Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Wapres Ma'ruf Amin Dukung Penuh Rusun untuk Pemulung dan Gelandangan

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Ma’ruf Amin mengungkapkan dukungannya terhadap pembangunan rusun yang ditujukan bagi masyarakat kelompok marginal, seperti pemulung, pengemis, dan tunawisma.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Ma’ruf Amin mengungkapkan dukungannya terhadap pembangunan rumah susun (rusun) yang terletak di sekitar balai rehabilitasi Kementerian Sosial yang ditujukan bagi masyarakat kelompok marginal, seperti pemulung, pengemis, dan tunawisma.

"Saya sangat mendukung rencana pembangunan rusunawa sebanyak 16 lokasi di 10 provinsi, termasuk di Balai Karya Pangudi Luhur Kota Bekasi ini. Kebijakan pemerintah melalui Kementerian PUPR, adalah peningkatan kemudahan akses masyarakat terhadap hunian vertikal yang layak huni dan aman”. Ujar Wapres RI Ma’ruf Amin.

Dia berharap pembangunan rusun di balai-balai rehabilitasi yang dibangun oleh Kemensos dan Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan dan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Wilayah Jawa I dapat memberikan manfaat bagi kelompok masyarakat marginal, sehingga kesejahteraan hidup mereka menjadi lebih baik serta dapat mendorong tercapainya hunian layak dan aman, sebagai alternatif dari Program Satu Juta Rumah khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Wapres Ma'ruf Amin juga pernah meninjau lokasi pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) bagi eks pemulung dan tunawisma di Bekasi, Jawa Barat pada Februari 2021. Diketahui, pembangunan Rusunawa tersebut adalah program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tonton juga:

Genap setahun layani COVID-19, RSD Wisma Atlet sudah terima tiga penghargaan bergengsi. Mulai dari penghargaan MURI hingga dari Kementerian PANRB.

"Program ini sejalan dengan sasaran pembangunan perumahan dan permukiman untuk mewujudkan kota tanpa kumuh," kata Ma'ruf Amin dalam acara peresmian Sentra Kreasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi.

Ma'ruf menambahkan, tujuan dibangunnya Rusunawa ini adalah untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Selain itu, pembangunan Rusunawa yang lokasinya berdampingan dengan Sentra Kreasi ATENSI ini adalah contoh sinergi dan kolaborasi yang baik antara Kementerian Sosial dengan Kementerian PUPR.

"Saya berharap program pembangunan Rusunawa bagi eks pemulung dan tunawisma di Kota Bekasi ini dapat direplikasi dan dikembangkan di lokasi balai-balai rehabilitasi sosial lainnya yang tersebar di 16 lokasi di 10 provinsi lainnya," jelas Ma'ruf.

Selain itu, rencana pembangunan rusun tersebut juga sejalan dengan program penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Program ini sejalan dengan sasaran pembangunan perumahan dan permukiman untuk mewujudkan kota tanpa kumuh, sekaligus menyediakan perumahan bagi MBR," kata Ma'ruf. 

Ia mengatakan, rencana pembangunan rusun untuk eks pemulung dan tunawisma di Bekasi, lokasinya berdampingan dengan Sentra Kreasi Atensi yang juga baru saja diresmikannya. Hal tersebut dinilainya sebagai contoh sinergi dan kolaborasi yang baik antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang membangun rusun itu.

Kerjasama Kementerian PUPR dan Kemensos

Dok PUPR
Dok PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun Rumah Susun (rusun) sebagai tempat tinggal sementara yang layak bagi masyarakat tidak mampu dengan kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) seperti pemulung, gelandangan, pengemis, manusia gerobak, lanjut usia terlantar serta masalah sosial lainnya. Pembangunan hunian vertikal tersebut sekaligus sebagai tempat pemberdayaan dan pengembangan usaha ekonomi produktif bekerjasama dengan Kementerian Sosial. 

Selain pengembangan rumah susun, kerjasama antara Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial juga terkait pemberdayaan masyarakat. Keberadaan rusun nantinya akan digunakan sebagai hunian sementara sebagai standar hidup layak bagi PPKS yang dilayani oleh Balai Rehabilitasi Sosial, Kemensos dengan terlebih dahulu mengikuti rehabilitasi sosial, pelatihan vokasional, dan pembinaan kewirausahaan. 

“Diharapkan nantinya rusun dapat menjadi tempat untuk memberdayakan masyarakat tidak berpenghasilan dari tempat lain serta dapat mengurangi kekumuhan di lokasi sekitar,” kata Menteri Basuki. 

Pembangunan Rusun PPKS ditandai dengan rencana peletakan batu bertama (groundbreaking) pada pertengahan Februari 2021. Rusun dibangun dua tempat yakni di Kompleks Panti Asuhan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur seluas 1.932 m2 dan Kompleks Balai Karya Pangudi di Bulak Kapal, Bekasi Timur seluas 3.880 m2. Masing-masing rusun dibangun 5 lantai terdiri dari 108 unit tipe 24 untuk menampung 428 orang. 

Kedua rusun telah dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) seperti tempat parkir, jaringan air bersih, sanitasi dan listrik. Selain itu setiap kamar juga telah dilengkapi dengan meubelair, seperti 212 unit tempat tidur susun dan 4 unit tempat tidur single, 212 unit lemari 2 pintu dan 4 unit lemari 1 pintu, 428 unit meja, dan 428 kursi di masing-masing kamarnya. 

Untuk pemanfaatan ruangnya, pada lantai dasar digunakan sebagai ruang pengelola, ruang serbaguna, 2 unit bagi difable berkapasitas 4 orang, dan 18 unit standar berkapasitas 72 orang. Kemudian untuk Lantai II hingga Lantai V digunakan untuk ruang hunian masing-masing lantai berjumlah 22 unit standar berkapasitas 88 orang. Biaya pembangunan kedua rusun dan fasilitas pelengkapnya diperkirakan sebesar Rp 86,6 miliar. 

Selama proses pembangunan rusun, Menteri Basuki berpesan kepada seluruh pekerja konstruksi untuk tetap menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sehingga potensi kecelakaan kerja dapat dihindari dan menjalankan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran Virus COVID-19. Diharapkan pekerjaan konstruksi dapat selesai sesuai target pada November 2021. 

Pembangunan rusun sebagai tempat tinggal yang layak huni bagi PPKS merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan. Sejak dicanangkan pada 29 April 2015, capaian Program Sejuta Rumah secara bertahap mengalami peningkatan yakni pada tahun 2015 – 2019, Kementerian PUPR telah membangun 4.800.170 unit rumah dan 965.217 unit rumah pada tahun 2020. Selanjutnya pada 2021 akan dibangun sebanyak 404.682 unit rumah dan khusus untuk rumah susun sebanyak 9.799 unit.

 

 

 



Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation