiah pengunjung paling banyak 30% dari total kapasitas taman dan hutan kota;
  6. Taman dan hutan kota dibuka sejumlah 50 lokasi;
  7. Mengatur arah pergerakan pengunjung di dalam area Taman, Hutan Kota dengan shift waktu kunjungan dengan mengutamakan masyarakat sekitar tempat tinggal;
  8. Pembatasan Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan (TMR) sebesar 30% bagi masyarakat yang memiliki KTP DKI Jakarta dengan melakukan pendaftaran secara online;
  9. Pembukaan Taman Margasatwa Ragunan dilakukan mulai pukul 07.00-14.30 WIB dengan memenuhi protokol kesehatan;
  10. Pembukaan pintu masuk TMR melalui JI. Harsono RM (Pintu Utara) dan JI. Cilandak KKO (Pintu Barat) serta pintu keluar TMR melalui JI Kebagusan (Pintu Timur), JI. Kavling Polri Cilandak (Pintu Kompos) dan JI Sagu (Pintu Selatan);
  11. Mengatur arah pergerakan pengunjung di dalam area TMR dan shift waktu kunjungan;

12.Setiap orang wajib memakai masker, menjaga jarak aman dan tidak membuat dan/atau menghadiri kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan/keramaian;

  1. Tetap melakukan pemeliharaan dan pembersihan secara rutin;
  2. Melakukan koordinasi keamanan dan pengamanan dengan instansi terkait
Suasana Neo Soho Mall di Jakarta Barat, Sabtu (8/5/2021). Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia memproyeksi tingkat kunjungan dan penjualan di pusat perbelanjaan pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini meningkat sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan Idul Fitri tahun lalu. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.
Suasana Neo Soho Mall di Jakarta Barat, Sabtu (8/5/2021). Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia memproyeksi tingkat kunjungan dan penjualan di pusat perbelanjaan pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini meningkat sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan Idul Fitri tahun lalu. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

Aktivitas Mal di Zona Merah dan Oranye Dihentikan Sementara

Aktivitas mal, tempat makan, restoran, kafe, dan bioskop di zona merah dan oranye DKI Jakarta dihentikan sementara, kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, melansir Antara, Selasa (11/5/2021). Aturan ini berlaku pada 12--16 Mei 2021.

Keputusan tersebut merujuk pada Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengendalian Aktivitas Masyarakat dan Pencegahan Penyabaran COVID-19 pada Masa Libur Idulfitri 1442H/2021M.

Seruan itu juga menyertakan kewajiban pelaku usaha di luar zona merah dan oranye di Jakarta untuk menerapkan pembatasan operasional hingga maksimal pukul 21.00 WIB. Juga, membatasi kapasitas sampai 50 persen.

Langkah tersebut, sambung Anies, bertujuan untuk mencegah transmisi virus corona baru selama libur lebaran 2021 akibat kecenderungan mobilitas warga yang meningkat. Seruan Gubernur DKI untuk membatasi aktivitas sosial di zona merah dan oranye ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan, Instruksi Menteri Dalam Negeri, Surat Edaran Menteri Agama, serta Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Merujuk data zonasi risiko Satgas COVID-19, Selasa (11/5/2021), lima dari enam kota/kabupaten di DKI Jakarta saat ini ada di zona oranye. Wilayah tersebut adalah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Hanya Kepulauan Seribu yang ada di zona kuning.

Wisata

Wisatawan berada di jembatan cinta di kawasan pantai Ancol, Jakarta, Selasa (20/4/2021). Kemenparekraf memprediksi bahwa pariwisata DKI Jakarta akan mengalami peningkatan pertumbuhan sekitar 15 hingga 20 persen selama 2021 jika COVID-19 berhasil dikendalikan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
Wisatawan berada di jembatan cinta di kawasan pantai Ancol, Jakarta, Selasa (20/4/2021). Kemenparekraf memprediksi bahwa pariwisata DKI Jakarta akan mengalami peningkatan pertumbuhan sekitar 15 hingga 20 persen selama 2021 jika COVID-19 berhasil dikendalikan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama kepala daerah se-Bodetabekjur (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur) membuat kesepakatan pembukaan tempat wisata selama masa libur Lebaran 2021. Anies bersama kepala daerah Bodetabekjur sepakat hanya membuka tempat wisata bagi warga ber-KTP wilayahnya dengan kapasitas 30 persen.

"Kemudian untuk kawasan wisata maksimal pengunjung 30 persen dan hanya menerima pengunjung ber-KTP setempat, jadi tempat wisata di Bogor hanya menerima pengunjung dari Bogor, tempat wisata di Jakarta hanya menerima pengunjung ber-KTP Jakarta," kata Anies Baswedan seperti dilansir Detik.com

Khusus di DKI Jakarta, Anies mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan identitas pengunjung sejak pendaftaran tempat wisata secara online. Dia juga memastikan wilayah lain segera mempersiapkan hal ini.

"Ya tinggal cek di KTP. Kalau di Ancol, Ragunan itu harus memasukkan reservasi pada saat reservasi otomatis KTP dimasukkan di situ. Bila bukan KTP setempat, tidak bisa reservasi karena sign up secara online," ucapnya.

Objek wisata di zona merah dan oranye DKI Jakarta juga akan ditutup sementara. Bagi destinasi wisata di zona hijau DKI Jakarta, pengunjung dibatasi 30 persen dari total kapasitas.

Keputusan ini tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Gumilar Ekalaya pada 7 Mei 2021. Kendati demikian, tempat pariwisata tetap dibuka dengan kapasitas 50 persen selama periode larangan mudik 2021.

"Diberlakukan pembatasan pengunjung dengan ketentuan kawasan pariwisata atau taman rekreasi dan wisata tirta sebanyak 30 persen dari kapasitas maksimal," begitu bunyi surat edaran

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation