Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Kasta Sosial "Beat," dari Motor Jamet hingga Pencarian Cinta

Banyak yang bilang kalo Honda Beat itu motornya para sobat misqueen. Mereka nggak tau aja nikmatnya jadi pengendara Honda Beat.

Nanda Naradhipa  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Honda Beat adalah pemegang titel “sejuta umat” untuk urusan kendaraan roda dua. Saking banyaknya yang pake, motor ini bisa dijumpai nyaris setiap mata memandang selama di perjalanan. Honda Beat juga seringkali disinggung ketika warga Twitter lagi was wes wos fafifu soal kasta sosial: ada yang bilang motornya jamet lah; motornya kuli proyek lah; motor fakboi gak bermodal lah; dan bla bla bla lainnya. Emang sih, kalo dibandingin sama motor-motor matic lainnya, Honda Beat ini salah satu motor yang bandrolnya paling bersahabat sama masyarakat yang kurang beruntung dalam urusan ekonomi. Padahal, di balik segala titel ‘nggak keren’ yang disematkan, Honda Beat adalah motor yang paling ramah di hampir setiap aspek kehidupan. Klaim tersebut tentu saja berdasar pengalaman saya pribadi sebagai pengendara Honda Beat selama hampir lima tahun.

Perihal efisiensi waktu, misalnya. Meskipun motor ini nggak punya tarikan yang super, tapi kalo jalanan Kota Bandung—tempat saya tinggal—lagi macet-macetnya, Honda Beat generasi awal milik saya masih bisa berlarian ke sana kemari dan tertawa, sementara kendaraan lain tersendat-sendat buat maju barang dua meter pun. Soekarno-Hatta? Buahbatu? Pasteur? Setiabudhi? Cibiru? Seandainya di jalan-jalan tersebut diadakan balapan semacam roadrace—apalagi pas jam-jam berangkat dan pulang kerja—motor saya barang tentu akan jadi juaranya, sekalipun lawannya adalah motor-motor sport sekelas Kawasaki Ninja H2 sampe Ducati Superleggera V4. Desain body-nya yang serba imut membuat motor ini bisa masuk di setiap celah yang ada ketika lagi macet parah. Bahkan, nggak jarang saya dengan santainya melaju di antara dua spion mobil Avanza yang bersandingan—terlebih didukung oleh postur tubuh saya yang nggak beda jauh sama motornya. Bersama Honda Beat, setiap detik yang mestinya termakan di tengah padatnya lalu lintas bisa dialihkan untuk bersantai-santai kemudian.

Baca Selengkapnya
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation