Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Aktivisme Digital dan Media Alternatif sebagai Gerakan Perlawanan

Perkembangan zaman menciptakan kemudah dalam kegiatan aktivisme. Namun semua itu tidak terlepas dari permasalahan baru

Dion Faisol Romadhon  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Media di Indonesia dalam perkembangannya memegang peranan yang sangat penting. Hal ini dapat terlihat dari derasnya arus informasi serta banyaknya lembaga-lembaga penyiaran lahir pasca tragedi 1998. Ketika merujuk kepada regulasi yang ada yaitu UU 32 Tahun 2002. Kita dapat mengamati bagaimana idealnya peran negara sebagai fasilitator menumbuhkan demokrasi dalam aspek informasi. Namun pada kenyataannya ruang media massa kini telah menjadi arena pertarungan mereka yang memiliki kekuasaan dan ekonomi yang mapan.

Merujuk kepada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Adiyana Slamet dalam jurnalnya berjudul Media dan Masa Depan Demokrasi di Indonesia. Pada jurnalnya tersebut dijelaskan bahwa setiap aktivitas penyiaran di Jawa Barat memiliki komposisi iklan 75%, informasi 15%, dan edukasi 10%. Penelitian tersebut dilakukan dalam kurun waktu 2012-2014. Selain itu juga pada tahun 2012 terdapat pengaduan masyarakat Jawa Barat kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah karena terlalu banyak pemberitaan terkait dengan pilpres. Setahun berikutnya KPID Jabar telah mengirimkan 275 surat sanksi kepada lembaga penyiaran, radio, serta televisi disebabkan naiknya pengaduan masyarakat.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation