Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

7 Fakta Ledakan Chernobyl sebagai Bencana Nuklir Terburuk di Dunia

Bencana nuklir Chernobyl dinobatkan kecelakaan PLTN terburuk di dunia karena renggut kesehatan 200 ribu orang dan cemari 150 ribu km persegi lahan dengan radioaktif.

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Tanggal 26 April 1968 adalah sebuah duka bagi warga Eropa Timur yang hak hidupnya direnggut. Sebuah bencana nuklir atau orang mengenalnya ledakan PLTN Chernobyl terjadi di kota Pripyat, Chernobyl, Ukraina (saat itu bagian Uni Soviet). Ledakannya sendiri sebenarnya hanya, menghancurkan satu gedung reaktor nuklir saja. Namun, hasil ledakan itu mencemari hampir 1,5 kali lipat luas Pulau Jawa dengan radioaktif gak kasat mata dan berbau.

Peneliti radiasi nuklir dari Ukraina, Viktor Sushko mengatakan ini bencana nuklir terburuk di dunia. National Research Centre for Radiation Medicine (NCRM) memperkirakan ledakan PLTN Chernobyl telah memakan 800 ribu korban terpapar radiasi langsung. “Bencana antropogenik terbesar dalam sejarah umat manusia,” ungkap Viktor kepada BBC.

Tonton juga:

Rencana Jepang buang limbah PLTN Fukushima ditentang Korea Selatan dan China. Pengamat bilang pembuangan limbah bisa picu masalah lingkungan baru di laut.

Opini merangkum seberapa buruk dampak ledakan PLTN Chernobyl yang terjadi 35 tahun lalu. Agar paham betapa mustahilnya kekuatan fisika ini dikendalikan oleh manusia untuk dijadikan energi yang katanya terbarukan. Berikut 7 fakta ledakan PLTN Chernobyl yang berdampak bagi manusia dan alam.

Gedung Reaktor PLTN Chernobyl yang Meledak di Pripyat, Ukraina/Reuters
Gedung Reaktor PLTN Chernobyl yang Meledak di Pripyat, Ukraina/Reuters

 

1. Terjadi Karena Kesalahan manusia

 

Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa pemanfaatan PLTN nuklir sangat rentan terhadap kondisi alam seperti gempa dan tsunami. Jepang sudah mengalaminya dalam peristiwa gempa dan tsunami Fukushima. Tapi masalah lain datang dari faktor manusia yang sulit mengoperasikan PLTN.

Menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), PLTN Chernobyl meledak karena kelalaian manusia. “Tindakan pengamanan diabaikan, bahan bakar uranium di reaktor terlalu panas dan meleleh melalui penghalang pelindung,” dikutip dari hasil riset IAEA.

Kepala Insinyur PLTN Chernobyl, Anatoly Dyatlov salah satu yang bertanggung jawab atas ledakan. Ia memerintahkan secara dictator anak buahnya uji keamanan reaktor nuklir yang menyebabkan ledakan. Pekerja PLTN saat itu belum mempunyai pengalaman memadai dan Dyatlov memaksa eksperimen yang berisiko.

Selain itu Uni Soviet juga membangun reaktor RBMK dengan bahan yang murah. Sehingga, menambah risiko terjadinya kecelakaan.

Korban Paparan Langsung Radiasi Nuklir PLTN Chernobyl/Mirror
Korban Paparan Langsung Radiasi Nuklir PLTN Chernobyl/Mirror

 

2. Diperkirakan Memakan Korban hingga 93 ribu Orang

 

Pihak otoritas Ukraina mengklaim 31 orang meninggal karena dampak langsung dari ledakan PLTN Chernobyl. Namun, data lain mengungkapkan korban jiwa lebih dari itu.

Data badan PBB khusus untuk efek radiasi nuklir menyatakan 203 orang terpapar akut polusi radioaktif Chernobyl. Kondisi kulit mereka terbakar dan alami gangguan kesehatan jangka panjang seperti kanker dan kelainan genetik. Sejumlah 28 orang meninggal dengan kondisi kulit terbakar.

PBB juga menyebutkan 4.000 orang meninggal karena paparan radiasi nuklir pada tahun 2005. Belum lagi ratusan ribu korban jiwa yang terpapar langsung radiasi dengan efek kesehatan jangka panjang. Namun, Greenpeace mengatakan jumlah korban hingga 93 ribu jiwa.

 

3. Sebabkan Kanker pada Anak

 

Kasus kanker meningkat pasca terjadinya ledakan nuklir diidap oleh orang-orang Ukraina, Belarusia dan Rusia. Pada tahun 1995 ditemukan data peningkatan kasus kanker terjadi sebesar 90%. Di tahun 2005 kembali ditemukan sekitar 5.000an kasus kanker pada anak-anak. Kanker tiroid muncul karena pengidapnya menghirup atau mengkonsumsi air atau makanan terkena paparan limbah radioaktif tak kasat mata.

Tahun 2020 terjadi kebakaran hutan di sekitar Chernobyl yang berpotensi meningkatkan paparan radioaktif pada manusia dan ancam kesehatan mereka.

Salah Satu Keluarga Miskin yang Kembali ke Rumah di Chernobyl/Business Insider
Salah Satu Keluarga Miskin yang Kembali ke Rumah di Chernobyl/Business Insider

 

4. Banyak Keluarga Miskin Kembali ke Chernobyl

 

Sekitar 300 ribu orang terpaksa dievakuasi dari Chernobyl karena potensi limbah radioaktif tak kasat mata. Mereka diperintahkan untuk pindah tanpa membawa harta benda yang dimiliki. Sehingga terjadi masalah kemiskinan pada orang-orang terdampak radiasi nuklir.

Mereka dijanjikan untuk kembali jika limbah radioaktif sudah dikatakan aman. Namun, hingga sekarang kota wilayah seluas 150 kilometer persegi masih kosong karena ditetapkan jadi zona eksklusi.

Namun, beberapa tahun setelah kejadian banyak keluarga miskin kembali ke rumah mereka yang tercemar polusi radioaktif. Jumlahnya gak pasti, BBC melaporkan sekitar 150 orang tinggal di sana.

Mereka hidup dengan rumah sederhana, memenuhi kebutuhan dengan bertani dan berternak. Meskipun gak mengalami pembangunan sejak peristiwa ledakan, mereka tetap bisa konsumsi internet.

 

5. Terjadi Pembantaian Hewan Peliharaan dan Liar

 

Jika kalian menonton miniserial Chernobyl buatan HBO, ada satu adegan sekelompok tentara membunuh anjing dan kucing peliharaan warga. Ya, itu benar terjadi, ini sebagai upaya pembersihan limbah mengurangi penyebaran limbah radiasi.

Penulis skenario film Craig Mazin mengatakan apa yang di film fakta yang disederhanakan. “Kisah para likuidator (pembersih limbah) itu nyata. Itu terjadi. Dan kami benar-benar menurunkannya dari cerita lengkap dengan sedikit sensor, " kata Craig kepada majalah People.

Uniknya karena kosong, alam liar Chernobyl yang sebagian besar hutan jadi lestari. Sekarang banyak hewan hidup di sana dengan paparan radiasi hidup liar tanpa gangguan manusia.

Likuidator atau Pembersih Limbah Radioaktif yang Pakai Baju Hazard/American Scientist
Likuidator atau Pembersih Limbah Radioaktif yang Pakai Baju Hazard/American Scientist

 

6. Hingga Sekarang Limbah Radioaktif Sulit Dibersihkan

 

Saat membersihkan limbah awal-awal terjadi ledakan sangat merepotkan. Likuidator atau pembersih limbah harus melakukan hal mustahil, membersihkan limbah yang gak terlihat. Semprotkan disinfektan, mengubur tanah, menebang pohon dan yang paling mengerikan bersihkan gedung reaktor yang punya tingkat radiasi tinggi.

Sekitar 800 ribu likuidator dari militer dan sipil dikerahkan buat bersihkan limbah sejak ledakan hingga tahun 2015. Dampaknya 15% dari mereka meninggal karena paparan radiasi radioaktif. Lainnya menderita kanker, masalah pernapasan dan gangguan peredaran darah.

 

7. Jadi Tempat Wisata Turis Asing

 

Pihak berwenang Ukraina membuka zona eksklusi untuk pariwisata pada tahun 2011. Sejak itu, pemandu secara teratur menerima pengunjung untuk melihat satwa liar, serta menjelajahi kota-kota hantu dengan lanskap kejayaan Uni Soviet. Destinasi laris adalah kota Pripyat, yang pernah berpenduduk lebih dari 45.000 jiwa. Untuk meminimalkan paparan radiasi, pemandu membawa dosimeter dan menginstruksikan pelanggan mereka untuk tidak makan atau merokok di luar.

Dari peristiwa Chernobyl manusia bisa belajar ada kekuatan alam yang gak bisa ditangani oleh manusia. Kekuatan fisika nuklir terlalu kompleks buat manusia. Seperti kata ahli Vulkanologi dan Bencana Geologi, Surono. “Kita jangan melawan kodrat alam karena alam tidak pernah bohong. Pembangunan PLTN penuh risiko bencana,” ujarnya.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation