Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Penggunaan Bahasa Inggris Sebagai Simbol Kebanggaan Diri

Masyarakat Global ditinjau Orientalisme Edward Said

Muhamad Ilham  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris dituntut dipelajari oleh seluruh manusia di zaman ini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dianggap tidak cerdas jika belum fasih atau paham bahasa Inggris. Padahal, Indonesia sebagai negara yang multikultural memiliki ratusan jenis bahasa di daerah yang ada. Hal ini tentu mengganggu eksistensi budaya lisan indonesia yang semakin sulit untuk dilestarikan.

Fenomena munculnya 3F (food, fashion, fun) dari negara Barat turut menggerus keberadaan bahasa di Indonesia. Tontonan yang berkiblat Barat seperti produksi Holywood secara tidak langsung memasukkan budaya lisan dan budaya hidup kepada para penonton, khususnya di Indonesia. Istilah atau kosa kata Inggris semakin dihafal para pemuda sehingga mengesampingkan pemahaman bahasa Indonesia yang baik. Pakaian yang merujuk pada Barat juga turut andil dalam memperluas cakupan bahasa Inggris di Indonesia. Misalnya adalah istilah hoodie untuk menyebut jaket berpenutup kepala serta sneaker untuk menyebut sepatu lari. Sektor makanan juga tidak ketinggalan terdampak, misalnya adalah penyebutan nasi goreng dan kentang goreng menjadi fried rice dan french fries. Situasi ini semakin membentuk pemahaman bahwa penggunaan bahasa Inggris dianggap keren dan sesuai dengan zaman.

Baca Selengkapnya
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation