Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Infeksi “Jamur Hitam” Picu Kebutaan Pasien Covid di India, Ketahui Gejalanya

Covid-19 di India tengah menghadapi masalah baru, yakni infeksi jamur hitam yang menyerang pasien bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kasus COVID-19 di India makin hari semakin parah. Informasi terbaru, gelombang “tsunami” COVID-19 di India tengah menghadapi masalah baru, yakni infeksi jamur hitam yang menyerang pasien bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

Dikutip dari media lokal India Today, tenaga medis melaporkan bahwa “jamur hitam” yang memiliki nama latin mucormycosis adalah penyakit yang disebabkan oleh fungi atau jamur yang biasa ditemukan di tanah, tumbuhan, pupuk, atau buah dan sayuran yang membusuk. Infeksi ini sangat berbahaya, terutama bagi orang berimun tubuh lemah, karena bisa menyerang sejumlah organ vital seperti otak dan paru-paru.

Ilustrasi jamur hitam. Photo by Olli Kilpi on Unsplash
Ilustrasi jamur hitam. Photo by Olli Kilpi on Unsplash

Hingga tulisan ini dibuat, sudah ditemukan sekitar 40 pasien yang menderita mucormycosis pada bulan April lalu, setidaknya itu yang diungkapkan oleh spesialis mata asal Mumbai, Dr Akshay Nair kepada India Today. Sementara di 5 kota lainnya dilaporkan terdapat 58 kasus serupa.

Mayoritas orang yang terkena infeksi ini merupakan pasien yang sebenarnya telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 selama 12-15 hari. Kasus terparah bahkan diungkapkan oleh Dr Nair yang menangani pasien yang kehilangan matanya akibat mucormycosis. Pasien tersebut adalah seorang perempuan berusia 25 tahun dengan riwayat penyakit diabetes dan baru dinyatakan sembuh dari COVID-19.

“Kondisi diabetes saja sudah menurunkan sistem imun, ditambah lagi virus COVID-19 yang memperparah dan kondisi imunitas. Obat steroid yang digunakannya justru menjadi seperti bahan bakar yang membuat api semakin besar,” kata Dr Nair dikutip dari BBC, Senin (10/5).

Kasus infeksi ini sebenarnya bukan hal baru di India, namun tahun ini dirasa berbeda. Pasalnya, dibandingkan dengan sebelum wabah COVID-19 muncul, Dr Nair mengaku ia hanya menangani tak lebih dari 10 kasus mucormycosis di Mumbai, setidaknya selama dua tahun terakhir.

Mengenal Infeksi Jamur Hitam di India

Dikutip dari laman resmi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), setidaknya ada sejumlah hal yang perlu masyarakat ketahui soal infeksi “jamur hitam” ini, salah satunya adalah pengertian umum dari mucormycosis.

Mucormycosis adalah infeksi fungi atau jamur yang umumnya hidup di dalam lingkungan terbuka, terutama di tanah dan bahan organik yang membusuk seperti daun, tumpukan kompos, atau kayu busuk.

Ilustrasi jamur hitam. Photo by Marcus Urbenz on Unsplash
Ilustrasi jamur hitam. Photo by Marcus Urbenz on Unsplash

Orang yang terkena mucormycosis biasanya pernah kontak langsung dengan spora jamur di lingkungan tersebut. Contoh bentuk serangan infeksi paru-paru ini bisa terjadi setelah seseorang menghirup spora.

Infeksi mucormycosis umumnya dapat dengan mudah menyerang orang yang punya masalah kesehatan atau mengonsumsi obat yang menurunkan imunitas, yakni kemampuan tubuh untuk melawan kuman dan penyakit. Mucormycosis juga dapat menyerang kulit setelah jamur masuk menginfeksi tubuh lewat luka, goresan, atau luka bakar.

Gejala Umum “Jamur Hitam” Mucormycosis

Masing-masing pengidap mucormycosis mempunyai gejala umum yang berbeda-beda. Akan tetapi secara umum, keluhannya dapat berbentuk sebagai berikut:

Gejala umum mucormycosis:
  • Wajah bengkak di satu sisi
  • Sakit kepala
  • Hidung atau sinus tersumbat
  • Demam
  • Kehitaman di area kulit

Gejala mucormycosis yang menyerang paru-paru:
  • Demam
  • Batuk
  • Nyeri dada
  • Sesak napas

Sedang gejala mucormycosis pada kulit bisa dilihat dari indikasi seperti lecet, bisul, sampai dengan menghitamnya area yang terinfeksi. Adapun gejala lain bisa juga meliputi nyeri, suhu tubuh hangat, kulit kemerahan berlebihan, atau bengkak di sekitar luka.

Orang yang Rentan Terkena Mucormycosis

Selain menyerang penyintas virus COVID-19, penyakit mucormycosis sebenarnya cukup jarang terjadi. Tapi, infeksi ini juga sering menyerang orang yang memiliki masalah terhadap imunitas atau menurunnya kemampuan tubuh untuk melawan kuman dan penyakit. Jadi, bagi Anda yang mengidap beberapa penyakit seperti diabetes, kanker, transplantasi organ, atau cedera kulit disarankan lebih hati-hati.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation