Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Anggota DPR Ingin Hapus Jalur Sepeda Permanen Karena Gak Bisa Sepedaan Ngebut

Ahmad Syahroni dukung rencana Polda Metro hapus jalur sepeda permanen DKI Jakarta hanya karena gak bisa ngebut pakai sepeda roadbikenya.

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Belum genap berumur 3 bulan, jalur sepeda permanen DKI Jakarta sudah ingin dibongkar oleh Wakil DPR RI Komisi III, Ahmad Syahroni. Doi mendukung wacana peniadaan jalur sepeda yang dianggap menjadi sumber kecelakaan kendaraan bermotor oleh Polda Metro Jaya. Alasannya, karena doi gak bisa ngebut pakai roadbikenya yang lebih mahal dari motor Aerox kebanggan kamu.

Crazy rich Tanjung Priok yang mengaku sering lewati Sudirman-Thamrin naik mobil dan sepeda merasa jalur sepeda gak efektif. Karena jalur khusus sepeda sering dilewati motor saat lalu lintas macet.

Jalur sepeda permanen Sudirman-Thamrin untuk lindungi pesepeda di DKI Jakarta/Reza Rizaldy
Jalur sepeda permanen Sudirman-Thamrin untuk lindungi pesepeda di DKI Jakarta/Reza Rizaldy

Alasan lain, eksistensi jalur khusus sepeda hanya menghambat Syahroni dan teman-temannya yang berolahraga roadbike gak bisa ngebut. “Pesepeda sport terpaksa tidak melewati jalur sepeda dan mereka hanya melintas paling lama 3 jam, dari jam 5-8 pagi,” ungkapnya dikutip Antara.

Syahroni diketahui memiliki hobi bermain roadbike dengan kecepatan tinggi. Apalagi doi bermain roadbike terbilang ngebut dengan kecepatan rata-rata 35-50 km/jam. Roadies atau pengguna sepeda balap butuh ruang lebih luas dari jalur sepeda khusus.

Masalahnya apa iya kebijakan publik mengikuti hobi anggota DPR?

Pesepeda memacu kecepatannya di jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta/Antara
Pesepeda memacu kecepatannya di jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta/Antara

Rencana DKI Bikin Sepeda Nyaman Dikritik oleh Polisi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki komitmen hadirkan jalur sepeda di Ibu Kota. Tujuannya mengurangi kemacetan, lebih go green dan tentu saja penegakan hak pesepeda. Rencana ini terangkum dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) DKI Jakarta 2011-2030. Anies bersama kawan-kawan di pemprov berencana membangun 578,8 kilometer jalur sepeda secara bertahap hingga tahun 2030.

Tonton juga:

Rencana pembangunan jalur sepeda emang keren. Tapi anggarannya harus rinci dan detail.

Jalur sepeda permanen sepanjang 11,2 kilometer sepanjang Sudirman-Thamrin adalah komitmen awal pemprov. Akan diperluas ke seluruh Jakarta hingga masa akhir jabatan Anies tahun 2022 sepanjang 252,1 kilometer.

Bahkan, menurut Dishub DKI anggaran pembuatan jalur sepeda berasal dari kontribusi pihak swasta. “Anggarannya sekitar Rp 30-an miliar dari kompensasi pihak ketiga,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo kepada Kumparan.

Ternyata polisi gak sepemikiran, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar berpendapat pembatas jalur sepeda berbahaya. Planter box yang terbuat dari beton mengakibatkan kecelakaan fatal bagi kendaraan bermotor

“Jadi kalau saya ditanya apakah dalam waktu dekat jalur sepeda permanen itu ditiadakan, jawaban saya yang terdekat ganti planter box dengan bahan yang lebih lunak,” ujar Fahri.

Sebelumnya ia juga berpendapat jalur sepeda gak efektif sehingga lebih baik ditiadakan. Karena pada jam sibuk Sudirman-Thamrin banyak pemotor yang melintas. Dan pengguna sepeda jarang lewat pada jam sibuk tersebut.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Komunitas Bike to Work Kecewa

Pengendara motor terobos jalur sepeda permanen di jam sibuk/Reza Rizaldy
Pengendara motor terobos jalur sepeda permanen di jam sibuk/Reza Rizaldy

Komunitas Bike to Work Kecewa

Terang saja komunitas B2W kecewa. Soalnya rencana pemprov memanusiakan dan mensepedakan ibukota dijegal oleh penegak hukum dan wakil rakyat. Ketua Advokasi Bike to Work, Fahmi Saimima kecewa polisi sebagai penegak hukum gak memprioritaskan kepentingan publik.

Fahmi mengatakan keberadaan jalur sepeda sangat penting buat keselamatan penggunanya. Pemprov DKI mempunyai inisiatif baik dengan mendukung budaya pedestrian dan bersepeda sehingga bisa mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

“Sistem baru yang sedang digencarkan ini bagian dari program menjadikan Jakarta sebagai ibu kota layak huni, bebas polusi, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,” terang kepada Detik.

Harapannya semua bisa mendukung Permenhub No 59 tahun 2020 tentang Keselamatan sepeda. Sehingga warga Jakarta yang makin giat bersepeda untuk commuting merasa nyaman dan mau mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

Jalur sepeda dibutuhkan supaya orang beralih ke sepeda dan jalanan Jakarta gak makin sumpek. Ya, didukung dong, masa iya hanya karena kecelakaan mobil dua kali dan hobi anggota DPR yang terganggu jadi ditiadakan? Yahhh....

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation