Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Mencoba Memahami Perasaan Santri terkait Aturan Mudik

Santri ingin pulang. Sayapun juga

Mohammad Indar Malik Ibrahim  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Tepat tanggal 8 April 2021, pemerintah melalui Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Aturan ini berlaku dari tanggal 6-17 Mei mengingat itu adalah proses arus mudik dan arus balik pada kondisi lebaran pada umumnya sebelum akhirnya diperpanjang dari tanggal 22 April hingga 24 Mei mengantisipasi ada yang mencuri start dalam melakukan mudik sehingga aturannya langsung diteken dan diberlakukan dalam waktu dekat.

Hal ini menjadi perbincangan hangat warganet dan rakyat Indonesia itu sendiri. Pro dan kontra diucapkan sana sini. Kubu pro mendukung hal ini dengan alasan untuk mengurangi kerumunan yang semakin meningkatkan angka penyebaran covid-19. Namun ada juga kubu kontra dimana mereka beralasan bahwa momen mudik dan bertemu tidak dapat digantikan oleh apapun bahkan melalui videocall sekalipun dan menginginkan adanya mudik dengan aturan protokol kesehatan yang diperketat guna mengantisipasi lonjakan angka penyebaran virus.

Baca Selengkapnya
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation