Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Vaksinasi Gotong Royong: Vaksin Sinopharm Sudah Ready Stok!

Program vaksinasi Gotong Royong hasil inisiasi pihak swasta bergulir mulai 17 Mei 2021. Vaksin Sinopharm jadi kandidat utama karena sudah ready stok.

Raymond Reynaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Pemerintah sudah menetapkan program vaksinasi mandiri (gotong royong) COVID-19 berjalan mulai 17 Mei 2021. Program vaksinasi yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dengan menggandeng PT Bio Farma ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam menyediakan vaksin bagi para pekerja swasta di Tanah Air. Kabar baiknya adalah vaksin Sinopharm sudah ready stok.

Selain Sinopharm, vaksinasi Gotong Royong juga bakal menggunakan sejumlah vaksin lain, seperti Sputnik V dari Rusia, dan CanSino dari China. Jangan sedih, kecewa, apalagi sampai sebarin hoax karena cemas. Lebih baik baca dulu tulisan ini sampai habis.

Deretan botol vaksin Sinopharm. Antara.
Deretan botol vaksin Sinopharm. Antara.

Stok Vaksin

Saat ini, baru satu dari dua merek vaksin Gotong Royong yang sudah memegang izin penggunaan darurat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni vaksin Sinopharm yang diproduksi oleh Beijing Bio-Institute of Biological Products Co Ltd, anak perusahaan BUMN China National Biotec Group (CNBG).

Berdasarkan data Bio Farma, jumlah vaksin Sinopharm yang ready stok mencapai 1 juta dosis. Sebanyak 500 ribu vaksin berasal dari hibah Uni Emirat Arab (UEA). Namun, pada tahap awal hanya sebanyak 500 ribu dosis yang digunakan dalam program Gotong Royong. Sisa 500 ribu dosis masih menunggu ketetapan dari pemerintah.

Sementara vaksin Sputnik V masih dalam proses pengurusan izin darurat. Vaksin terakhir, CanSino, bukan casino sejauh ini masih belum jelas proses perizinannya.

Untuk komitmen kuota dan estimasi waktu delivery vaksin yang bakal diterima oleh Bio Farma x KADIN untuk program vaksin Gotong Royong bisa dicek di bawah ini.

Sinopharm
  • Ready Stok: 1 juta dosis
  • Komitmen: 7,5 juta dosis
  • Delivery: Bertahap sampai September 2021

CanSino
  • Ready Stok: -
  • Komitmen: 5 juta dosis
  • Delivery: Pengiriman Juli-September 3 juta dosis, sisa dosis dikirim pada Kuartal IV

Sputnik V
  • Ready Stok: -
  • Komitmen: 20 juta dosis
  • Delivery: Pengiriman 4 tahap masing-masing 5 juta dosis dimulai setelah dapat izin darurat BPOM

Sinopharm Bukan Sinovac

Mentang-mentang datang dari China terus dipikir sama. Tentu tidak. Seperti dijelasin sebelumnya, Sinopharm diproduksi sama Beijing Bio-Institute of Biological Products Co Ltd. Nah kalo Sinovac (CoronaVac) yang sudah digunakan dalam program vaksin gratis pemerintah dibuat sama perusahaan biofarmasi Sinovac Biotech.

Cara pembuatan Sinopharm dan Sinovac kebetulan mirip. Karena sama-sama dibuat dengan metode inactivated untuk menonaktifkan sampel virus corona. Setelah diinjeksi ke tubuh manusia, virus akan bereplikasi dan membentuk antibodi untuk melawan virus SARS-CoV-2.

Virus nonaktif akan dimakan oleh immune cells bernama antigen-presenting cell dan B cell yang bertugas membentuk sistem daya tahan tubuh terhadap virus corona.

Antibodi ini akan menempel pada protein virus nonaktif. Immune cell tadi akan bekerja melawan virus corona aktif yang datang dari luar tubuh. Hingga saat ini, memang tidak ada jaminan berapa lama proteksi antibodi yang baru terbentuk dapat melindungi seseorang dari COVID-19.

Namun, kehadiran B cell bisa menjadi senjata bagi tubuh melawan COVID-19 berkat kemampuan mengingat ancaman virus corona dalam waktu yang cukup lama.

 
MUI: Sinopharm Boleh Digunakan Dalam Situasi Darurat
Publik sempat ramai mempertanyakan kandungan tripsin babi dalam vaksin Sinopharm. Tapi gak perlu cemas, karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa pada awal Mei lalu, bahwa vaksin Sinopharm bisa digunakan dalam keadaan darurat, meski haram.

Rekomendasi WHO dan BPOM Soal Vaksin Sinopharm

Berdasarkan data WHO, vaksin Sinopharm direkomendasikan untuk penerima berusia aktif di atas 18 tahun, dengan dua kali suntikan wajib di tangan dalam jarak penyuntikan 3-4 minggu. Masing-masing dosis sebanyak 0,5 mililiter.

Mereka yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan, sedang menjalankan program kemoterapi, dan sedang terinfeksi COVID-19 tidak boleh menerima suntikan vaksin ini.

Adapun, efikasi (tingkat keampuhan melawan virus) vaksin Sinopharm tercatat sebesar 79% untuk percobaan di seluruh kelompok usia. Namun, WHO tidak merekomendasikan penggunaan vaksin Sinopharm pada penerima berusia 60 tahun ke atas. Pasalnya, Sinopharm tidak melibatkan banyak sampel orang berusia senior dalam fase percobaannya. Sehingga tidak ada suplai data yang cukup untuk dijadikan landasan rekomendasi pemberian suntikan kepada penerima senior.

Bagi negara-negara yang punya keterbatasan pilihan vaksin, WHO sarankan dapat memberikan suntikan Sinopharm kepada penerima berusia 60 tahun ke atas dengan menjaga keamanan dan melakukan monitor efektivitas vaksin yang telah digunakan.

Meski masih di bawah efikasi vaksin Pfizer-BioNtech sebesar 95% dan Moderna 94,1%. Tapi vaksin Sinopharm ini relatif terbilang aman. Ibarat nilai ujian, masih dapat nilai B+.

Sementara, BPOM menyatakan secara umum efek samping vaksin Sinopharm dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Dengan jumlah kasus atas dasar keluhan efek samping terbilang jarang terjadi.

Dalam uji coba BPOM, pasien yang keluhkan efek samping ringan seperti bengkak dan ruam merah tingkat kejadiannya hanya 0,1%. Sedangkan, efek samping tergolong sistemik, seperti sakit kepala, nyeri otot, diare, dan batuk juga sangat kecil, yakni 0,1%.

Presiden Vladimir Putin saat berkunjung ke salah satu fasilitas kesehatan di Moskow, Rusia. Antara.
Presiden Vladimir Putin saat berkunjung ke salah satu fasilitas kesehatan di Moskow, Rusia. Antara.

Sputnik V, Vaksin Berjuluk AK-47

Ini baru namanya nation pride. Vaksin Sputnik V diproduksi oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology yang di-backing sama Kementerian Kesehatan Rusia.

Dalam perjalanannya, vaksin asal Rusia ini mendapatkan endorsement mencolok dari Presiden Vladimir Putin. Bahkan, Putin menyebut vaksin Sputnik V ini bisa diandalkan seperti senapan serbu Kalashnikov (AK-47) dengan tingkat efikasi suntikan pertama sebesar 79,4%.

Kini, varian Vaksin Sputnik V versi dosis tunggal yang disebut Sputnik Light telah didaftarkan oleh Kemenkes Rusia. Mungkin vaksin ini bisa jadi pilihan favorit bagi anak-anak CS GO atau PUBG nih. Winner Winner Chicken Dinner!

Vaksin CanSino

Vaksin CanSino atau nama kerennya Convidecia, merupakan vaksin yang diproduksi oleh perusahaan swasta asal China CanSino Biologics.

Titik perjalanan terpenting CanSino dalam pengembangan virus COVID-19 dimulai dari penyuntikan terhadap pentolan militer China Dr. Chen Wei pada 29 Februari 2020. Penyuntikan ini dilakukan secara rahasia saat pandemi baru berkembang di China, belum menjangkau belahan dunia lain.

Pada saat itu, keputusan Dr. Chen memicu pertanyaan sejumlah pelaku medis. Pasalnya, penyuntikan vaksin dilakukan sebelum CanSino melakukan percobaan pada manusia.

Pada Mei 2020, CanSino mempublikasikan hasil percobaan tahap pertamanya. Sebulan setelahnya, militer China menyetujui penggunaan CanSino untuk personil militernya.

Sayang, setelah memulai dengan langkah mulus, perjalanan uji coba vaksin CanSino menemui jalan terjal, terutama pada fase ketiga. Vaksin ini menjalani uji coba tahap ketiga di sejumlah negara, seperti Argentina, Chile, Mexico, Pakistan, Rusia, dan Arab Saudi.

Pada akhirnya, CanSino disalip oleh Pfizer-BioNtech, Moderna, bahkan duo Sinovac dan Sinopharm yang sudah mendapatkan izin edar darurat di beberapa negara dan sudah didistribusikan secara global.

Berdasarkan data otoritas kesehatan China yang dirilis pada akhir Februari 2021, efikasi vaksin tunggal CanSino berada pada 65,7% pada tahap pencegahan dan 91% dalam kasus berat.

Saat ini, Pemerintah Pakistan tengah menyelesaikan proses pengemasan vaksin CanSino gelombang pertama yang ditargetkan bakal didistribusikan mulai akhir Mei 2021.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Harga Vaksin Sinopharm

Warga sedang ikut program vaksinasi pemerintah. Antara.
Warga sedang ikut program vaksinasi pemerintah. Antara.

Harga Vaksin Sinopharm

Karena kalau berhenti di angka empat itu tidak baik, jadi mari kita bahas satu hal penting lain menjelang akhir tulisan ini, yakni soal HARGA. Pada akhirnya, apapun vaksinnya, masalah harga tetap menjadi perhatian utama.

Pemerintah memang belum menetapkan harga vaksin per satuan dosis. Namun, Bio Farma selaku mitra pelaksana vaksin Gotong Royong telah kasih ancer-ancer. Tapi apakah sudah bisa dipanjer? Nanti dulu bos, karena barangnya juga masih langka.

Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan masih kutak-katik perhitungan harga didampingi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebelum diserahkan ke pemerintah via Kemenkes.

"Mudah-mudahan harga bisa difinalkan. Akan diserahkan harga kepada Kementerian Kesehatan untuk disahkan," kata Bambang seperti dilansir CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu.

Namun, Bio Farma sudah mengungkap estimasi awal harga per dosisnya sebesar Rp500 ribu dan sudah termasuk pelayanan. Vaksin yang digunakan sejauh ini adalah Sinopharm menggunakan dua dosis yang berarti harus membayar Rp1 juta.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan sejak Februari hingga Maret 2021 sekitar 17.832 perusahaan yang telah daftar ke KADIN unutk menjadi peserta vaksinasi Gotong Royong. Jumlah pesertanya hampir mendekati 8,6 juta pekerja.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation